RSHS Bandung Bantah Pasien Covid-19 di IGD Membeludak dan Meninggal

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Kemuning  yang menjadi ruang rawat inap khusus pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin atau RSHS Bandung, Jawa Barat. (Dok RSHS Bandung)

    Gedung Kemuning yang menjadi ruang rawat inap khusus pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin atau RSHS Bandung, Jawa Barat. (Dok RSHS Bandung)

    TEMPO.CO, Bandung - Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin atau RSHS Bandung membantah kabar soal kedatangan pasien Covid-19 yang luar biasa. Kabar itu menyebut Instalasi Gawat Darurat sampai tidak bisa menampung dan beberapa korban atau pasien akhirnya meninggal.

    “Benar bahwa di RSHS terutama di IGD ada peningkatan kasus Covid-19 namun suasana tidak segenting seperti informasi yang baru-baru ini beredar,” kata Yana Akhmad Supriatna, Pelaksana Harian Direktur Pelayanan Medik, Perawatan dan Penunjang RSHS Bandung, lewat keterangan tertulis Rabu 9 Juni 2021.

    Pesan yang beredar di media sosial itu berbunyi; “Teman2 di bandung sekedar info dari yg on duty rshs malem ini, pasien covid19 luar biasa, ugd rshs overload & bbrp korban meninggal di ugd, pasien & ambulance dari luar mengantri di luar & lobby ugd. Tetap siaga & sehat selalu utk semua.”

    Menurut Yana, kondisi di RSHS Bandung masih terkendali dan seluruh pasien dapat dilayani. Peningkatan pasien Covid-19 disebutkan tidak terjadi secara drastis dalam waktu yang singkat. “Melainkan sedikit demi sedikit dan sudah terlihat sejak pertengahan Mei 2021,” katanya merujuk periode selepas libur Lebaran. 

    ADVERTISEMENT

    Kapasitas Gedung Kemuning  yang menjadi ruang rawat inap khusus pasien Covid-19 sampai saat ini juga masih tersedia. “Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujar Yana.  

    Hingga Rabu, 9 Juni 2021, ranjang di ruangan perawatan intensif bagi 40 orang pasien Covid-19 di RSHS Bandung sudah terisi hampir 90 persen. Sementara data di ruang isolasi biasa, ranjang yang terisi pasien sebanyak 43,5 persen. Rata-rata dari total 224 ranjang keterisiannya 54,46 persen.

    Baca juga:
    Rekor Kasus Baru Covid-19 Yogya Tembus 300 Sehari


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.