Covid-19 Baru di Afsel Omicorn Masuk Variant of Concern, Apa Kata Pakar FKUI?

Seorang pria yang mengenakan masker berjalan melewati ilustrasi virus di luar pusat sains regional di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Oldham, Inggris, 3 Agustus 2020. [REUTERS/Phil Noble]

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO resmi menggolongkan Covid-19 varian baru B.1.1.529 yang ditemukan di Afrika Selatan sebagai variant of concern (VOC) dan diberi nama Omicorn. Hal itu berdasarkan rekomendasi Technical Advisory Group on SARS-CoV-2 Virus Evolution (TAG-VE) WHO.

Varian itu pertama kali teridentifikasi di antara data genom sekuensing di Botswana dan diduga tengah menyebar cepat di Afrika Selatan serta memunculkan kekhawatiran terbaru bagi ilmuwan di dunia, karena mutasinya melebihi varian Delta.

Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara periode 2018-2020, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan penggolongan itu juga ditentukan berdasarkan pertimbangan utama banyaknya mutasi yang terjadi pada varian itu. Ada laporan yang menyebutkan mutasinya 30 di spike protein, ada juga yang mengatakan sampai 50 total mutasi.

“Ini adalah mutasi terbanyak SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19 selama ini, dan sebagian mutasi ini adalah baru,” ujar dia melalui pesan WhatsApp, Sabtu pagi, 27 November 2021.

Guru Besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu mengatakan mutasi yang banyak dikhawatirkan adalah berhubungan dengan tiga hal, yaitu penyebaran yang cepat (nampaknya sudah terjadi di Afrika Selatan), kemungkinan infeksi ulang, dan serangan pada sistem imun.

Karena 30 mutasi terjadi di spike protein, sementara vaksin biasanya bekerja melukai spike protein, maka ada kekhawatiran tentang dampak varian baru ini pada efikasi vaksin. Sekarang, kata Tjandra, produsen vaksin sedang menelitinya, setidaknya Moderna dan Astra Zeneca dan akan diikuti produsen lainnya, termasuk yang digunakan di Indonesia

“Masih perlu beberapa minggu untuk memastikan ada tidaknya, dan seberapa besar dampak varian baru ini setidaknya pada lima hal, penyebaran, beratnya penyakit, infeksi ulang, apakah PCR dan rapid antigen masih dapat digunakan, dan dampaknya pada vaksin," ujarnya.

Selain itu, data mengungkap bahwa varian Omicorn tidak hanya ditemukan di Afrika Selatan saja, tapi sudah di laporkan di beberapa negara, yakni Belgia di Eropa dan Hong Kong di Asia. Selain itu, semakin banyak negara yang memberlakukan aturan restriksi khusus bagi masuknya orang asing dari negara terjangkit.

Negara-negara yang sudah membuat aturan pengetatan (dalam berbagai bentuknya) adalah Inggris, Uni Eropa, Singapura, Jepang, Malaysia, Filipina, Israel, Turki, Mesir, Dubai, Arab Saudi, Bahrain, Yordania, Amerika Serikat dan Kanada. “Karena virusnya sudah dilaporkan lintas benua di dunia,” tutur Tjandra.

Direktur Pascasarjana di Universitas YARSI Jakarta itu menambahkan, ditemukannya varian baru itu menunjukkan bahwa sistem yang ada sangat sigap mendeteksi varian baru. Dia juga menyebutkan bahwa pemerintah Afrika Selatan cukup cekatan melaporkannya ke dunia sehingga upaya penyebaran selanjutnya dapat lebih terorganisir. “Dan pemeriksaan whole genome sequencing berjalan sangat baik.”

Baca:
Mulai Hari Ini Prancis Sediakan Booster Vaksin Covid-19 bagi Semua Orang Dewasa

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

10 jam lalu

Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

Aspek kesehatan jiwa perlu menjadi perhatian bersama demi kesejahteraan psikologis masyarakat kala harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19.


Otoritas Kesehatan Amerika Serikat Longgarkan Aturan Covid-19

21 jam lalu

Otoritas Kesehatan Amerika Serikat Longgarkan Aturan Covid-19

CDC memperbaharui aturan Covid-19 di Amerika Serikat. Sekolah tak lagi perlu melakukan karantina mandiri jika ada yang positif Covid-19.


Kim Jong Un Demam Tinggi Saat Pandemi Covid-19 Mewabah

1 hari lalu

Kim Jong Un Demam Tinggi Saat Pandemi Covid-19 Mewabah

Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un sebelumnya mengatakan kakaknya sempat sakit parah dan demam tinggi saat kasus Covid-19 merebak di Korea Utara.


Kim Jong Un Umumkan Korea Utara Menang Lawan Covid

1 hari lalu

Kim Jong Un Umumkan Korea Utara Menang Lawan Covid

Dalam dua pekan terakhir, pemerintah Korea Utara tak menemukan kasus Covid-19 yang baru. Kim Jong Un mengumumkan negaranya menang lawan Corona.


Omicron Baru Lagi yang Lebih Menular: BA.4.6 Versus BA.5 dan BA.2.75

1 hari lalu

Omicron Baru Lagi yang Lebih Menular: BA.4.6 Versus BA.5 dan BA.2.75

Pemerintah dan masyarakat di Indonesia diminta tak cemas dengan adanya subvarian Omicron terbaru tapi jangan juga dipandang remeh.


Inilah Gejala Orang yang Terinfeksi Virus Langya, Virus Baru yang Ditemukan di Cina

1 hari lalu

Inilah Gejala Orang yang Terinfeksi Virus Langya, Virus Baru yang Ditemukan di Cina

Virus Langya merupakan jenis virus baru yang ditemukan di Cina dengan gejala demam, batuk, kelelahan, dan mual.


Terdeteksi di 43 Negara, Ini yang Perlu Diketahui tentang Covid-19 Subvarian BA.4.6

2 hari lalu

Terdeteksi di 43 Negara, Ini yang Perlu Diketahui tentang Covid-19 Subvarian BA.4.6

Pakar mengatakan subvarian baru COVID-19 BA.4.6 saat ini telah terdeteksi di 43 negara. Berikut hal yang perlu diperhatikan.


Kota Sanya di Cina Lockdown, Lebih dari 80.000 Turis Terjebak

2 hari lalu

Kota Sanya di Cina Lockdown, Lebih dari 80.000 Turis Terjebak

Sanya yang juga dikenal sebagai Hawaii Cina telah mendaftarkan 801 kasus COVID-19 dari 1 hingga 7 Agustus 2022, akhirnya lockdown.


Cacar Monyet dari Masa ke Masa, Penyebaran di Dunia Sejak Ditemukan Pertama 1958 di Kongo

2 hari lalu

Cacar Monyet dari Masa ke Masa, Penyebaran di Dunia Sejak Ditemukan Pertama 1958 di Kongo

Sejarah penyebaran cacar monyet pertama ditemukan pada 1958 di Kongo, berikut kasusnya dari masa ke masa.


Toyota Tangguhkan Produksi di Salah Satu Pabrik di Jepang karena Wabah Covid-19

3 hari lalu

Toyota Tangguhkan Produksi di Salah Satu Pabrik di Jepang karena Wabah Covid-19

Toyota telah menangguhkan produksi shift malam pada salah satu lini produksi di pabrik di Jepang karena pekerja terinfeksi Covid-19.