8 Sifat Cuaca Ekstrem Hujan Es Menurut BMKG

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Butiran hujan es yang terjadi di seputaran Tugu Yogya Rabu siang, 3 Maret 2021. Dok. Istimewa

    Butiran hujan es yang terjadi di seputaran Tugu Yogya Rabu siang, 3 Maret 2021. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Peristiwa hujan es mengejutkan warga di sejumlah wilayah Kota Yogyakarta dan juga Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, pada Rabu 3 Maret 2021. Pada hari yang sama, peristiwa yang sama juga menciptakan kehebohan di Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

    Untuk Yogya, hujan es itu juga terjadi sehari sebelumnya. Baik pada Selasa maupun Rabu, hujan es disertai hujan lebat dan angin kencang.

    Dalam penjelasan yang telah diberikan, BMKG Yogyakarta menunjuk adanya udara hangat, lembap dan labil terjadi di permukaan bumi karena radiasi matahari serta pertumbuhan awan cumulonimbus sebagai faktor penyebab hujan-hujan es tersebut.

    “Karena kuatnya energi dorongan ke atas saat terjadi proses konveksi maka puncak awan sangat tinggi hingga sampai freezing level,” kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas.

    Koordinator Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara di BMKG, Hari Tirto Djatmiko, menerangkan yang sama. Dia menambahkan bahwa fenomena hujan es (hail) termasuk kejadian cuaca ekstrem.

    "Kejadian hujan lebat atau es disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi musim, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya," katanya lewat keterangan tertulis yang dibagikannya, Rabu malam 3 Maret 2021.

    Baca juga:
    Hilang 172 Tahun, Begini Burung Pelanduk Kalimantan Ditemukan Kembali

    Berikut ini sifat-sifat fenomena cuaca hujan es atau hail yang dipaparkannya,

    1. Sangat lokal
    2. Luasannya berkisar 5-10 kilometer
    3. Waktunya singkat sekitar kurang dari 10 menit
    4. Lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba)
    5. Lebih sering terjadi antara siang dan sore hari
    6. Tidak bisa diprediksi secara spesifik, hanya bisa diprediksi 0,5-1,0 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda-tandanya, itu pun dengan tingkat akurasi kurang dari 50 persen
    7. Hanya berasal dari awan Cumulonimbus, tetapi tidak semua awan Cb menimbulkan hujan es
    8. Kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama dan dalam waktu yang singkat.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.