Greenpeace Soroti Mandeknya Pembahasan Dana dalam Perundingan Keanekaragaman Hayati COP16

Senin, 28 Oktober 2024 07:27 WIB

Suasana Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB (COP16) ke-16 di Cali, Kolombia, 20 Oktober 2024. REUTERS/Juan David Duque

TEMPO.CO, Jakarta - Pertemuan ke-16 Konferensi Para Pihak Konvensi Keanekaragaman Hayati (COP16 CBD) telah membahas perundingan pada pekan kedua. Dalam perundingan ini, negara-negara kaya akan dihadapkan pada pertanggungjawaban atas seminggu tidak adanya tindakan yang berarti terkait penyaluran dana.

Saat para menteri tiba dan agenda untuk minggu terakhir perundingan keanekaragaman hayati mulai terbentuk, Greenpeace menyerukan agar komitmen untuk menutup kesenjangan pendanaan alam dan untuk memastikan akses langsung ke pendanaan bagi masyarakat adat dan masyarakat lokal segera dipenuhi.

Pakar Politik Keanekaragaman Hayati Greenpeace Internasional, An Lambrechts, mengatakan COP16 dapat menghasilkan terobosan besar dalam perlindungan alam yang terhambat karena pemerintah berdebat tentang apakah akan menyiapkan dana baru untuk sisa dana yang belum masuk atau tidak.

Para pemimpin, kata An Lambrechts, dapat menunjukkan komitmen mereka terhadap tindakan nyata dengan mendobrak sekat-sekat untuk tindakan iklim-keanekaragaman hayati, akses langsung ke pendanaan bagi masyarakat adat dan komunitas lokal yang melakukan tindakan nyata dalam perlindungan keanekaragaman hayati, perlindungan laut dan hutan, dan mekanisme pembayaran bagi perusahaan yang mendapatkan keuntungan dari informasi digital dari alam untuk akhirnya membayar utang mereka kepada dunia karena mengambil sumber daya alam ini.

Menurut dia, perwakilan industri yang dibayar mahal melakukan upaya terbaiknya untuk merusak kemajuan guna memastikan mereka dapat terus mendapatkan keuntungan dari alam secara cuma-cuma.

Advertising
Advertising

"Kita memerlukan lebih sedikit acara promosi besar untuk solusi palsu seperti ‘kredit keanekaragaman hayati’ dan lebih banyak uang baru untuk perlindungan alam yang sebenarnya yang sejauh ini tidak ada. Yang jelas di Cali adalah dunia siap untuk tindakan global terhadap keanekaragaman hayati jika pemerintah dapat memberikan hasil nyata di COP16," kata An Lambrechts dikutip Tempo dari siaran pers Greenpeace, Senin, 28 Oktober 2024.

Wakil Direktur Kampanye Greenpeace Andino (Argentina, Cili, dan Kolombia), Estefanía Gonzalez, mengatakan beberapa hari pelaksanaan COP 16 berlalu tanpa pemenuhan komitmen yang disepakati. Hal ini, kata dia, menghilangkan kesempatan untuk melindungi keanekaragaman hayati.

Menurut dia, negara-negara dengan sumber daya yang lebih besar memiliki kapasitas dan tanggung jawab untuk mendorong perubahan, dengan memenuhi tujuan yang disepakati dan mendukung mereka yang menghadapi dampak terbesar dari hilangnya keanekaragaman hayati.

Estefanía mengatakan Amerika Latin adalah salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi di planet ini, jadi ketika negara-negara maju memenuhi tanggung jawab keuangan mereka, mereka tidak hanya mendukung wilayah-wilayah ini tetapi juga menjaga kesejahteraan warga negara mereka sendirinya. "Alam membutuhkan tindakan dan keputusan konkret saat ini untuk memastikan masa depan yang seimbang bagi semua," ucapnya.

Sebelumnya, delegasi Greenpeace berharap pada COP16 bakal melahirkan komitmen untuk menyediakan pendanaan US$ 20 miliar atau setara Rp 311 triliun pada 2025 sebagai implementasi dari kerangka kerja Montreal-Kunming tersebut. Tak hanya itu, dana diharap meningkat setiap tahun setelahnya hingga menjadi US$ 30 miliar pada 2030, dengan akses langsung ke pendanaan disediakan bagi masyarakat adat dan masyarakat lokal.

Pilihan Editor: Rektor ITB Reini Berharap Lulus Cum Laude serta BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Berawan di Top 3 Tekno

Berita terkait

Masyarakat Sipil Indonesia Desak Pemerintah Dukung Agenda Masyarakat Adat di COP16 CBD

3 hari lalu

Masyarakat Sipil Indonesia Desak Pemerintah Dukung Agenda Masyarakat Adat di COP16 CBD

Pada COP16, Masyarakat Adat mendorong negara-negara yang hadir untuk memastikan pengakuan penuh atas kontribusi Masyarakat Adat.

Baca Selengkapnya

Tidak Lagi Jadi Menteri, Siti Nurbaya Bakar Menyampaikan Pesan kepada Dua Menteri Penggantinya di Kabinet Prabowo

5 hari lalu

Tidak Lagi Jadi Menteri, Siti Nurbaya Bakar Menyampaikan Pesan kepada Dua Menteri Penggantinya di Kabinet Prabowo

Mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyoroti sejumlah isu kunci, seperti keanekaragaman hayati dan EUDR.

Baca Selengkapnya

Seruan Greenpeace ke Delegasi Negara-negara di COP16 Biodiversitas: Penundaan Tak Dapat Diterima

5 hari lalu

Seruan Greenpeace ke Delegasi Negara-negara di COP16 Biodiversitas: Penundaan Tak Dapat Diterima

Greenpeace berharap pada COP16 Biodiversitas bakal melahirkan komitmen untuk menyediakan pendanaan US$ 20 miliar pada 2025.

Baca Selengkapnya

PBB Gelar 3 COP Sekaligus Tahun Ini: Biodiversitas, Perubahan Iklim, Daratan

6 hari lalu

PBB Gelar 3 COP Sekaligus Tahun Ini: Biodiversitas, Perubahan Iklim, Daratan

Berikut penjelasan apa saja ketiga COP itu serta kapan-di mana-apa yang dibahas.

Baca Selengkapnya

COP16 Konvensi Biodiversitas Digelar Mulai Hari Ini, Perdagangan Bakal Ikut Disorot

6 hari lalu

COP16 Konvensi Biodiversitas Digelar Mulai Hari Ini, Perdagangan Bakal Ikut Disorot

COP16 Konvensi Biodiversitas PBB di Cali, Kolombia, digelar mulai hari ini, 21 Oktober 2024, hingga 10 hari ke depan.

Baca Selengkapnya

Hadiri Konferensi Keanekaragaman Hayati COP16 di Kolombia, Delegasi Greenpeace Cerita Kualitas Udara dan Ancaman Gerilyawan

7 hari lalu

Hadiri Konferensi Keanekaragaman Hayati COP16 di Kolombia, Delegasi Greenpeace Cerita Kualitas Udara dan Ancaman Gerilyawan

COP16 akan menjadi COP Keanekaragaman Hayati pertama sejak diadopsinya Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global.

Baca Selengkapnya

Soroti Pidato Prabowo, Greenpeace: Masa Depan Lingkungan Hidup Akan Semakin Suram

7 hari lalu

Soroti Pidato Prabowo, Greenpeace: Masa Depan Lingkungan Hidup Akan Semakin Suram

Greenpeace Indonesia menilai pidato perdana Prabowo tidak menyinggung soal lingkungan hidup dan krisis iklim, yang seharusnya menjadi isu penting pemimpin negara saat ini.

Baca Selengkapnya

Polusi Plastik di Tubuh Serangga, Peneliti: Ancaman Keanekaragaman Hayati dan Produksi Pertanian

8 hari lalu

Polusi Plastik di Tubuh Serangga, Peneliti: Ancaman Keanekaragaman Hayati dan Produksi Pertanian

Studi oleh tim peneliti internasional menemukan sampah plastik di tubuh serangga. Akan berdampak pada keanekaragaman hayati dan produksi pertanian.

Baca Selengkapnya

Sambut Pelantikan Presiden, Greenpeace Tampilkan Atraksi Video Pengingat Krisis Iklim dan Demokrasi

8 hari lalu

Sambut Pelantikan Presiden, Greenpeace Tampilkan Atraksi Video Pengingat Krisis Iklim dan Demokrasi

Greenpeace menampilkan atraksi video berisi seruan untuk kritis terhadap pemerintahan Prabowo - Gibran

Baca Selengkapnya

Greenpeace: Hutan Indonesia Jadi Perkebunan Sawit Meningkat Drastis 5 Tahun Terakhir

18 hari lalu

Greenpeace: Hutan Indonesia Jadi Perkebunan Sawit Meningkat Drastis 5 Tahun Terakhir

Greenpeace mencatat 183.687 hektare habitat orang utan di Sumatera dan Kalimantan telah diganggu oleh perkebunan sawit. Belum harimau dan gajah.

Baca Selengkapnya