Deputi Senior BI Prihatin Kondisi Kabut Asap Palangka Raya

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia terpilih Destry Damayanti diperkenalkan saat Rapat Paripuna ke-23 Masa Persidangan V Tahun 2018-2019  di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 25 Juli 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia terpilih Destry Damayanti diperkenalkan saat Rapat Paripuna ke-23 Masa Persidangan V Tahun 2018-2019 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 25 Juli 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Palangka Raya - Deputi Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti prihatin melihat asap tipis menyelimuti Palangka Raya saat pesawat yang ditumpanginya dari Jakarta hendak turun di Bandara Cilik Riwut, Jumat, 25 Oktober 2019.

    "Asap menyambut kedatangan kami dan saya sangat prihatin dengan kondisi ini," ujarnya saat meresmikan BI Corner dan penyerahan bantuan sosial BI di kampus Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang di Palangka Raya, Jumat.

    Ia melihat saat pesawat hendak mendarat memang masih ada asap dan jarak pandangnya terbatas, padahal ia mendapat laporan bahwa seminggu lalu udara di Palangka Raya sudah bersih.

    Destry kemudian menggambarkan bagaimana kondisi masyarakat Kalteng ketika harus menghadapi asap tebal beberapa waktu lalu. "Saya melihat asap yang tipis saja masih menyengat apalagi bapak dan ibu sekalian harus menghadapi asap tebal dengan bau yang luar biasa," ujarnya.

    Di bagian lain Destry juga menyebutkan saat ini ekonomi Kalteng tumbuh mencapai 7 persen. Pertumbuhan ini berasal dari perkebunan kelapa sawit (plantation) dan juga pertambangan batubara. "Ke depannya ketergantungan terhadap komoditas ini harus dikurangi," ujarnya.

    Untuk diketahui, sudah hampir dua pekan ini Kalteng tak diguyur hujan dan kondisi ini mengakibatkan selama dua hari ini kabut asap tipis kembali menyelimuti Palangka Raya.

    Namun demikian hingga saat ini Pemerintah Kota Palangka Raya belum berencana meliburkan para siswa dari proses belajar-mengajar seperti halnya saat kabut asap tebal beberapa waktu lalu.

    "Kami masih belum ada rencana untuk kembali meliburkan para siswa karena kabut asap belum tebal," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palangka Raya Sahdin Hasan.

    Menyinggung soal pengembalian waktu belajar siswa yang hilang akibat harus libur selama dua pekan karena pekatnya kabut asap beberapa waktu lalu, Sahdin mengatakan saat ini sekolah sudah melakukan penambahan jam belajar setiap harinya untuk mengganti waktu libur itu.

    KARANA WW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.