Kasus Pertama di Amerika, Seekor Anjing Terinfeksi COVID-19

Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Seekor anjing di North Carolina, Amerika Serikat, menjadi anjing pertama yang dikonfirmasi terinfeksi virus corona COVID-19 di negara itu. Anjing bernama Winston itu diuji sebagai bagian dari penelitian Duke University setelah pemiliknya jatuh sakit terinfeksi virus corona.

Kepala penelitian dari perguruan tinggi itu Chris Woods mengatakan bahwa kasus tersebut adalah kasus pertama yang terjadi pada anjing, sebagaimana dikutip laman New York Pos, Selasa, 28 April 2020.

Pemilik anjing, Heather McLean, mengatakan anjing yang termasuk dalam ras pug dengan moncong pendek itu mengalami gejala batuk dan bersin, bahkan suatu hari tidak mau makan. “Jika kamu tahu anjing pug, kamu juga pasti tahu mereka suka makan," ujarnya. “Jadi itu tampak sangat tidak biasa."

Putra McLean, Ben McLean, mengatakan dia tidak terkejut bahwa Winston sakit. “Karena (anjing itu) menjilati semua piring bekas makanan kami dan tidur di tempat tidur ibuku, sehingga masuk akal jika tertular virus itu,” tutur Ben.

Menariknya, mengutip laman Fox New, anjing lain dan dua kucing yang dimiliki keluarga McLean tidak dinyatakan positif virus corona. Saat ini Winston sedang menjalani perawatan dengan kondisi yang mulai membaik setelah sakit dalam beberapa hari.

Selain kasus di Amerika, ada beberapa kasus dugaan anjing tertular virus corona di Cina. Bahkan, di Kebun Binatang Bronx, Amerika juga terdapat lima singa dan tiga harimau yang dinyatakan positif menderita penyakit itu.

Kabar terinfeksinya anjing tersebut muncul setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) mengatakan minggu ini bahwa pedoman jarak sosial juga harus berlaku untuk hewan peliharaan sampai lebih banyak diketahui tentang dampak virus pada hewan.

Pemilik hewan peliharaan juga disarankan untuk tidak membiarkan teman-teman berbulu mereka berinteraksi dengan orang-orang atau hewan lain di luar rumah. Pemilik harus membawa anjing dengan tali setidaknya enam kaki dari orang lain dan hewan.

Namun, CDC menyatakan bahwa saat ini tidak ada bukti bahwa hewan memainkan peran penting dalam menyebarkan virus yang menyebabkan COVID-19 itu.

Bagi mereka yang terinfeksi virus, atau diduga mengidapnya, CDC merekomendasikan agar anggota keluarga lain bisa merawat hewan peliharaannya. Jika itu tidak memungkinkan, disarankan pemilik hewan peliharaan untuk mengenakan kain penutup wajah dan mencuci tangan sebelum dan setelah berinteraksi dengan hewan.

NEW YORK POST | FOX NEWS






Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Menunjukkan Prospek Cerah

2 jam lalu

Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Menunjukkan Prospek Cerah

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menunjukkan prospek cerah.


MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

1 hari lalu

MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

Dirut MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan jumlah pengguna atau ridership pada 24 Maret 2019 - 31 Desember 2022 sebanyak 61.292.496 orang. Rinciannya, pada 2019 dengan target 65.000 penumpang, realisasinya 86.270 penumpang. Pada 2020 dengan target 26.065 penumpang, realisasinya 27.122 penumpang.


Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

1 hari lalu

Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

Kota New York tak lagi mewajibkan warganya untuk mendapatkan vaksin Covid-19.


BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

2 hari lalu

BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

BPS menyebut jumlah kunjungan wisawatan asing melonjak sebesar 384,12 persen secara yoy dan secara kumulatif meningkat 251,28 persen.


Bobi Anjing Tertua di Dunia, Lolos dari Dikubur Hidup-Hidup ketika Baru Lahir

2 hari lalu

Bobi Anjing Tertua di Dunia, Lolos dari Dikubur Hidup-Hidup ketika Baru Lahir

Bobi menjadi anjing tertua di dunia, yang lolos dari upaya pemilik untuk menguburnya hidup-hidup ketika baru lahir. Ia sembunyi di tumpukan kayu.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

5 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

5 hari lalu

Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

Pengamat tata kota Nirwono Joga menyatakan Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk kepentingan event olahraga internasional. Bisa untuk olimpiade.


Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

5 hari lalu

Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

Heru Budi mengatakan pengelolaan Wisma Atlet jadi kewenangan Pusat. DPRD DKI minta jangan dibiarkan kosong agar tak banyak kuntilanak.


Picu Kebutaan dan Kematian, Obat Tetes Mata India Dilarang di Amerika Serikat

6 hari lalu

Picu Kebutaan dan Kematian, Obat Tetes Mata India Dilarang di Amerika Serikat

CDC Amerika Serikat menyebut obat buat India ini menyebabkan setidaknya 55 kasus kehilangan penglihatan permanen, rawat inap, dan satu kematian.


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

6 hari lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.