Menghidupkan Katak yang Sudah Mati

Reporter

Selasa, 19 Maret 2013 13:04 WIB

Katak. bbci.co.uk

TEMPO.CO, Washington - Spesies katak punah akan dibangkitkan kembali oleh para ilmuwan. Mereka menggunakan teknologi kloning untuk menanamkan inti sel yang telah mati ke dalam sel telur segar dari spesies katak lain. Meskipun embrio yang dihasilkan hanya bertahan hidup beberapa hari, terobosan penelitian oleh tim internasional ini untuk menghidupkan makhluk yang telah punah seperti mammoth menjadi selangkah lebih dekat.

Para ilmuwan yang bekerja pada proyek Lazarus ini belum mempublikasikan hasil penelitian mereka. Mereka mengatakan hambatan masa depan untuk menghadirkan katak punah tersebut ke kehidupan nyata adalah masalah teknologi, bukan biologi.

Pencapaian tim dalam beberapa hal sangat ajaib. Katak aneh Rheobatrachus silus yang menelan telur-telurnya, mengerami anak-anaknya di dalam perutnya, dan melahirkan lewat mulut, telah mati pada 1983. Tetapi peneliti mampu memulihkan inti sel dari jaringan R. silus itu. Inti sel ini dikumpulkan dan selama 40 tahun berada di dalam alat pendingin konvensional.

Dalam percobaan yang diulang selama 5 tahun, para peneliti menggunakan teknik laboratorium yang dikenal sebagai transfer nuklir sel somatik. Menggunakan metode yang sama dengan yang dibayangkan dalam Jurrasic Park, para peneliti ini mengambil telur segar dari katak great barred. Lalu menon-aktifkan inti selnya dan menggantinya dengan gen dari katak yang punah tersebut.

Beberapa telur mulai membelah secara spontan dan tumbuh ke tahap embrio awal, semacam bola kecil sel hidup dari makhluk yang punah selama 30 tahun. Meskipun tak ada embrio yang bisa bertahan hidup lama di luar dalam beberapa hari, tes genetik menegaskan bahwa sel-sel tersebut mengandung materi genetik dari katak punah.

"Kami telah mengaktifkan kembali sel-sel mati dan menghidupkan kembali genom katak punah. Sekarang kami memiliki sel cryo yang diawetkan dari katak punah untuk digunakan dalam eksperimen kloning mendatang," kata Mike Archer, seorang profesor di University of New South Wales yang memimpin proyek Lazarus ini.

Profesor Archer berbicara secara terbuka untuk pertama kalinya tentang proyek ini dalam acara DeExtinction TEDx di Washington DC. Para peneliti dari seluruh dunia berkumpul untuk membahas kemajuan dan rencana memunculkan kembali hewan dan tumbuhan punah dalam kehidupan nyata. Spesies kandidat yang mungkin dihidupkan kembali adalah mammoth, dodo, burung Cuban red macaw, dan moa raksasa dari Selandia Baru. (Berita Iptek lainnya)

DAILY MAIL | ISMI WAHID

Berita Lainnya:
Lima Cuitan Yusril Setelah PBB Lolos Pemilu 2014
Tak Punya Jago, PDIP Turunkan Puan ke Jawa Timur
Penyerang Kantor Tempo Menangis dan Minta Maaf
Djoko Susilo Punya Rumah Dekat Diskotek di Bali
Kisah Jenderal Djoko dan Kebun Binatang

Berita terkait

BRIN Berikan Nurtanio Award ke Ahli Penerbangan & Antariksa Profesor Harijono Djojodihardjo

26 November 2023

BRIN Berikan Nurtanio Award ke Ahli Penerbangan & Antariksa Profesor Harijono Djojodihardjo

BRIN memberikan penghargaan tertinggi kepada periset Indonesia yang berprestasi, dan kepada tokoh yang telah memberikan andil kemajuan iptek.

Baca Selengkapnya

Jokowi Dorong Generasi Muda Kuasai Iptek Dibarengi Budi Pekerti

19 Agustus 2023

Jokowi Dorong Generasi Muda Kuasai Iptek Dibarengi Budi Pekerti

Jokowi mendorong pelajar Muhammadiyah untuk memiliki kemampuan iptek dan juga budi pekerti yang baik

Baca Selengkapnya

Jokowi Ungkap 3 Acuan Penting Menuju Visi Indonesia Emas 2045

15 Juni 2023

Jokowi Ungkap 3 Acuan Penting Menuju Visi Indonesia Emas 2045

Presiden Joko Widodo alias Jokowi membeberkan tiga hal penting yang menjadi acuan menuju visi Indonesia Emas 2045. Simak detailnya.

Baca Selengkapnya

Memahami Globalisasi serta Dampak Negatif dan Positifnya

10 Desember 2022

Memahami Globalisasi serta Dampak Negatif dan Positifnya

Dengan adanya globalisasi, segala aktivitas manusia semakin mudah. Namun lihat juga dampak negatif dan positifnya.

Baca Selengkapnya

Di Acara HUT PGRI, Jokowi Minta Guru Pastikan Anak Didik Kuasai Iptek dan Keterampilan Teknis

3 Desember 2022

Di Acara HUT PGRI, Jokowi Minta Guru Pastikan Anak Didik Kuasai Iptek dan Keterampilan Teknis

Jokowi meminta para guru memastikan anak didiknya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi

Baca Selengkapnya

Siti Fauziah Dorong Mahasiswa Kuasai Iptek dan Lestarikan Budaya

25 November 2022

Siti Fauziah Dorong Mahasiswa Kuasai Iptek dan Lestarikan Budaya

MPR membuka pintu lebar-lebar kepada seluruh elemen bangsa termasuk para mahasiswa untuk berkunjung dan mendapatkan semua informasi.

Baca Selengkapnya

BRIN Anugerahkan Habibie Prize 2022 kepada Empat Ilmuwan

10 November 2022

BRIN Anugerahkan Habibie Prize 2022 kepada Empat Ilmuwan

Penghargaan Habibie Prize 2022 diberikan pada empat ilmuwan yang memberikan kontribusi di bidang iptek dan inovasi.

Baca Selengkapnya

Presiden Tegaskan Kedudukan Pancasila sebagai Paradigma Iptek

4 November 2022

Presiden Tegaskan Kedudukan Pancasila sebagai Paradigma Iptek

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyelenggarakan Symposium on State Ideology and International Conference on Digital Humanities 2022 di Institut Teknologi Bandung.

Baca Selengkapnya

Pemanfaatan Iptekin sebagai Penentu Arah Kebijakan Nasional

20 April 2022

Pemanfaatan Iptekin sebagai Penentu Arah Kebijakan Nasional

Ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi (Iptekin) telah menjadi salah satu faktor utama bagi negara-negara maju dalam mempercepat program pembangunan nasional di berbagai sektor, terlebih pada sektor pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan.

Baca Selengkapnya

Praktik Kebijakan Iptekin di Indonesia dan Malaysia

20 April 2022

Praktik Kebijakan Iptekin di Indonesia dan Malaysia

Praktik Kebijakan Iptekin di Indonesia dan Malaysia

Baca Selengkapnya