Hadapi Amerika, Iran Pantas Impikan 3 Senjata Rusia Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rusia mengirim beberapa pesawat tempur dan pesawat pembom dalam operasi memerangi ISIS di Suriah, yaitu Su-35S, Su-30SM, Su-34, Su-24M, dan Su-25.Keberhasilan Su-34 di Suriah meningkatkan minat beberapa negara di Timur Tengah, Afrika, Asia, dan Amerika Latin, untuk membeli bomber garis depan ini. Valery Sharifulin/TASS

    Rusia mengirim beberapa pesawat tempur dan pesawat pembom dalam operasi memerangi ISIS di Suriah, yaitu Su-35S, Su-30SM, Su-34, Su-24M, dan Su-25.Keberhasilan Su-34 di Suriah meningkatkan minat beberapa negara di Timur Tengah, Afrika, Asia, dan Amerika Latin, untuk membeli bomber garis depan ini. Valery Sharifulin/TASS

    TEMPO.CO, Jakarta - Sanksi dari PBB dan Amerika Serikat telah mengekang Iran. Tak terkecuali untuk kemampuannya mengembangkan kemampuan militer. Saat ini kebanyakan persenjataan yang dimiliki negeri para Mullah itu, seperti yang tampak saat dikerahkan menghadapi konflik dengan Amerika, adalah warisan dari era Soviet.

    Sanksi dari PBB sejatinya berakhir pada akhir 2020 ini. Jika sanksi tak berlanjut Iran tentu memiliki kesempatan untuk belanja senjata, dan bila ini benar terjadi Rusia paling potensial didatangi pertama. Persekutuan di antara negara itu sudah terjalin lama dan tampak dalam arsenalnya saat membalas serangan Amerika, 8 Januari lalu.

    Lalu, senjata Rusia apa saja yang pantas didapatkan Iran? Berikut ini analisa dari situs Russia Beyond,

    Su-30SM

    Ini adalah modifikasi terkini dari generasi 4++ jet tempur Rusia. Satu fitur utamanya adalah kemampuan untuk bermanuver tajam. Mesin dan desain aerodinamis jet ini memungkinkan pilotnya berakrobat kelas tinggi sembari manarget musuh yang berjarak hingga 100 kilometer. 

    Jet tempur ini juga compatible untuk seluruh jenis rudal udara-ke-udara maupun darat-ke-udara berpresisi tinggi milik Rusia. Kemampuan jelajahnya 3000 kilometer tanpa harus isi ulang bahan bakar atau mendarat.

    K-300P Bastion-P

    Ini adalah sistem pertahanan dengan rudal yang bisa digunakan untuk mengawal garis pantai Iran dari segala kapal tempur, tank maupun kendaraan amfibi musuh lainnya. Sistem ini meluncurkan rudal kelas P-800 Oniks yang memiliki kecepatan supersonik dengan hulu ledak 250 kilogram.

    Rudal itu mampu melenyapkan target yang berjarak hingga 3.000 kilometer dari garis pantai. Ini memberi kapasitas kepada Iran untuk mengawal perairan Teluk Persia.

    Sistem Pertahanan Udara S-400 

    Radar dan software S-400 Triumph telah disempurnakan sehingga dapat menghancurkan 36 target secara bersamaan. Radar panorama 91N6E dapat mendeteksi target sejauh 600 km dengan perlindungan anti jamming. Radar 92N6 merupakan radar multi fungsi yang mampu mendeteksi 100 target dengan jangkauan 400 km. Sputnik/Sergey Malgavko

    S-400 adalah sistem pertahanan udara milik militer Rusia paling mashyur saat ini karena belum ada rivalnya. Sistem senjata ini dibuat untuk melindungi setiap obyek militer atau pemerintahan penting dari ancaman serangan udara: jet tempur, pesawat siluman, rudal supersonik terbang rendah maupun rudal balistik strategis.

    Setiap roket yang dilepasnya mampu menjatuhkan target musuh yang berjarak 2.000 kilometer. Kemampuan membidiknya yang 360 derajat juga lebih unggul dari rival terdekatnya, MIM-104 Patriot buatan Amerika. Rudal Patriot hanya bisa membidik dengan radius 180 derajat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.