Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Waspada, Ini 6 Jenis Cyber Crime yang Paling Sering Terjadi

Reporter

Editor

Laili Ira

image-gnews
Cyber crime semakin meningkat seiring perkembangan teknologi digital. Meskipun memberikan kemudahan, kemajuan teknologi juga membawa risiko besar. Foto: Canva
Cyber crime semakin meningkat seiring perkembangan teknologi digital. Meskipun memberikan kemudahan, kemajuan teknologi juga membawa risiko besar. Foto: Canva
Iklan

TEMPO.CO, JakartaMenurut Kominfo Kota Bogor, cyber crime dapat diartikan sebagai serangkaian tindakan kejahatan yang terkait dengan komputer dan perangkat jaringan, umumnya dilakukan melalui jalur online. 

Kejahatan ini tidak mengenal batas target, dapat menyerang siapa saja yang menggunakan internet. Penting bagi pengguna internet untuk meningkatkan kesadaran terhadap keamanan data pribadi. 

Informasi yang mungkin dianggap remeh, seperti nomor handphone, lokasi, aktivitas media sosial, bahkan tanda tangan, dapat menjadi target empuk bagi pelaku cyber crime yang ingin melancarkan aksinya.

Menghadapi ancaman cyber crime yang tak terikat oleh ruang dan waktu, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Undang-undang ini memberikan landasan hukum dalam penanganan kasus cyber crime.

Sebagai individu yang memanfaatkan kemajuan teknologi digital, mengenali berbagai jenis cyber crime menjadi hal yang krusial. Pasalnya, para pelaku kejahatan tersebut cenderung membidik informasi pribadi yang bersifat rahasia dengan niat untuk menyebarkannya ke publik.

Jenis-Jenis Cyber Crime

Ada beberapa jenis cyber crime yang sering terjadi. Pemahaman yang mendalam terhadap jenis-jenisnya sangat penting agar kita dapat menghindari menjadi korban atau bahkan tanpa sadar terlibat sebagai pelaku. Berikut adalah beberapa jenis kejahatan siber yang sering terjadi:

1. Penipuan Phishing 

Penipuan phishing melibatkan upaya para pelaku untuk memancing informasi identitas dan pribadi korban. 

Banyak orang tanpa menyadari terjebak dalam penipuan phishing karena pelaku menggunakan keterampilan komunikasi yang cermat untuk mengajukan pertanyaan jebakan kepada korban.

2. Cyber Extortion

Cyber crime jenis ini melibatkan pemerasan terhadap korban, di mana pelaku meminta pembayaran sejumlah uang tebusan agar data penting yang telah dicuri tidak disalahgunakan. 

Contoh nyata dari cyber extortion adalah penggunaan Malware Ransomware, yang dapat memblokir akses ke sistem atau data korban. Pelaku kemudian mengancam untuk mempublikasikan atau menghapus data tersebut jika tidak ada pembayaran tebusan.

3. Cyber Stalking

Penguntitan siber atau yang dikenal sebagai cyber stalking, melibatkan penggunaan internet dan teknologi lainnya untuk menguntit atau melecehkan korban secara berulang. 

Tindakan penguntit tersebut tidak hanya membuat korban merasa terganggu, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan dan keamanan korban.

4. Cyber Bullying 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Cyber crime yang sering terjadi adalah cyber bullying, bentuk perundungan atau penindasan yang dilakukan secara daring melalui internet dan teknologi lainnya. Umumnya, kejadian ini mencuat pada kolom komentar di berbagai platform media sosial.

5. Penipuan Kode OTP 

Tidak hanya berfokus pada pencurian data, cyber crime juga mencakup pencurian finansial. Para pelaku dapat mencuri sejumlah uang dari akun bank atau dompet digital dengan cara meminta kode OTP (One-Time Password)

Pelaku kejahatan siber yang berhasil memperoleh kode OTP dapat mengakibatkan kerentanan keamanan pada dompet digital korban. 

Modus operasi yang umum digunakan adalah menyamar sebagai perwakilan bank, menghubungi korban, dan meminta kode OTP perbankan.

6. Kejahatan Konten Ilegal 

Penyebaran konten ilegal merupakan bentuk cyber crime yang terakhir. Pelaku kejahatan ini menyebarkan informasi yang tidak benar atau melanggar hukum.

Hal tersebut termasuk berita palsu (hoax), konten pornografi, informasi yang bersifat SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan), hingga informasi negara yang bersifat sangat rahasia. 

Kejahatan ini merusak kepercayaan dan dapat memiliki dampak negatif yang luas di masyarakat. Sebagai masyarakat yang semakin terkoneksi secara digital, kesadaran akan berbagai jenis kejahatan siber menjadi kunci untuk menjaga keamanan dan privasi diri. 

Penting bagi setiap individu untuk terus meningkatkan pemahaman tentang risiko yang mungkin dihadapi dalam dunia maya, sehingga dapat bersama-sama menciptakan lingkungan daring yang lebih aman dan terlindungi.

KAYLA NAJMI IHSANI

Pilihan Editor: Kominfo Punya Pelatihan Khusus Cyber Security untuk Keamanan Infrastruktur Digital

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pemerintah Catat Pajak Atas Usaha Ekonomi Digital Capai Rp 25,88 Triliun

1 hari lalu

Ilustrasi kripto. Pexels/Alesia Kozik
Pemerintah Catat Pajak Atas Usaha Ekonomi Digital Capai Rp 25,88 Triliun

Pemerintah mencatat penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital hingga 30 Juni 2024 sebesar Rp 25,88 triliun.


Mengenal Apa itu Spyware, Jenis, dan Cara Melindungi Perangkat

2 hari lalu

Ilustrasi spyware. Shutterstock
Mengenal Apa itu Spyware, Jenis, dan Cara Melindungi Perangkat

Spyware adalah salah satu ancaman siber bagi pengguna internet. Berikut ini jenis-jenis spyware dan cara melindungi perangkatnya.


Cilegon Raih Banyak Prestasi di TTG Nusantara

6 hari lalu

Wali Kota Cilegon Helldy Agustian menerima penghargaan Satya Lencana Bhakti Inovasi atas kontribusi dan kerja keras dalam membina pengembangan TTG Inovasi Desa. Dok. Pemkot Cilegon
Cilegon Raih Banyak Prestasi di TTG Nusantara

Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mewakili Provinsi Banten berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi dalam ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) Nusantara XXV


Resmikan Implementasi Sertifikat Elektronik di 29 Kantor Pertanahan Jawa Tengah, Menteri AHY Sebut Tranformasi Digital Tuntutan Zaman

8 hari lalu

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Agus Harimurti Yudhoyono saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2024. Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja Kementerian ATR/BPN untuk tahun anggaran 2023, dan  pagu indikatif alias anggaran Kementerian ATR/BPN untuk tahun 2025. TEMPO/M Taufan Rengganis'
Resmikan Implementasi Sertifikat Elektronik di 29 Kantor Pertanahan Jawa Tengah, Menteri AHY Sebut Tranformasi Digital Tuntutan Zaman

Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meresmikan Implementasi Sertifikat Elektronik di 29 Kantor Pertanahan di Jawa Tengah pada Jumat kemarin.


Haris Azhar Soroti Besaran Anggaran Sistem Digital di Indonesia, Mengendus Dugaan Penyelewengan Dana

13 hari lalu

Novel Baswedan, Aulia Postiera, dan Haris Azhar. Youtube
Haris Azhar Soroti Besaran Anggaran Sistem Digital di Indonesia, Mengendus Dugaan Penyelewengan Dana

Aktivis HAM dan Direktur Lokataru Haris Azhar menyoroti besarnya anggaran sistem digital di Indonesia. Mencium dugaan penyelewengan dana.


Begini Cara Membuat Tanda Tangan Digital

13 hari lalu

Aplikasi Tanda Tangan Digital PrivyID. Kredit: Play Store
Begini Cara Membuat Tanda Tangan Digital

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat tanda tangan digital.


Kominfo: Kesenjangan Infrastruktur Hambat Pertumbuhan Ekonomi Digital

16 hari lalu

Wayan Toni Supriyanto, selaku Ketua Sekretariat Panitia Seleksi Calon Dewan Pengawas TVRI Tahun 2022-2027 menyampaikan perpanjangan kerja Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) periode 2017-2022 di Gedung Kominfo pada Jumat 10 Juni 2022. Tempo/Hamdan C Ismail
Kominfo: Kesenjangan Infrastruktur Hambat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Kominfo menginisiasi visi Indonesia Digital 2045 sebagai salah satu alternatif peta jalan menuju perencanaan strategis transformasi digital.


Tingkatkan Literasi Digital untuk Cegah Pornografi Hingga Masalah Judi Online

21 hari lalu

Ilustrasi judi online. Pixlr Ai
Tingkatkan Literasi Digital untuk Cegah Pornografi Hingga Masalah Judi Online

Guru Besar UIN Jakarta Ahmad Tholabi Kharlie menyatakan penggunaan digital harus diimbangi dengan literasi digital


Perusahaan Teknologi Australia Ramaikan Australia Southeast Asia Business Exchange di Jakarta

23 hari lalu

Acara Australia Southeast Asia Business Exchange (A-SEABX) pada Kamis, 27 Juni di Hotel Westin, Jakarta. A-SEABX. Sumber: dokumen kedutaan besar Australia di Jakarta
Perusahaan Teknologi Australia Ramaikan Australia Southeast Asia Business Exchange di Jakarta

Australia Southeast Asia Business Exchange diharapkan bisa meningkatkan perdagangan dua arah antara Australia dan Asia Tenggara


Begini Cara Mengatasi Serangan Ransomware

25 hari lalu

Ilustrasi virus ransomware
Begini Cara Mengatasi Serangan Ransomware

Satu-satunya cara yang dapat menjamin keamanan digital dari serangan ransomware adalah mitigasi yang benar serta persiapan yang baik.