Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Senyawa Bromat dalam AMDK: Akademisi Menilai Perlu Uji Analisis Air Tanah

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

image-gnews
Ilustrasi air mineral by Boldsky
Ilustrasi air mineral by Boldsky
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan kepada seluruh produsen air minum dalam kemasan disingkat AMDK agar memperhatikan kandungan senyawa bromat dan tidak melebih ambang batas yang dapat mengancam kesehatan masyarakat. 

Dilansir dari Antaranews, Plt Kepala BPOM, Rizka Andalusia menyebutkan bahwa keberadaan senyawa bromat dalam AMDK sulit untuk dihindari. Hal ini disebakan oleh proses dari terbentuknya bromat yang bermula dari senyawa bromida dalam bahan baku air yang berubah menjadi bromat akibat proses ozonisasi atau sterilisasi untuk menghilangkan rasa, bau, dan mikroba.

Rizka menambahkan, jika kandungan bromat tidak diperhatikan oleh para produsen AMDK, maka akan ada beberapa gangguan kesehatan yang dapat terjadi pada masayarakat yang mengonsumsinya. Seperti, gangguan ginjal, gangguan sistem saraf hingga kanker. Sedangkan, efek bromat secara umum adalah masalah pencernaan, seperti mual, muntah, dakit perut atau diare.

Sebelumnya, terdapat temuan dari hasil riset sebuah media mendapat masih ada kandungan bromat dalam AMDK yang melebih batas aman. Data tersebut menemukan bahwa 11 merek AMDK yang beredar di pasaran, ditemukan terdapat kandungan bromat dengan angka paling rendah berjumlah 3,44 ppb dan kandungan bromat dengan angka paling tinggi berjumlah 48 ppb.

Lalu, dalam data tersebut juga terdapat hasil uji laboratorium pada awal Maret 2024. Data tersebut menunjukkan adanya tiga sampel AMDK dengan kandungan bromat yang telah melebih batas wajar, yaitu 19 ppb, 29 ppb, dan 48 ppb.

Oleh sebab itu, proses terbentuknya bromat dalam AMDK tidak dapat dihindari. Berdasarkan hal tersebut, Anggota Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), Hermawan Seftiono menilai perlu dilakukan pengujian dan analisis dalam periode waktu tertentu pada air tanah terkait isu bromat tersebut. 

“Pasalnya, bromat ini merupakan zat berbahaya bagi kesehatan dan bisa menyebabkan kanker,” tuturnya. Menurut Hermawan, pengujian ini bertujuan untuk mencegah jangan sampai air tanah yang digunakan oleh masyarakat berisiko karena mengandung mineral berbahaya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Melansir dari laman resmi Universitas Gadjah Mada, oleh Guru Besar Fakultas Farmasi, Zullies Ikawat menjelaskan bahwa bromat adalah produk sampinga yang terbentuk ketika air minum didesinfeksi dengan proses ozonisasi. Bromat bukanlah senyawa yang terbentuk secara normal dan alami di air. Bromat tidak memiliki rasa dan warna.

Lebih lanjut, Guru Besar Fakultas Farmasi tersebut menjelaskan bahwa terdapat batas aman yang diperbolehkan oleh WHO dalam mengonsumsi bromat, yaitu 10 ppb (part per billion) atau 10 mikrogram/Liter. Batas aman tersebut berdasarkan potensi kanker yang terdapat dari senyawa bromat dan dapat membahayakan tubuh manusia. Pada studi dengan hewan, dijumpai bahwa bromat dapat memicu kanker, tetapi belum diketahui secara pasti dampaknya pada manusia.

Kasus keracunan bromat dalam dosis tinggi belum pernah terjadi, kecuali orang secara sengaja atau tidak sengaja menelan cairan kimia yang mengandung bromat. Dampak dari keracunan bromat ialah dapat mengakibatkan muntah-muntah, sakit perut, dan diare. Tidak hanya itu, dampak dari bromat juga dapat menyebabkan kelelahan, hilangnya refleks dan masalah lain pada sistem saraf pusat. Namun, dampak ini bersifat reversibel, artinya bisa kembali normal dan tidak menetap.

Regulasi tentang batas aman kandungan bromat dalam AMDK telah diatur di Indonesia. Tepatnya dalam regulasi mengenai minuman dan makanan yang diatur oleh BPOM yang mengacu pada SNI dan telah diaturn standarnya oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Pada AMDK, terkhusunya air mineral, dalam registrasinya dan pengawasannya mengacu pada SNI, di mana peryaratan mutunya mengikuti peratusan SNI 3553: 2015. Pada SNI tersebut, kandungan bromat dalam batas wajar juga megikuti standar yang ditetapkan oleh WHO. 

ANTARANEWS | UGM.AC.ID
Pilihan editor : Bahaya Senyawa Bromat dalam Air Minum Dalam Kemasan atau AMDK

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sejumlah Dosen Pangan dan Kimia Sebut Galon PC Masih Aman

1 jam lalu

Kemasan AMDK
Sejumlah Dosen Pangan dan Kimia Sebut Galon PC Masih Aman

BPOM telah menetapkan batas migrasi yang aman digunakan. Pelabelan mestinya untuk semua kemasan.


Selain Aoka, Primbo juga Uji Sampel Sari Roti ke Laboratorium, Apa Hasilnya?

2 jam lalu

Roti Okko dan Aoka (rotiokko.com/ ptindonesiabakeryfamily.com)
Selain Aoka, Primbo juga Uji Sampel Sari Roti ke Laboratorium, Apa Hasilnya?

Paguyuban Roti dan Mie Ayam Borneo atau Parimbo juga membawa sampel Sari Roti untuk diuji ke laboratorium. Apa hasilnya?


Kata Roti Aoka Soal Produknya Tak Berjamur Meski Kedaluwarsa

3 jam lalu

Tangkapan layar produk roti Okko dari situ resmi www.rotiokko.com
Kata Roti Aoka Soal Produknya Tak Berjamur Meski Kedaluwarsa

Produsen roti Aoka buka suara terkait dugaan pengunaan bahan pengawet kosmetik agar tahan lama.


YLKI Pertanyakan Transparansi Izin Roti Aoka dan Okko yang Diduga Mengandung Pengawet Kosmetik

4 jam lalu

BPOM Bantah Roti Okko dan Aoka Mengandung Pengawet Kosmetik
YLKI Pertanyakan Transparansi Izin Roti Aoka dan Okko yang Diduga Mengandung Pengawet Kosmetik

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) minta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) transparan dalam kajian izin edar roti Aoka dan Okko.


Roti Aoka dan Okko 6 Bulan Tidak Jamuran, Ahli Boga: Tidak Wajar, Ini Alasannya

4 jam lalu

Tangkapan layar produk roti Okko dari situ resmi www.rotiokko.com
Roti Aoka dan Okko 6 Bulan Tidak Jamuran, Ahli Boga: Tidak Wajar, Ini Alasannya

Ahli boga berpendapat roti Aoka dan Okko yang bisa bertahan hingga 6 bulan adalah tidak wajar. Berikut ini penjelasannya.


Terkini: Beda BPOM dan SGS Mengenai Pengawet Roti Aoka dan Okko, Tiket Pesawat akan Turun sebelum Jokowi Diganti Prabowo

5 jam lalu

Roti Okko dan Aoka (rotiokko.com/ ptindonesiabakeryfamily.com)
Terkini: Beda BPOM dan SGS Mengenai Pengawet Roti Aoka dan Okko, Tiket Pesawat akan Turun sebelum Jokowi Diganti Prabowo

Berita terkini: BPOM dan SGS beda pendapat mengenai dugaan pengawet kosmetik di roti Aoka dan Okko. Tiket pesawat akan turun sebelum Jokowi diganti Pr


Roti Aoka dan Okko Diduga Mengandung Pengawet Kosmetik, DPR Minta BPOM Beri Penjelasan Publik

7 jam lalu

Salah satu produk roti Aoka. (Dok. ptindonesiabakeryfamily.com)
Roti Aoka dan Okko Diduga Mengandung Pengawet Kosmetik, DPR Minta BPOM Beri Penjelasan Publik

Anggota DPR Edy Wuryanto mendesak BPOM segera memberi penjelasan publik terkait dugaan penggunaan pengawet kosmetik di roti Okko dan Aoka.


Roti Okko Diduga Mengandung Pengawet Kosmetik, Ini Penjelasan PT Abadi Rasa Food

8 jam lalu

Roti Okko dan Aoka (rotiokko.com/ ptindonesiabakeryfamily.com)
Roti Okko Diduga Mengandung Pengawet Kosmetik, Ini Penjelasan PT Abadi Rasa Food

PT Abadi Rasa Food, produsen roti Okko, tanggapi dugaan penggunaan pengawet kosmetik pada roti Okko. Mengapa roti tidak berjamur meski sudah kadaluasa


Kasus Pengawet Kosmetik Roti Aoka dan Okko, Hasil Uji BPOM dan SGS Berbeda

8 jam lalu

Tangkapan layar produk roti Okko dari situ resmi www.rotiokko.com
Kasus Pengawet Kosmetik Roti Aoka dan Okko, Hasil Uji BPOM dan SGS Berbeda

Hasil uji laboratorium antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan SGS Indonesia terhadap kandungan pengawet kosmetik Roti Aoka dan Okko berbeda


Dugaan Roti Aoka dan Okko Mengandung Pengawet Kosmetik, Ini Kata BPOM sampai Pakar IPB

9 jam lalu

Roti Okko dan Aoka (rotiokko.com/ ptindonesiabakeryfamily.com)
Dugaan Roti Aoka dan Okko Mengandung Pengawet Kosmetik, Ini Kata BPOM sampai Pakar IPB

Heboh soal dugaan roti Aoka dan roti Okko menggunakan bahan pengawet kosmetik, zat sodium dehydroacetate, terus menjadi perbincangan publik.