Finalis Kalbe Junior Scientist Award Bertemu dengan Menteri Retno

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan bingkisan kepada salah satu finalis Kalbe Junior Scientist Award 2017 di Gedung Pancasila, Jumat, 13 Oktober 2017. (TEMPO/Zul'aini Fi'id)

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan bingkisan kepada salah satu finalis Kalbe Junior Scientist Award 2017 di Gedung Pancasila, Jumat, 13 Oktober 2017. (TEMPO/Zul'aini Fi'id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) yang diselenggarakan oleh Kalbe bersama Tempo Media, pagi hari ini melakukan audiensi dengan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat.

    Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) merupakan ajang kompetisi dan pemberian apresiasi karya sains untuk anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini. Program ini telah dilaksanakan sejak 2011.

    Para finalis KJSA yang terpilih dipertemukan dengan para tokoh inspiratif untuk menambah wawasan, memberi keteladanan dalam mencintai ilmu pengetahuan, meraih cita-cita dan memiliki prestasi.

    Tahun ini KJSA telah menerima sejumlah 1.103 karya sains yang berasal dari 26 provinsi di Indonesia dan telah diseleksi menjadi 18 karya sains terbaik dari para finalis pada 11 Oktober 2017. Pemberian penghargaan akan dilakukan pada hari, Sabtu, 14 Oktober 2017.

    Baca: Kalbe Junior Scientist Award, Dorong Inovasi Sains Anak

    Selain dihadiri oleh Menteri Luar Negeri, acara tersebut juga dihadiri oleh Presiden Direktur Kalbe Farma, Vidjongtius. Vidjongtius menjelaskan bahwa tujuan dari audiensi para finalis KJSA bertemu dengan Menteri Luar Negeri adalah agar bisa membuka wawasan dunia para finalis mengenai peran dunia terhadap Indonesia.

    "Tahun lalu kita juga bertemu dengan Bapak Presiden Joko Widodo, dan memang kita berusaha untuk mempertemukan anak-anak dengan tokoh-tokoh teladan. Dan tahun ini kita berkesempatan untuk bertemu Ibu Menteri," kata Vidjongtius dalam acara yang diselenggarakan di Gedung Pancasila, Jumat 13 Oktober 2017.

    Vidjongtius mengatakan bahwa Kalbe akan terus meneruskan program ini untuk kedepannya, dan akan menambah semakin banyak pesertanya. Ia mengatakan bahwa nantinya selain ada Junior Scientist, akan di siapkan pula untuk Senior Scientist. Senior ini akan melibatkan universitas-universitas dan Kemenristekdikti, secara konsisten. "Kami sebagai Kalbe terus berkomitmen untuk hal itu," kata Vidjongtius.

    Menteri Retno Marsudi, dalam sambutannya menjelaskan sejarah dari Gedung Pancasila yang sedang digunakan para finalis. Menteri juga mengajak anak-anak tersebut untuk membaca Pancasila bersama-sama. Menteri Retno Marsudi berharap anak-anak tersebut dapat menjalankan nilai-nilai Pancasila.

    Baca: Aksi Peneliti Cilik di Kalbe Junior Scientist Award

    Perempuan berusia 54 tahun itu menjelaskan bahwa ini merupakan acara yang meng-encourage inovasi dan kreatifitas anak-anak di seluruh provinsi di Indonesia. Anak-anak ini merupakan anak-anak yang istimewa yang berusaha menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

    “Acara seperti ini perlu kita bangun agar kedepannya anak-anak Indonesia dapat menumbuhkan inovasi dan kreatifitasnya. Jadi dalam rangka itulah hari ini saya sengaja meluangkan waktu untuk memberikan semangat kepada mereka,” kata Mantan Duta Besar Indonesia itu.

    Simak artikel menarik lainnya tentang Kalbe Junior Scientist Award hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    ZUL’AINI FI’ID N. | AMB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.