Viral Curcumin Bisa Tangkal Virus Corona, Ini Kata Penelitinya

Ilustrasi teh curcumin. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Satu artikel berjudul 'Seorang Peneliti Surabaya Temukan Penangkal Virus Corona' viral di grup-grup percakapan di telepon genggam. Artikel menuturkan penjelasan dan temuan dari Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga Chaerul Anwar Nidom yang dikaitkan dengan situasi wabah virus corona COVID-19 saat ini.

Disebutkan bahwa untuk menangkal virus corona adalah dengan menangkal badai sitokin yang tak lain sebuah proses biologis dalam paru karena adanya infeksi virus corona. "Untuk menangkal badai sitokin terdapat pada : curcumin yang ada pada jahe, kunyit, sereh dan temulawak yang biasa dibuat bumbu masak serta minuman segar," bunyi isi artikel itu.

Dalam artikel itu pula Nidom menyebutkan kalau obat-obat herbal itu sudah biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu dapat dipahami bahwa virus corona belum menyebar di Indonesia. "Bisa jadi karena masyarakat Indonesia terbiasa minum jamu atau bisa juga karena virus itu tidak sesuai dengan kondisi tubuh masyarakat Indonesia," katanya di artikel itu.

Nidom yang berpengalaman menghadapi wabah virus flu burung pada 2005 lalu menyarankan masyarakat tidak menunggu obat-obat yang dikeluarkan industri farmasi. "Konsumsilah apa yang biasa dilakukan. Kami sudah pernah mempunyai pengalaman-pengalaman yang lalu. Jadi produk-produk di daerah, tumbuhan-tumbuhan di Indonesia sudah cukup mampu menangkal (virus corona)."

Dihubungi terpisah pada Jumat, 14 Februari 2020, Nidom menyatakan kalau tidak ada yang keliru dari artikel yang viral itu. Dia hanya menegaskan bahwa riset praklinis dengan curcumin seperti yang dijelaskan dalam artikel itu dilakukannya terhadap virus corona penyebab flu burung atau yang lebih dikenal sebagai virus H5N1.

"Yang agak lewat dari berita tersebut, formulasi curcumin, langsung dihubungkan dengan COVID-19, padahal virusnya saat itu belum ada," kata sang profesor yang juga Ketua Tim Riset CoV-Formulasi Vaksin di Laboratorium Profesor Nidom Foundation itu.

Namun Nidom juga mengimbau masyarakat tidak perlu risau dengan wabah virus corona yang sekarang dan meminta kebiasaan minum jamu dan masak dengan bumbu lengkap diteruskan. Alasannya, formulasi Curcumin, seperti juga juga teh putih dan cokelat yang pahit terbukti efektif menangkal virus flu burung yang, menurutnya, "Keganasannya melebihi virus COVID-19 saat ini."  






PSI Desak Pemprov DKI Jakarta Percepat Vaksinasi Booster

1 jam lalu

PSI Desak Pemprov DKI Jakarta Percepat Vaksinasi Booster

Pemprov DKI didesak mempercepat vaksinasi booster seiring dengan naiknya kasus positif Covid-19 di Jakarta. Demikian pula BOR rumah sakit.


Mantan Pelatih Timnas Indonesia Benny Dollo Dirawat Intensif di RSU Tangsel

2 jam lalu

Mantan Pelatih Timnas Indonesia Benny Dollo Dirawat Intensif di RSU Tangsel

Mantan pelatih Timnas Indonesia Benny Dollo menjalani perawatan di RSU Tangsel. Sesak nafas dan juga diketahui positif Covid-19.


Covid Meledak di Makau, Kasino Sepi Nyaris Tanpa Pengunjung

8 jam lalu

Covid Meledak di Makau, Kasino Sepi Nyaris Tanpa Pengunjung

Makau melaporkan 89 kasus virus corona baru pada Selasa, namun kasino tetap buka meskipun hampir tidak tampak penjudi datang.


Komandan Taliban Bawa Pulang Pengantin dengan Helikopter Militer Afghanistan

10 jam lalu

Komandan Taliban Bawa Pulang Pengantin dengan Helikopter Militer Afghanistan

Seorang komandan Taliban diduga menggunakan helikopter militer milik pemerintah Afghanista untuk membawa pulang pengantin barunya


Liburan bersama Keluarga kala Masih Pandemi Covid-19, Ini Pesan Dokter Reisa

21 jam lalu

Liburan bersama Keluarga kala Masih Pandemi Covid-19, Ini Pesan Dokter Reisa

Dr. Reisa Broto Asmoro meminta setiap keluarga memperhatikan secara cermat kondisi pandemi COVID-19 di suatu daerah saat mengajak anak-anak berlibur.


Ketika Cut Off Viral Dibicarakan di Aplikasi TikTok, Apa Arti Cut Off?

22 jam lalu

Ketika Cut Off Viral Dibicarakan di Aplikasi TikTok, Apa Arti Cut Off?

Di aplikasi TikTok, cut off dapat dimaknai sebagai kegiatan memutus hubungan atau komunikasi dengan pengguna TikTok lainnya.


Anies Baswedan Pernah Datangi Kantor Pusat ACT dan Apresiasi Cepatnya Tindakan

1 hari lalu

Anies Baswedan Pernah Datangi Kantor Pusat ACT dan Apresiasi Cepatnya Tindakan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah menggandeng ACT dalam program Jakarta Care Line.


Update Covid-19 Per 4 Juli: Kasus Bertambah 1.434 Orang, Meninggal 9

1 hari lalu

Update Covid-19 Per 4 Juli: Kasus Bertambah 1.434 Orang, Meninggal 9

Pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 1.868 orang.


Ahli Hukum Islam UNAIR Soal Ganja Medis: Boleh untuk Pemeliharaan Nyawa

1 hari lalu

Ahli Hukum Islam UNAIR Soal Ganja Medis: Boleh untuk Pemeliharaan Nyawa

Simak penjelasan Ahli Hukum Islam UNAIR ihwa ganja medis di sini.


Presiden Jokowi Prediksi Puncak Ketiga Covid-19 Mulai Pekan Depan, PPKM Diperpanjang Hingga 1 Agustus

1 hari lalu

Presiden Jokowi Prediksi Puncak Ketiga Covid-19 Mulai Pekan Depan, PPKM Diperpanjang Hingga 1 Agustus

Presiden Jokowi memprediksi puncak kasus Covid-19 di Tanah Air akan terjadi mulai pekan depan. Pemerintah menyiapkan langkah antisipasi.