Medan Magnet, Cara Baru Diagnosis Malaria

Reporter

Senin, 1 September 2014 19:00 WIB

Pegiat yang tergabung dalam Indonesia Malaria Care Foundation melakukan aksi damai di kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Selasa (23/4). Menurut data Unicef sebanyak 38 ribu meninggal dan 15 juta orang mengidap malaria di dunia setiap tahunnya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Singapura - Kini ada cara baru untuk mendiagnosis penyakit malaria. Sebuah tim peneliti dari Singapore-MIT Alliance for Research and Technology (SMART) menggunakan magnetic resonance relaxometry (MRR), sepupu dekat magnetic resonance imaging atau dikenal dengan MRI, untuk mendeteksi produk limbah parasit dalam darah pasien yang terinfeksi.

"Teknik ini lebih dapat diandalkan untuk mendeteksi malaria", kata Jongyoon Han, seorang profesor teknik listrik dan teknik biologi di MIT, seperti dikutip Phys.org, Senin, 1 September 2014.

Memburu malaria dengan magnet, begitu kira-kira prinsip kerjanya. Metode berbasis MRR ini didasarkan pada biomarker alami sehingga tidak memerlukan pengolahan sampel darah secara biokimia. "Anda tidak perlu label atau pewarna apapun," kata peneliti dari SMART, Weng Kung Peng. (Baca: Lima Provinsi Ini Masih Menjadi Sarang Malaria).

Sistem MRR mendeteksi produk limbah Plasmodium--parasit penyebab malaria--yang disebut hemozoin. Ketika parasit menginfeksi sel darah merah, mereka memakan hemoglobin kaya nutrisi yang dibawa oleh sel. Ketika rusak, hemoglobin melepaskan zat besi yang dapat menjadi racun. Agar terhindar dari racun, parasit mengubah besi itu menjadi hemozoin--kristal paramagnetik yang lemah.

Kristal hemozoin rupanya mengganggu perputaran magnetik normal atom hidrogen. Bila dikenai medan magnet yang kuat, atom hidrogen akan kembali menyelaraskan putaran mereka ke arah yang sama. Namun, keberadaan partikel magnetik seperti hemozoin ternyata mengganggu proses sinkronisasi atom hidrogen. Semakin banyak jumlahnya, semakin cepat gangguan sinkronisasinya.

"Kami coba mengukur bagaimana resonansi magnetik inti atom hidrogen dipengaruhi oleh kedekatan dengan partikel magnetik lainnya, dalam hal ini hemozoin," kata Han. Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine edisi 31 Agustus lalu. (Baca: Hari Malaria Sedunia, WHO Kembangkan Vaksin Baru).


Teknik baru ini diklaim lebih praktis dibanding cara tradisional, yakni dengan metode pewarnaan. Dalam percobaan, para peneliti menggunakan magnet berkekuatan 0,5 tesla. Angka ini jauh di bawah setelan 2-3 tesla yang biasa dipakai dalam diagnosa pencitraan dengan MRI. Pengoperasiannya pun lebih murah. Jika MRI dapat menelan biaya hingga US$ 2 juta, diagnosa dengan MRR hanya menghabiskan 10 sen.


Tim peneliti SMART telah membuat purwarupa alat diagnosa temuan mereka. Ukurannya cukup mungil untuk diletakkan di meja atau bangku laboratorium. Mereka sedang memodifikasi agar perangkat bisa seukuran sabak digital sehingga mudah dibawa. (Baca juga: Angka Penurunan Kematian Malaria di Indonesia).


Han mengatakan, dengan alat MRR, analisis sampel darah memakan waktu kurang dari satu menit. Sampel darah yang diperlukan hanya sekitar 10 mikroliter yang dapat diperoleh dengan satu kali tusukan jarum pada ujung jari. "Diagnosa malaria menjadi lebih mudah bagi pasien dan petugas kesehatan," ujarnya.

PHYS.ORG | MAHARDIKA SATRIA HADI



Advertising
Advertising

Berita Terpopuler:
Tak Kooperatif, Florence 'Ratu SPBU' Masuk Sel
Jokowi-JK Naikkan Harga BBM, Buruh Siap Unjuk Rasa
Dian Sastro: Ahok Mungkin Suntuk dengan Kerjaannya

Berita terkait

Dinas Kesehatan Sorong Selatan Temukan 47 Kasus Malaria pada Januari-Maret

49 hari lalu

Dinas Kesehatan Sorong Selatan Temukan 47 Kasus Malaria pada Januari-Maret

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sorong Selatan, Marthina Atanay, mengatakan seluruh kasus malaria tersebut sudah ditindaklanjuti puskesmas setempat.

Baca Selengkapnya

Universitas Jember Tambah 8 Guru Besar, dari Matematika sampai Ilmu Akuntansi

30 Januari 2024

Universitas Jember Tambah 8 Guru Besar, dari Matematika sampai Ilmu Akuntansi

Universitas Jember targetkan tembus 100 guru besar pada 2028.

Baca Selengkapnya

6 Risiko Kesehatan yang Bisa Dilihat dari Golongan Darah

12 Januari 2024

6 Risiko Kesehatan yang Bisa Dilihat dari Golongan Darah

Satu hal yang tidak bisa Anda ubah adalah golongan darah yang jadi salah satu faktor krusial penentu kesehatan.

Baca Selengkapnya

Yang Perlu Diperhatikan saat Bepergian ke Tempat Rawan Malaria

26 November 2023

Yang Perlu Diperhatikan saat Bepergian ke Tempat Rawan Malaria

Berikut informasi mengenai malaria dan tindakan pencegahan yang perlu diambil ketika bepergian ke daerah yang umum terjadi kasus malaria.

Baca Selengkapnya

Bedah Kunyit: Kandungan Senyawa hingga Manfaatnya

14 September 2023

Bedah Kunyit: Kandungan Senyawa hingga Manfaatnya

Kunyit salah satu tanaman obat yang paling banyak digunakan karena mengandung beberapa khasiat farmakologi.

Baca Selengkapnya

Mengenal Robot Pengusir Nyamuk buatan Mahasiswa UGM

14 Agustus 2023

Mengenal Robot Pengusir Nyamuk buatan Mahasiswa UGM

Musim kemarau mengundang banyak nyamuk, bagaimana cara mengusirnya? Inilah terobosan robot pengusir nyamuk buatan mahasiswa UGM.

Baca Selengkapnya

Kabupaten Jayapura Gelar Jambore Kader Siaga Malaria

28 Juli 2023

Kabupaten Jayapura Gelar Jambore Kader Siaga Malaria

Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi kinerja kader Siamal.

Baca Selengkapnya

Kasus Malaria di AS, Berhubungan dengan Perubahan Iklim?

17 Juli 2023

Kasus Malaria di AS, Berhubungan dengan Perubahan Iklim?

Para ilmuwan masih perlu penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah kasus malaria di AS berkaitan dengan perubahan iklim

Baca Selengkapnya

Malaria dan Nyamuk Anopheles, Seluk-beluk Penularan dan Lainnya

16 Juli 2023

Malaria dan Nyamuk Anopheles, Seluk-beluk Penularan dan Lainnya

Selama menggigit, nyamuk betina Anopheles yang terinfeksi parasit Plasmodium, pencetsus Malaria, dapat mentransmisikan parasit tersebut ke manusia.

Baca Selengkapnya

Malaria Sergap Amerika Serikat, Bagaimana Kasus Itu Mengganas di Florida dan Texas

14 Juli 2023

Malaria Sergap Amerika Serikat, Bagaimana Kasus Itu Mengganas di Florida dan Texas

Kasus malaria muncul kembali di Amerika Serikat, ancaman yang tak terduga menjelajahi negeri.

Baca Selengkapnya