Sabtu, 17 November 2018

Bukan Hanya Dieng, Embun Es Juga Muncul di Gunung Gede

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Embun es di Alun-alun Surya Kencana Gunung Gede, Jawa Barat, 5 Juli 2018, pukul 05.30 WIB. Kredit: Dok. Anggota Gede Pangrango Operation

    Embun es di Alun-alun Surya Kencana Gunung Gede, Jawa Barat, 5 Juli 2018, pukul 05.30 WIB. Kredit: Dok. Anggota Gede Pangrango Operation

    TEMPO.CO, Bandung - Fenomena embun es ternyata tidak hanya muncul di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Baru-baru ini dilaporkan juga terjadi di Alun-alun Barat Surya Kencana Gunung Gede. Video seorang pendaki mengabadikan peristiwa itu.

    Baca: [Fakta atau Hoax] Benarkah Ada Salju atau Embun Es di Kawasan Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah?

    Dari rekaman gambar video yang diperoleh Tempo, pengambil gambar menunjukkan dedauan, tenda, dan tanah rerumputan yang diliputi embun es. Relawan anggota Gede Pangrango Operation (GPO) Agus Mulyana, 34 tahun, membenarkan kejadian embun es itu seperti yang terekam dalam video.

    "Lokasinya di Alun-alun Barat Surya Kencana tanggal 5 Juli 2018," kata Agus. Waktu pengambilan gambar sekitar pukul enam pagi. "Biasanya penurunan suhu drastis dimulai dari jam 04.00-06.30."

    Gunung Gede-Pangrango yang meliputi wilayah tiga kabupaten, yaitu Bogor, Cianjur, dan Sukabumi, di Jawa Barat berketinggian 2.958 meter dari permukaan laut.

    Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung Tony Agus Wijaya mengatakan, saat ini terdapat embun es atau salju di beberapa daerah pegunungan.

    Kejadian suhu dingin malam hari dan es "salju" di lereng pegunungan disebabkan kondisi meteorologis dan musim kemarau yang saat ini tengah berlangsung. "Pada saat kemarau, memang umumnya suhu udara di malam hari, lebih dingin," katanya, Ahad, 8 Juli 2018.

    Pada kondisi kemarau saat ini di Jawa, beberapa tempat yang berada pada ketinggian terutama di daerah pegunungan, akan berpeluang untuk mengalami kondisi suhu udara di permukaan lebih rendah dari titik beku 0°C. Hal itu disebabkan molekul udara di daerah pegunungan lebih renggang dari pada dataran rendah sehingga sangat cepat mengalami pendinginan, terutama pada saat cuaca cerah tidak tertutup awan.

    Simak artikel lainnya tentang embun es di kanal Tekno Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.