Mencicipi Sang Pahlawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • HTC Hero

    HTC Hero

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Beginilah rupa sang pahlawan. Tubuhnya hitam dibingkai bahan metal cokelat tua. Di sisi bawahnya ada bagian yang melengkung. Desain yang unik.

    Pahlawan kita ini tak datang dari medan pertempuran. Ia adalah sebuah ponsel pintar buatan HTC. Ia dinamai Hero.

    HTC Hero adalah ponsel pintar berbasis sistem operasi Android. Selaku ponsel Android, Hero amat bergantung pada Internet. Lewat Internet, pengguna bisa menjelajahi berbagai fitur di dalamnya secara lebih dalam. Semisal melalui GPS, pengguna bisa melacak suatu lokasi sekaligus menambah sumber informasi di mesin pencari Google.

    Internet juga menghubungkan Hero dengan Android Market, toko aplikasi Android yang berisi ratusan ribu aplikasi, seperti game dan peranti lunak.

    Daftar kontak juga bisa menjadi pintu ke dunia maya. Daftar kontak di Hero bukan sekadar nama dan nomor ponsel, tapi bisa pula terhubung dengan akun jejaring sosialnya, surat elektronik, riwayat panggilan, serta riwayat pesan pendek alias sandeknya.

    Sayang, koneksi ke Internet melalui ponsel ini tak terlalu mudah. Setelan Wi-Fi, misalnya, membutuhkan langkah berkali-kali. Demikian pula koneksi Internet melalui jaringan 3G yang diusungnya, belum tentu sukses.

    Pelipur lara adalah tampilan antarmuka Android di ponsel ini sudah jauh lebih menarik ketimbang pada Magic, yang diluncurkan di Indonesia pada tahun lalu. Grafiknya terlihat lebih cantik. HTC tampak sudah bekerja maksimal di sini.

    Hero memiliki enam scene pada layar 3,2 incinya. Kita bisa mendesain tiap scene untuk mengakses berbagai program, seperti kalender, penyetelan Wi-Fi, dan aplikasi. Trackball di bawah layar membantu untuk menggeser-geser scene, meski kita bisa melakukannya juga dengan sentuhan jari.

    Trackball ini sebetulnya bisa dipakai bernavigasi ke segala arah, kecuali di scene itu.

    Nah, soal sentuhan di layar, Hero patut diberi aplaus. Tak berlebihan bagi mereka yang terbiasa memakai produk ponsel berlayar sentuh buatan HTC sejak dulu. Sensitivitas sentuhan di Hero terasa pas.

    Di samping itu, HTC menanamkan teknologi anyar bernama HTC Sense, yang membuat tampilan layar begitu hidup dan animatif.

    Satu-satunya persoalan dalam melakukan sentuhan ini adalah saat mengetik pada papan ketik Qwerty dalam posisi vertikal, tombol rasanya terlalu kecil bagi pemilik jari besar.

    Namun, pada posisi horizontal, pengetikan jauh lebih nyaman. Layar akan otomatis ke posisi horizontal bila posisi ponsel juga begitu. Inilah implementasi teknologi akselerometer.

    Pada pengetikan pesan maupun surat elektronik, Hero menyajikan teknologi prediksi teks. Teknologi ini membantu mereka yang tak ingin terlalu banyak mengetik. Namun kadang-kadang ia mengganggu juga bagi mereka yang sudah terbiasa mengetik normal karena justru akan sering terjadi kesalahan input teks.

    Bicara soal bentuk, HTC tampaknya ingin mengembalikan citarasa aslinya setelah mendesain HTC Magic dengan ciri yang sedikit lain. Tubuhnya kotak seperti HTC Touch Diamond dengan dimensi 112 x 56,2 x 14,35 milimeter dan bobot 135 gram.

    Namun sisi bawahnya justru melengkung. Bagian ini diciptakan untuk memberikan rasa nyaman saat menggenggam ponsel itu dengan satu tangan.

    Di bagian yang melengkung itu, HTC menciptakan enam tombol (dua di antaranya menyatu) dan satu trackball. Empat tombol berbaris di bagian atas, terdiri atas tombol memanggil dan mengakhiri panggilan, menu, dan Home.

    Di bawahnya ada tombol Back dan jalan pintas ke kolom mesin pencari Google. Di sebelah tombol inilah terdapat trackball yang bisa mengeluarkan cahaya.

    Tombol-tombol ini rasanya kok terlalu banyak untuk sebuah ponsel pintar. Seandainya HTC mengeliminasi beberapa tombol dan memindahkan fungsinya ke layar sentuh, mungkin akan jauh lebih cantik.

    HTC menanamkan kamera 5 megapiksel di ponsel ini. Dengan autofocus, pemotretan menjadi lebih mudah. Hasilnya? Mumpuni. Foto yang dihasilkannya tajam dan kaya warna.

    Daya tahan baterai ponsel yang dibanderol Rp 5,2 juta ini terbilang lumayan. Pada pemakaian yang cukup sibuk, baterainya bisa bertahan empat hari.

    Spesifikasi Hero
    Sistem operasi: Android
    Prosesor: Qualcomm MSM7200A 528 MHz, RAM 288 MB, dan ROM 512 MB
    Layar: 3,2 inci beresolusi HVGA 320 x 480 piksel
    Jaringan: HSPA/WCDMA 900/2.100 MHz, GSM/GPRS/EDGE 850/900/1.800/1.900 MHz
    Konektivitas: Bluetooth 2.0, WiFi b/g, HTC ExtUSB, audio jack 3,5 mm
    Kamera: 5 MP
    Multimedia: Audio dengan Windows Media Audio 9, video dengan Windows Media Video 9
    Memori: Eksternal MicroSD
    Fitur lain: G-sensor, Kompas Digital, HTC Sense, Widget, Sync, Android Market, Microsoft Exchange, PDF Viewer, Quick Office, AK Notepad, Stock, Cuaca, Twitter Peep, Smart Dialer, dan Game Teeter 
     
    DEDDY SINAGA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?