Inilah Taiyuan, Kapal Perusak Tercanggih Cina di Latgab Jepang

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Perusak Taiyuan milik Cina. (AP)

    Kapal Perusak Taiyuan milik Cina. (AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina telah mengirim salah satu kapal perusak terbarunya dan paling canggih untuk ambil bagian dalam latihan gabungan dengan Angkatan Laut Jepang minggu ini, demikian laman SCMP mengutip media pemerintah Cina, 8 Oktober 2019.

    Taiyuan 131 merupakan destroyer tipe 052D dengan senjata rudal dan helikopter, serta 200 awak, berlayar dari pelabuhan militer di Zhoushan, provinsi Zhejiang di Cina timur.

    Kapal akan bergabung dengan kapal-kapal dari Amerika Serikat, Australia, dan India untuk latihan gabungan yang diadakan Pasukan Bela Diri Maritim - di Teluk Sagami, barat daya Tokyo, pada 15 Oktober 2019. Korea Selatan, yang terlibat dalam pertikaian politik dan perdagangan yang semakin sengit dengan Jepang, tidak diundang untuk ambil bagian.

    Di Jepang, awak Taiyuan akan menerima kunjungan perwakilan dari negara-negara lain yang terlibat. "Kunjungan ini untuk memperdalam komunikasi dengan angkatan laut dari negara-negara lain dan meningkatkan saling pengertian, dan meningkatkan kerja sama dan saling percaya," kata wakil kapten Taiyuan,  Gong Yuanxin. Geladak kapal juga akan dibuka untuk umum.

    Type 052D adalah kapal perusak multi-peran pertama PLA, yang menjadi bakal menjadi andalan armada kapal perusak ketika Beijing berupaya meningkatkan kemampuan operasionalnya di laut.

    Kapal perusak versi upgrade dari tipe 052C ini, memiliki kapasitas 6.300 ton dan dilengkapi dengan sistem peluncuran rudal vertikal dan sistem radar array. Kapal juga membawa berbagai macam senjata, termasuk kanon 130 mm, sistem senjata jarak dekat, rudal antipesawat jarak jauh  64 HHQ-9 dan rudal jelajah YJ-18 atau YJ-83.

    SCMP | CHINA DAILY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.