Cara Cegah Serangan Ransomware WannaCry untuk Pengguna Windows

Reporter

Senin, 15 Mei 2017 11:27 WIB

Ilustrasi virus ransomware. cnbc.com

TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memberikan beberapa cara menghindari serangan ransomware bernama WannaCry. Ransomware ini sejak akhir pekan lalu banyak menyerang situs lembaga dan meminta tebusan.

WannaCry hanya menyerang pengguna komputer berbasis Microsoft. "Jenis Ransomware yang saat ini sedang mewabah adalah WannaCrypt0r 2.0 ransomware, yang memanfaatkan kelemahan security pada Sistem Operasi Microsoft," tulis APJII dalam keterangan tertulis, Senin, 15 Mei 2017.

Baca: Waspadalah, Pakar Prediksi Akan Ada Serangan Kedua WannaCry

Bagi pengguna komputer berbasis Microsoft yang belum menaikkan versi sistem keamanannya, AJII memberikan langkah pencegahan sebagai berikut:

1. Sebelum menyalakan komputer
a. Cabut kabel data (LAN) yang tersambung.
b. Matikan wifi di sekitar komputer yang dapat otomatis tersambung.

2. Setelah diyakinkan aman komputer tidak dapat tersambung ke Internet, komputer dapat dinyalakan untuk segera melakukan backup seluruh data ke Hard Disk Portable atau USB Flash Drive.

3. Lakukan download security patch dari komputer berbeda yang tidak terlalu kritikal fungsinya atau melalui komputer yang sistem operasinya bukan Windows di https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010 dan baca panduannya di https://blogs.technet.microsoft.com/msrc/2017/05/12/customer-guidance-for-wannacrypt-attacks/.

4. Setelah selesai melakukan backup secara aman dan flash drive/Hard Disk portable disimpan dengan aman secara terpisah, pada komputer yang bersangkutan dapat dilakukan update melalui file yang telah diunduh pada langkah terdahulu.

Baca: Pengguna Windows XP Lebih Rentan Terinfeksi Ransomware WannaCry

5. Silahkan melakukan aktifitas seperti biasa setelah berhasil melakukan security update yang diperlukan.

Ransomware adalah sejenis aplikasi tools/perangkat perusak yang dirancang serta ditanamkan secara diam-diam. Program komputer jahat ini dijalankan secara jarak jauh dan berakibat pada terhalangnya akses ke sistem komputer atau data. Ia bekerja dengan mengunci sistem dengan cara mengenkripsi file sehingga tidak dapat diakses sebelum tebusan dibayar.

Baca: Ransomware WannaCry, Microsoft: Amerika Kecolongan

APJII mengimbau seluruh pengguna teknologi informasi untuk secara cepat melakukan update sistem apabila telah tersedia. Mereka mengatakan update semacam ini dapat menyelamatkan pengguna dari serangan-serangan cyber semacam WannaCry.

Mereka juga mengingatkan agar berhati-hati menggunakan tautan di internet, e-mail atau media sosial yang tidak dikenali. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menjadi media penyebaran ransomware masuk.

EGI ADYATAMA

Berita terkait

Fakta-fakta Data PT KAI Diduga Dibobol Peretas

19 Januari 2024

Fakta-fakta Data PT KAI Diduga Dibobol Peretas

Peretasan data PT KAI itu disebut dilakukan oleh geng ransomware bernama Stormous.

Baca Selengkapnya

Pengamat Siber Temukan Data Kredensial PT KAI yang Dibobol Hacker Stormous

18 Januari 2024

Pengamat Siber Temukan Data Kredensial PT KAI yang Dibobol Hacker Stormous

82 kredensial karyawan PT KAI yang bocor, hampir 22,5 ribu kredensial pelanggan, dan 50 kredensial dari karyawan perusahaan lain yang bermitra dengan PT KAI.

Baca Selengkapnya

Pengamat Siber Sebut Data Internal PT KAI Dibobol Geng Ransomware Stormous

18 Januari 2024

Pengamat Siber Sebut Data Internal PT KAI Dibobol Geng Ransomware Stormous

Vice President Public Relations PT KAI Joni Martinus menanggapi isu yang beredar terkait perusahaannya telah terkena serangan ransomware.

Baca Selengkapnya

Dugaan Kebocoran Data KAI, CISSReC Minta Karyawan Diberi Edukasi Keamanan Siber

17 Januari 2024

Dugaan Kebocoran Data KAI, CISSReC Minta Karyawan Diberi Edukasi Keamanan Siber

CISSReC menilai perlu diadakan pelatihan khusus bagi karyawan PT KAI, supaya lebih paham perihal keamanan data dan cara mencegah peretasan.

Baca Selengkapnya

FBI Ciptakan Alat Dekripsi untuk Bantu Mengembalikan Data 500 Korban Ransomware

22 Desember 2023

FBI Ciptakan Alat Dekripsi untuk Bantu Mengembalikan Data 500 Korban Ransomware

Biro penyelidik kenamaan tersebut telah menyita "beberapa situs web" yang dioperasikan oleh geng ransomware ALPHV/Blackcat

Baca Selengkapnya

OJK: Dunia Rugi US$ 8 Triliun Akibat Kejahatan Siber

30 November 2023

OJK: Dunia Rugi US$ 8 Triliun Akibat Kejahatan Siber

Data IIA menunjukkan bahwa kerugian kejahatan siber di seluruh dunia pada 2023 mencapai US$ 8 triliun.

Baca Selengkapnya

Apa Itu Ransomware? Ini Pengertian dan Jenisnya

15 November 2023

Apa Itu Ransomware? Ini Pengertian dan Jenisnya

Ransomware serupa dengan malware yakni sebagai virus dan program jahat yang dapat mengambil alih perangkat. Kenali pengertian dan jenisnya.

Baca Selengkapnya

Mengenal Kelompok Peretas LockBit yang Bobol Bank Terbesar di China

11 November 2023

Mengenal Kelompok Peretas LockBit yang Bobol Bank Terbesar di China

Aktif sejak September 2019, kelompok peretas LockBit telah menyerang ribuan organisasi dan perusahaan. Terbaru, menyerang bank terbesar di China.

Baca Selengkapnya

Google Selidiki Bug Pembaruan Beberapa Profil Android 14

31 Oktober 2023

Google Selidiki Bug Pembaruan Beberapa Profil Android 14

Google secara resmi mengonfirmasi adanya bug pada pembaruan Android 14. Simak rinciannya.

Baca Selengkapnya

Pakar Keamanan Siber: Ada Anomali Pengelolaan Keamanan Siber Otoritas Keuangan

9 Oktober 2023

Pakar Keamanan Siber: Ada Anomali Pengelolaan Keamanan Siber Otoritas Keuangan

Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan ada anomali di pengelolaan sistem keamanan siber otoritas keuangan.

Baca Selengkapnya