Warna-warni Tempat Sampah Ada Artinya, Tahukah?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tempat sampah. Foto: easy2buyusa

    Ilustrasi tempat sampah. Foto: easy2buyusa

    TEMPO.CO, JakartaTempat sampah sebenarnya bisa terbuat dari berbagai bahan dan bentuknya bermacam pula, tapi khususnya di Indonesia terbagi menjadi beberapa warna.  Sayangnya, tidak semua fasilitas pembuangan sampah memiliki tempat sampah yang lengkap.

    Warna-warna pada tempat sampah terbagi menjadi 5, di antarannya Biru, Hijau, Merah, Kuning, Abu-abu ini disesuaikan dengan hieraki pemanfaatannya.  Ada beberapa peraturan pemerintah yang mengatur soal permasalahan sampah, contoh UU no 23 tahun 1997 “Pengelolaan Lingkungan Hidup”,  juga ada UU no 18 tahun 2008 tentang “pengelolaan sampah”.

    Pemberian warna bukan hanya sekadar alasan estetis pada tempat sampah, ada alasan mengapa tempat sampah menggunakan warna tertentu, dalam sebuah jurnal publikasi “Desain dan Pengaruh Warna Tempat Sampah secara Psikologis serta Dampak yang Ditimbulkan terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat dalam Konteks Lingkungan Hidup (Studi Kasus di Kota Bandung)” mengatakan bahwa warna pada tempat sampah berfungsi bahasa visual dan menguatkan makna pada objek (tempat sampah). Juga bersinggungan dengan pendekatan kognitif dan persuasif, terhadap psikologis masyarakat. sehingga dapat membantu terlaksananya usaha menjaga lingkungan ekologi.

    Fungsi penampungan sampah sesuai warnanya seperti warna hijau berarti sampah organik (daun, sisa makanan, ranting), warna kuning seperti sampah guna ulang (plastik, kaca, kaleng) lampu, aki, obat nyamuk), warna merah seperti sampah B3/Bahan Berbahaya dan Beracun (baterai, Alat medis) warna biru untuk sampah daur ulang (kertas, kardus, koran), warna abu-abu untuk sampah residu (puntung rokok, popok, tisu, kapas).

    Baca: Mulut Kuda Nil Bukan Tempat Sampah, 4 Cara Didik Anak Buang Sampah

    Selain pemberian warna pada tempat sampah, akan jadi hasil optimal jika diberikan dengan tambahan informasi atau ikon atau tulisan sebagai penanda. Tujuan yang sama yakni sebagai artifak dari aturan dalam hal pembuangan sampah untuk memberikan informasi, apalagi bagi tempat sampah yang memiliki satu warna (monotone).

     Desain yang direkomendasikan supaya optimal bagi tempat sampah

    1. Dilengkapi dengan Maintenance Facility sehingga tempat sampah tidak semakin kotor dan bau minimalisir kesulitkan pengguna salam membersihkan
    2. Sampah jangan sampai terakumulasi dalam waktu yang lama, supaya terakomodasi dengan baik tidak akan berceceran  keluar dari tempatnya.
    3. Salah satu unsur dalam desain adalah warna, selain unsur bentuk. Jadi sudah jadi wajar jika tempat sampah memiliki dua unsur, untuk mendukung kognitif (Pembelajaran) user membuang sampah pada tempatnya
    4. Desain tempat sampah harus punya prinsip Long Life Cycle, sampai pada tahap Post Production sehingga memberikan kemudahan terhadap pengguna untuk perawatan.

    TIKA AYU


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.