Pelajar Belanda Belajar Keanekaragaman Hayati di Sukabumi

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar asal Groenhorst College, Belanda melakukan pengamatan keanekaragaman hayati yang berada di Situgunung, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jabar. (Foto: Aditya Rohman/Antaranews).

    Pelajar asal Groenhorst College, Belanda melakukan pengamatan keanekaragaman hayati yang berada di Situgunung, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jabar. (Foto: Aditya Rohman/Antaranews).

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelas pelajar dari Groenhorst College, Belanda, belajar mengenai keanekaragaman hayati dengan melakukan pengamatan ekosistem flora dan fauna  di Situgunung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

    "Kedatangan kami ke Sukabumi ini untuk mempelajari ekosistem hayati, mulai dari tumbuh-tumbuhan dan satwa di bawah kaki Gunung Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit. Selain itu, kami pun ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) di Kecamatan Nyalindung untuk mengetahui satwa dilindungi asal Indonesia," kata guru Groenhorst College, Tjerk di Sukabumi, Minggu, 12 Mei 2019.

    Menurutnya, kondisi hutan yang berada di sekitar Situgunung masih bagus, seperti banyak ditemukan tumbuhan yang mulai tumbuh, anak hewan, seperti katak, burung, dan pohon.

    "Ini membuktikan bahwa kondisi hutan di sini masih alami dan habitat satwa liarnya masih terjaga atau tidak terganggu," katanya.

     Ia dan pelajar lainnya berharap bisa melihat secara langsung hewan dilindungi dan endemik Jabar, seperti owa jawa, dan elang jawa.

    Relawan PPSC Sukabumi Budiharto mengatakan kedatangan belasan pelajar dari Belanda itu untuk melaksanakan program magang. Sebelum ke Situgunung, para pelajar itu terlebih dahulu ke PPSC untuk melihat bagaimana penanganan, mulai dari pengobatan, rehabiltasi hingga pelepasliaran hewan.

    Selain itu, di PPSC mereka dikenalkan berbagai keanekaragaman hayati, khususnya satwa Indonesia dilindungi. Kedatangan mereka pun untuk membantu kegiatan di PPSC dalam penyelamatan satwa liar Indonesia.

    "Mereka belajar di Sukabumi selama satu pekan dengan jumlah pelajarnya sebanyak 11 orang ditambah gurunya," kata Koordinator ProBumi Indonesia Cabang Sukabumi itu.

    Berita lain tentang pelajar dan keanekaragaman hayati bisa Anda simak di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.