Ambon Gempa Beruntun, Sekolah Diliburkan 10 Hari

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Wali Kota Ambon Syarif Hadler (kedua kanan) meninjau Gedung Musik Ambon dan Gedung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPT) Metrologi Legal Ambon yang rusak di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Ambon, Maluku, Kamis (10/10/2019). ANTARAFOTO/izaac mulyawan/ama.

    Wakil Wali Kota Ambon Syarif Hadler (kedua kanan) meninjau Gedung Musik Ambon dan Gedung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPT) Metrologi Legal Ambon yang rusak di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Ambon, Maluku, Kamis (10/10/2019). ANTARAFOTO/izaac mulyawan/ama.

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pemerintah Kota  Ambon meliburkan sekolah setelah gempa bermagnetudo 5,2 yang menguncang wilayah itu, Kamis, 10 Oktober 2010.

    "Instruksi Wali kota Ambon seluruh siswa, mulai dari TK hingga SMP, diliburkan mulai 11 - 20 Oktober 2019, sementara siswa SMA dan SMK juga menyesuaikan instruksi Wali kota, " kata Wakil Wali Kota Ambon Syarif Hadler di Ambon, Kamis.

    Ia mengatakan, kebijakan meliburkan siswa karena gempa susulan yang masih terjadi mengakibatkan aktivitas belajar mengajar tidak bisa berjalan normal.

    "Informasi yang kami terima orang tua meminta agar sekolah diliburkan karena orang tua khawatir akan keberadaan anak-anak saat gempa susulan terjadi," ujarnya.

    Syarif mengakui, pascagempa yang terjadi 26 September hingga saat ini, aktivitas belajar-mengajar terkendala gempa susulan yang terjadi di pagi dan siang hari.

    "Gempa susulan yang terjadi membuat aktivitas belajar terganggu dan dipulangkan lebih awal, sehingga ditempuh kebijakan untuk meliburkan siswa hingga batas waktu yang ditentukan," katanya.

    Ia menjelaskan, data sekolah yang terkena dampak gempa magnitudo 5,2 sedang  didata, terutama yang mengalami kerusakan pada bangunan maupun sekolah yang dijadikan lokasi pengungsian.

    "Kami telah meminta kepala sekolah melakukan pendataan dan mengirimkan data dan akan direkap bangunan sekolah yang rusak dan lainnya," ujarnya.

    Ditambahkan Syarif, aktivitas belajar diliburkan, tetapi aktivitas pelayanan publik di kantor pemerintahan tetap berjalan normal.

    "Seluruh ASN Pemkot Ambon tetap bekerja seperti biasanya, jika terjadi gempa susulan ASN dapat menyesuaikan diri dan melihat situasi, jika kondisi aman dapat kembali melakukan pelayanan publik seperti biasa," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.