Rektor Universitas Palangka Raya: Lulusan Lokal Kalah di SNMPTN

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya (UPR). (Facebook.com)

    Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya (UPR). (Facebook.com)

    TEMPO.CO, Palangka Raya - Rektor Universitas Palangka Raya, Andrie Elia,  mengeluhkan masih kecilnya lulusan SLTA Kalteng yang tertampung di perguruan tinggi yang dipimpinnya karena kalah dalam SNMPTN dan SBMPTN. 

    "Setiap tahun, lulusan SLTA yang masuk ke UPR sebanyak 70 persen dari luar daerah, padahal daya tampung kita 4.500 setiap tahunnya,"ujarnya kepada wartawan di Palangka Raya, Jumat, 6 Desember 2019.

    Kendala tidak tertampungnya lulusan lokal ini lebih disebabkan karena dengan sistem penerimaan online melalui SNMPTN dan SBMPTN, maka tidak bisa menghalangi siapapun untuk masuk UPR. Sementara di sisi lain, lulusan dari Kalteng sulit untuk bersaing dengan mereka yang dari luar daerah, katanya.

    Salah satu yang dilakukan pihaknya untuk meningkatkan semakin banyaknya lulusan lokal masuk ke UPR yakni melalui jalur mandiri yang saat ini masih diusulkan kepada kementerian.

    "Bila dulu hanya 10-15 persen, sekarang kami usulkan 40 persen. Ini agar lulusan SLTA Kalteng yang tertampung bisa meningkat," kata Andrie Elia.

    Contohnya, bila sebelumnya untuk fakultas kedokteran hanya bisa menampung 50 mahasiswa, sekarang diusulkan menjadi 100 mahasiswa, katanya.

    Saat ini jumlah mahasiswa di Universitas Palangka Raya mencapai 20 ribu orang, dengan 8 fakultas dan 55 program studi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.