Virus Corona, Kota Terbesar di Pakistan Tutup Sekolah 2 Minggu

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perempuan Iran mengenakan masker pelindung untuk mencegah tertular virus Corona, saat mereka berjalan di jalan di Teheran, Iran 25 Februari 2020. [WANA (Kantor Berita Asia Barat) / Nazanin Tabatabaee via REUTERS]

    Perempuan Iran mengenakan masker pelindung untuk mencegah tertular virus Corona, saat mereka berjalan di jalan di Teheran, Iran 25 Februari 2020. [WANA (Kantor Berita Asia Barat) / Nazanin Tabatabaee via REUTERS]

    TEMPO.CO, Karachi - Provinsi selatan Pakistan di Sindh, dengan ibu kota Karachi, memperpanjang penutupan semua lembaga pendidikan setelah konfirmasi kasus virus corona kedua di ibu kota terbesar di Pakistan itu.

    Pakistan telah mengkonfirmasi empat kasus virus corona, tiga di antaranya melibatkan orang yang telah melakukan perjalanan ke negara tetangga Iran -- salah satu negara yang paling terpukul oleh wabah yang dimulai di Cina pada Desember.

    Sementara dua dari yang dikonfirmasi berada di kota pelabuhan selatan Karachi, dua lainnya berada di ibukota Islamabad.

    Sekolah-sekolah di Sindh telah ditutup sejak Kamis, setelah kasus pertama di Karachi dikonfirmasi. "Pemerintah Sindh telah memutuskan untuk menutup sekolah-sekolah hingga 13 Maret, sehingga periode isolasi kasus-kasus yang dicurigai dapat diselesaikan," ujar Saeed Ghani, menteri pendidikan provinsi kepada Reuters, Senin, 2 Maret 2020. "Kami tidak ingin mengambil risiko apa pun."

    Sekolah-sekolah di Islamabad tetap terbuka, tetapi provinsi Baluchistan di bagian barat yang berpenduduk sedikit, yang berbatasan dengan Iran, menutup sekolah-sekolahnya minggu lalu.

    Pakistan menangguhkan semua penerbangan dengan Iran dan menutup perbatasan darat pekan lalu.

    Menteri Kesehatan Pakistan Zafar Mirza mengatakan bahwa pemerintah secara bertahap memperbolehkan peziarah kembali dari Iran, setelah menahan mereka di karantina di perbatasan selama 14 hari.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.