Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tim Peneliti Ungkap Temuan Baru Soal Erupsi Gunung Anak Krakatau

image-gnews
CCTV saat Gunung Anak Krakatau erupsi, Senin, 26 November 2023. (ANTARA/HO-PVMBG)
CCTV saat Gunung Anak Krakatau erupsi, Senin, 26 November 2023. (ANTARA/HO-PVMBG)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Tim peneliti gabungan beberapa instansi menemukan fakta baru soal erupsi atau letusan Gunung Anak Krakatau. Hasil risetnya dipublikasi di jurnal ilmiah Frontiers pada Oktober 2023 dengan judul Magma Storage Conditions Beneath Krakatau, Indonesia: Insight from Geochemistry and Rock Magnetism Studies.

Riset itu melibatkan Aditya Pratama, Dini Nurfiani, Putu Billy Suryanata, Taufik Ismail, Gabriela Nogo Retnaningtyas Bunga Naen, Mirzam Abdurrachman, Wilfridus Ferdinando Supriyadi Banggur, Nining Sumawati Asri, Ratika Benita Nareswari, Satria Bijaksana, Muhammad Hanif, Estu Kriswati, Idham Andri Kurniawan dan Nugroho Imam Setiawan. Mereka berasal dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian serta Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Pusat Riset Kebencanaan Geologi dan Pusat Riset Material Maju dari Badan Riset Inovasi Nasional, Teknik Geologi Sekolah Tinggi Teknologi Mineral Indonesia serta Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dari riset itu, menurut Mirzam, diketahui bahwa letusan Gunung api Anak Krakatau sejak 2018 hingga sekarang, kondisi magmanya berbeda dengan letusan abad ke enam atau pada 416 dan 1883. Dulu temperatur magma gunungnya rendah sehingga kandungan magmanya lebih kental dibandingkan dengan yang sekarang.

Dari kajian itu, kedalaman magmanya pun tergolong dangkal, yaitu sekitar 3-6 kilometer berdasarkan studi geokimia dan magnetisme batuan. “Sehingga potensi letusan eksplosifnya sangat besar,” kata volkanolog dari ITB itu, Rabu, 29 November 2023.

Kemudian sejak erupsi 2018, tim peneliti melihat magmanya berasal dari kedalaman yang jauh hingga lebih dari 26 kilometer. Temperatur magmanya tinggi dan kandungan magmanya encer.

"Dari sisi saintifik ini berita bagusnya. Kalau dia dalam mau naik ke permukaan perlu waktu dan dengan temperatur tinggi dan encer maka magma keluarnya efusif atau lelehan lava,” ujar Mirzam.

Perubahan dari erupsi gunung yang tumbuh dari bawah laut di Selat Sunda itu seiring dengan perubahan komposisi atau diferensiasi magma yang juga berjalan seiring waktu. Perubahan itu bisa dari hasil interaksi magma dengan magma lain atau bercampur dengan batuan samping.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut Mirzam, perubahan kondisi magma itu masih berproses secara alamiah. “Itu yang harus diamati. Kalau batuannya semakin asam maka magmanya cenderung kental,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Ahmad Basuki dari Tim Kerja Gunung Api Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG, erupsi Gunung Anak Krakatau pada bulan ini dimulai pada 26 November 2023. “Hingga 29 November 2023 telah terjadi 100 kali erupsi,” kata dia, Rabu.

Rinciannya, erupsi pada 26 November sebanyak lima kali. Kemudian 27 November hingga 60 kali. Lalu pada 28 November 31 kali, dan 29 November hingga pukul 12.00 terjadi empat kali erupsi.

Dari laporan PVMBG, selama 2023 hingga Oktober lalu telah terekam sebanyak 415 kali gempa letusan dengan ketinggian kolom erupsi antara 50 – 3.500 meter di atas puncak gunung. 

Pilihan Editor: Erupsi Gunung Anak Krakatau, Volkanolog ITB Teringat Tsunami Selat Sunda 2018

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Erupsi Gunung Ibu dan Gunung Semeru Bersautan, Begini Rincian Daerah Berbahaya Rekomendasi Badan Geologi

1 jam lalu

Kolom abu vulkanik membumbung dengan ketinggian kurang lebih lima ribu meter dari puncak Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Senin, 13 Mei 2024. ANTARA/HO-PVMBG
Erupsi Gunung Ibu dan Gunung Semeru Bersautan, Begini Rincian Daerah Berbahaya Rekomendasi Badan Geologi

Dalam semalam, Gunung Ibu dan Gunung Semeru bergantian mengalami erupsi. Badan Geologi, melalui PVBMG, merekomendasikan penetapan daerah berbahaya.


Rentetan Erupsi Gunung Semeru Hari Ini: Kolom Abu Sampai 800 Meter, Awan Panas 3 Kilometer

2 jam lalu

Erupsi Gunung Semeru pada Sabtu petang, 18 Mei 2024.  (PVMBG)
Rentetan Erupsi Gunung Semeru Hari Ini: Kolom Abu Sampai 800 Meter, Awan Panas 3 Kilometer

Gunung Semeru dilaporkan erupsi sepanjang Sabtu, 18 Mei 2024. Status masih Siaga.


Gunung Semeru Enam Kali Erupsi pada Sabtu Pagi, Masyarakat Diminta Waspada

7 jam lalu

Gunung Semeru erupsi dengan letusan abu vulkanik setinggi 600 meter di atas puncak pada Sabtu, 18 Mei 2024, pukul 08.04 WIB (ANTARA/HO-PVMBG)
Gunung Semeru Enam Kali Erupsi pada Sabtu Pagi, Masyarakat Diminta Waspada

Erupsi Gunung Semeru pertama terjadi pada pukul 05.06 WIB dengan visual letusan tidak teramati.


Cegah Banjir Lahar Lebih Besar, BMKG Modifikasi Cuaca Sumbar per Hari Ini

2 hari lalu

Sebuah mobil yang terdampak banjir bandang di Nagari Bukik Batabuah, Agam, Sumatera Barat, Minggu, 12 Mei 2024. Banjir bandang akibat meluapnya aliran air lahar dingin Gunung Marapi serta hujan deras di daerah itu mengakibatkan 18 tewas, sejumlah rumah rusak dan ratusan warga diungsikan. ANTARA/Iggoy El Fitra
Cegah Banjir Lahar Lebih Besar, BMKG Modifikasi Cuaca Sumbar per Hari Ini

BMKG akan menyemai awan hujan sebelum memasuki wilayah bencana banjir lahar Marapi. Volume endapan erupsi di puncak Marapi masih 1,3 juta meter kubik


Gunung Ruang Turun Level, Sebanyak 9.343 Warga Masih Mengungsi

3 hari lalu

Seorang penyintas Gunung Ruang menggendong anaknya di kapal Kakap-811 saat dievakuasi dari Pelabuhan Tagulandang, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Rabu (1 Mei 2024). (ANTARA FOTO/Andri Saputra/nz/aa)
Gunung Ruang Turun Level, Sebanyak 9.343 Warga Masih Mengungsi

Terjadi penurunan tingkat aktivitas Gunung Ruang dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga).


Gunung Ibu Meletus Lagi, Semburan Abu Kelabu Menyundul Ketinggian 5.000 Meter

3 hari lalu

Kolom abu vulkanik membumbung kurang lebih lima ribu meter dari puncak Gunung Ibu di Maluku Utara, Indonesia, pada Senin (13/5/2024). (ANTARA/HO-PVMBG)
Gunung Ibu Meletus Lagi, Semburan Abu Kelabu Menyundul Ketinggian 5.000 Meter

Gunung Ibu di Maluku Utara kembali erupsi siang ini, pukul 13.54 WIT dengan muntahan kolom abu teramati setinggi 5.000 meter di atas puncak kawah.


Alasan Korban Bencana Alam Tidak Ditanggung oleh BPJS. Bagaimana Aturannya?

4 hari lalu

Tim SAR gabungan mengangkat kantong jenazah korban yang ditemukan tertimbun material guguran awan panas Gunung Semeru di Curah Koboan, Pronojiwo, Jawa Timur, Rabu, 8 Desember 2021. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal hingga Rabu (8/12) pukul 10.30 WIB, sebanyak 12 orang masih dalam proses pencarian. ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Alasan Korban Bencana Alam Tidak Ditanggung oleh BPJS. Bagaimana Aturannya?

BPJS Kesehatan memang memiliki aturan tertentu terkait penanganan korban bencana alam. Ini alasannya.


Zona Siaga Erupsi Gunung Ile Lewotolok Diperluas ke Sektor Barat, Imbas Aliran Lava

4 hari lalu

Tangkapan layar kamera CCTV memperlihatkan erupsi yang terjadi di Gunung Ili Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Selasa malam, 26 Desember 2023. (ANTARA/HO-PVMBG)
Zona Siaga Erupsi Gunung Ile Lewotolok Diperluas ke Sektor Barat, Imbas Aliran Lava

Badan Geologi memperluas cakupan wilayah terdampak erupsi Gunung api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.


Status Gunung Ruang Turun ke Siaga, Begini Rekomendasi Badan Geologi

5 hari lalu

Petugas mengamati kondisi Gunung Ruang yang mengeluarkan asap solfatara dari kawah terlihat dari Pelabuhan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Sabtu, 4 Mei 2024.Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan status Gunung Ruang masih dalam status awas atau level IV dan kegempaan masih didominasi oleh tremor menerus sehingga penduduk yang bermukiman  di wilayah Tagulandang masuk dalam radius enam kilometer agar segera dievakuasi ke tempat aman.ANTARA FOTO/Andri Saputra
Status Gunung Ruang Turun ke Siaga, Begini Rekomendasi Badan Geologi

Pada umumnya kegempaan vulkanik di Gunung Ruang cenderung rendah, lebih didominasi oleh gempa tektonik.


VONA Merah, Peringatan dari Badan Geologi Ketka Tinggi Abu Gunung Ibu Tembus 5 Kilometer

5 hari lalu

Petugas BNPB memotret kondisi Gunung Ibu pasca erupsi yang terlihat dari Desa Tokuoko Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Kamis 9 Mei 2024. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengumumkan kenaikan status Gunung Ibu dari sebelumnya waspada level II menjadi siaga level III yang terhitung pada Rabu (8/5) pukul 10.00 WIT, sehingga masyarakat di daerah itu dihimbau agar tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer. ANTARA FOTO/Andri Saputra
VONA Merah, Peringatan dari Badan Geologi Ketka Tinggi Abu Gunung Ibu Tembus 5 Kilometer

Badan Geologi melaporkan letusan Gunung Ibu pada Senin, 13 Mei 2024, pukul 09.12 WIT, dengan tinggi kolom abu menembus 5 kilometer.