Ganti Nomor HP? Begini Cara Dapat Kuota Gratis Kemendikbud April Nanti

Reporter

Sejumlah siswa melakukan kegiatan belajar secara online menggunakan fasilitas JakWIFI di Sekretariat RW 02 Galur, Senen, Jakarta, Senin, 1 September 2020. Kegiatan belajar online ini diikuti belasan siswa dari pukul 08.00-10.00. Para siswa diwajibkan menggunakan seragam dan membawa alat tulis masing-masing di kantor Sekretariat RW 02 Galur. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Bantuan kuota gratis Kemendikbud  atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tetap bisa diterima sekalipun Anda sudah mengganti nomor. Bantuan kuota internet gratis merupakan sebuah bantuan bagi peserta didik dan tenaga pendidik dalam menunjang pembelajaran dari rumah saat pandemi Covid-19.

Bantuan kuota internet gratis diberikan setiap tanggal 11-15 pada bulan Maret, April, dan Mei.

Ada empat kategori penerima bantuan kuota internet ini. Setiap kategori penerima akan mendapat bantuan dengan kuota yang berbeda pula. Berbeda dari sebelumnya, kali ini Kemendikbud memangkas jumlah bantuan hingga tiga kali lipat. Berikut ini rincian pembagian bantuan kuota untuk 4 kategori:

  1. Peserta didik jenjang Pendidkan Anak Usia Dini (PAUD): 7 GB / bulan
  2. Peserta didik jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah: 10 GB / bulan
  3. Pendidik jenjang PAUD dan Pendidikan Dasar dan Menengah: 12 GB / bulan
  4. Dosen dan mahasiswa: 15 GB / bulan

Untuk peserta didik ataupun tenaga pendidik yang nomor ponselnya berubah atau sebelumnya belum menerima bantuan kuota internet gratis, baru bisa menerimanya mulai bulan April 2021. Adapun dua hal penting yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

  1. Calon penerima (peserta didik atau tenaga pendidik) melaporkan kepada pimpinan satuan pendidikan untuk mendapat bantuan kuota. Pelaporan harus dilakukan sebelum bulan April 2021
  2. Pimpinan/operator di satuan pendidikan mengunggah Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) untuk nomor baru atau nomor yang berubah. Untuk jenjang PAUD, Pendidikan Dsaar, dan Penddikan Menengah, SPTJM harus diunggah pada laman http://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id. Sedangkan untuk jenjang Pendidikan tinggi, SPTJM diunggah pada laman http://pddikti.kemdikbud.go.id.

Persyaratan untuk penerima bantuan kuota telah dijelaskan dalam Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 4 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah Paket Kuota Data Internet Tahun 2021. Calon penerima harus memenuhi persyaratan yang ditenturkan, di antaranya:

1. Peserta didik pada jenjang PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah

Terdaftar di aplikasi Dapodik

Memiliki nomor ponsel aktif atas nama peserta didik/orang tua/anggota keluarga /wali

2. Pendidik pada jenjang PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah

Terdaftar di aplikasi Dapodik dan berstatus aktif

Memiliki nomor ponsel aktif

3. Mahasiswa

Terdaftar di aplikasi PDDikti, berstatus aktif dalam perkuliahan atau sedang double degree

Memiliki Kartu Rencana Studi pada semester berjalan

Memiliki nomor ponsel aktif

4. Dosen

Terdaftar di aplikasi PDDikti dan berstatus aktif

Memiliki nomor registrasi seperti NIDN, NIDK, atau NUP

Memiliki nomor ponsel aktif.

Dengan demikian, Anda yang baru mengganti nomor ponsel tidak perlu risau. Setelah nomor ponsel diganti pun, Anda tetap bisa mendapatkan bantuan kuota gratis Kemendikbud. Dengan catatan, semua ketentuan yang ada telah terpenuhi.

ANNISA FEBIOLA

Baca juga: Hari Ini Terakhir Kuota Gratis Kemendikbud Dibagikan Otomatis ke Nomor HP






Potret Perjuangan Guru dan Perlunya Pemetaan Pendidikan

2 jam lalu

Potret Perjuangan Guru dan Perlunya Pemetaan Pendidikan

Ada beragam upaya dan pendekatan yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran anak.


Jadwal Seleksi Masuk PTN SNBT dan SNBP 2023

3 hari lalu

Jadwal Seleksi Masuk PTN SNBT dan SNBP 2023

Kemendikbud mengeluarkan jadwal untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN) 2023 yakni SNBT dan SNBP.


Meski Rawan Gempa, Ini Alasan Kenapa Tidak Ada Mata Pelajaran Kebencanaan di Sekolah

5 hari lalu

Meski Rawan Gempa, Ini Alasan Kenapa Tidak Ada Mata Pelajaran Kebencanaan di Sekolah

Indonesia termasuk wilayah yang rawan bencana alam seperti gempa bumi. Mengapa tak ada mata pelajaran khusus kebencanaan di sekolah?


20 Pelajar Melaju ke Putaran Final Kejuaraan Atletik Nasional di Jakarta

5 hari lalu

20 Pelajar Melaju ke Putaran Final Kejuaraan Atletik Nasional di Jakarta

Sebanyak 20 pelajar yang lolos ke putaran final kejuaraan atletik nasional berasal dari Jakarta dan Banten.


Trauma Pelajar Usai Gempa Cianjur dan Sistem Belajar Diubah 3 Pola

6 hari lalu

Trauma Pelajar Usai Gempa Cianjur dan Sistem Belajar Diubah 3 Pola

Dinas Pendidikan Jawa Barat memberikan penyembuhan trauma bagi pelajar korban gempa Cianjur. Mereka juga mengubah metode belajar jadi 3 pola.


Tiga Remaja Acungkan Celurit Hendak Tawuran, Ditabrak Pemotor di Bekasi

6 hari lalu

Tiga Remaja Acungkan Celurit Hendak Tawuran, Ditabrak Pemotor di Bekasi

Polisi menangkap tiga pemuda yang diduga hendak tawuran di Jalan Raya Pilar Sukatani, Kecamatan Karangbahagia, Bekasi.


Kemendikbud Lantik Pejabat hingga Rektor

6 hari lalu

Kemendikbud Lantik Pejabat hingga Rektor

Mereka yang dilantik di antaranya pejabat di Kemendikbud, Rektor Uncen, dan wakil dekan Unila.


KIP Kuliah Merdeka Wujud Komitmen Kemendikbudristek Berikan Akses Pendidikan

10 hari lalu

KIP Kuliah Merdeka Wujud Komitmen Kemendikbudristek Berikan Akses Pendidikan

KIP Kuliah Merdeka sebagai wujud komitmen Kemendikbudristek dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang merata, berkualitas, dan berkesinambungan


Cara Cek Pengumuman Seleksi Administrasi PPPK Guru 2022, Simak Jadwal dan Tahapannya

11 hari lalu

Cara Cek Pengumuman Seleksi Administrasi PPPK Guru 2022, Simak Jadwal dan Tahapannya

Pengumuman hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru 2022 sudah dapat dilihat hari ini. Bagaimana cara mengeceknya?


Nadiem Makarim dan Budi Karya Luncurkan Bus Listrik Merah Putih untuk KTT G20

15 hari lalu

Nadiem Makarim dan Budi Karya Luncurkan Bus Listrik Merah Putih untuk KTT G20

Bus listrik Merah Putih untuk KTT G20 tersebut merupakan hasil kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.