Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

D'Professor Band, Cerita Guru Besar di Unair yang Ingin Bagikan Kegembiraan

image-gnews
Para personil D'Professor, band yang semua anggotanya adalah Guru Besar UNAIR. Dok. Humas Unair
Para personil D'Professor, band yang semua anggotanya adalah Guru Besar UNAIR. Dok. Humas Unair
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi seorang Guru Besar tak harus melulu mengajar, menulis, dan meneliti. Menjadi Guru Besar juga bisa tetap menyalurkan hobinya bermain musik, bahkan membentuk grup band. Ini seperti yang terjadi pada D'Professor, band yang semua anggotanya adalah Guru Besar atau Profesor di Universitas Airlangga (Unair).

Pentolan band ini adalah Profesor Widodo Ario Kentjono, guru besar dari Fakultas Kedokteran Unair yang juga dokter spesialis THT - Bedah Kepala dan Leher. Dia menjelaskan, D'Professor berdiri pada 24 Oktober 2021 di salah satu kafe di Surabaya, bertepatan dengan Hari Dokter Nasional.  

Ario mengenang, cikal bakal pembentukan band tersebut berawal dari sebuah obrolan kecil saat ada pengukuhan Guru Besar di salah satu kampus di Surabaya. Saat itu Ario dan Muhammad Rubianto, Guru Besar Periodensia Fakultas Kedokteran Gigi Unair, saling bercerita saat masa muda mereka. Keduanya ternyata sama-sama kerap bermusik di luar jam kuliah.

Berawal dari obrolan itulah, Prof Ario dan Prof Rubi akhirnya mengumpulkan para Guru Besar Unair di Surabaya yang memiliki hobi bermusik. Keinginan untuk membentuk band akhirnya muncul. "Band D'Professor, semua anggotanya adalah guru besar Universitas Airlangga," ujar Ario melalui keterangan tertulis, Rabu, 28 Februari 2024.

Dari pertemuan itulah akhirnya lahir sebuah kelompok band baru, tepatnya dua minggu kemudian. Seluruh anggotanya adalah Guru Besar Unair, baik dosen maupun alumni dari Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unair.

"Kami mengetahui cukup banyak Guru Besar Universitas Airlangga yang mempunyai hobi bermain musik dan nyanyi. Jadi, kami membentuk band D'professor ini," katanya. 

Sudah Telurkan Lagu Pamer Putu dan Airlanggaku

Ario menambahkan tujuan pembentukan band itu adalah menjadi wadah Guru Besar menyalurkan hobi musik dan menyanyi di luar jam kampus. Untuk menyalurkan inspirasi dan energi semangat, berbahagia, dan bersuka cita kepada semua orang.

"Ya, untuk bergembira bersama dengan teman, sahabat, masyarakat, dan warga kampus Unair," katanya. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Para personil D'Professor, band yang semua anggotanya adalah Guru Besar UNAIR. Dok. Humas Unair

Pada awal pembentukannya, anggota band berjumlah sembilan Guru Besar. Mereka adalah Ario dan Rubi menjadi gitaris; Hendy Hendarto sebagai basis; dan Jusak Nugraha sebagai keyboardist. Lalu, Sjamsu Budiono; Istiati; dan Theresia Indah menjadi vokalis. Serta, Laksamana TNI (pur) dr Imam Soewono menjadi penabuh drum.

 "Saat ini, total ada 15 Guru Besar Unair yang menjadi anggota. Kami ingin menyumbangkan hobi untuk almamater tercinta agar semakin hebat," ucapnya. 

D'Professor juga disebutnya aktif mencipta lagu dengan beragam tema. Mulai, tema sosial, pendidikan, hingga moral. Beberapa lagu yagn sudah dihasilkan itu, antara lain berjudul Pamer Putu dan Airlanggaku.

D'Professor juga mengemas lagu-lagu legendaris, dengan aransemen yang berbeda. Tak jarang band tersebut juga berkolaborasi dan berduet dengan seniman-seniman di Surabaya.

Pilihan Editor: Kecepatan Serangan Pelaku Kejahatan Siber Dianggap Semakin Mengkhawatirkan, Gangguan di Cloud juga Melonjak

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Biaya Kuliah Jalur Mandiri Unair 2024 Jenjang D3, D4, dan S1

9 jam lalu

Kampus Universitas Airlangga Surabaya. ANTARA/HO-Humas Unair.
Biaya Kuliah Jalur Mandiri Unair 2024 Jenjang D3, D4, dan S1

Rincian UKT dan IPI mahasiswa baru Unair program D3, D4, dan S1 jalur mandiri 2024


KIKA Minta Kemendikbudristek Tuntaskan Masalah Pengangkatan Guru Besar Abal-Abal

9 jam lalu

Para politikus dan dosen berlomba mendapatkan guru besar dan profesor. Mereka melakukannya dengan cara culas: memakai jurnal predator dan bersekongkol dengan para asesor di Kementerian Pendidikan.
KIKA Minta Kemendikbudristek Tuntaskan Masalah Pengangkatan Guru Besar Abal-Abal

KIKA berharap Kemendikbudristek dapat menyelesaikan problem pengangkatan guru besar bermasalah, termasuk melibatkan tokoh politik dan kekuasaannya.


KIKA Catat Daftar Kasus Pelanggaran Kebebasan Akademik di 2023-2024

12 jam lalu

Ilustrasi jurnal ilmiah. Shutterstock
KIKA Catat Daftar Kasus Pelanggaran Kebebasan Akademik di 2023-2024

Sepanjang 2023 hingga 2024, KIKA mencatat ada 27 jenis kasus pelanggaran kebebasan akademik. Dosen, mahasiswa, kelompok masyarakat sipil jadi korban.


Aliansi Akademisi Desak Pemerintah Cabut Gelar Guru Besar yang Terbukti Gunakan Cara Curang

1 hari lalu

Para politikus dan dosen berlomba mendapatkan guru besar dan profesor. Mereka melakukannya dengan cara culas: memakai jurnal predator dan bersekongkol dengan para asesor di Kementerian Pendidikan.
Aliansi Akademisi Desak Pemerintah Cabut Gelar Guru Besar yang Terbukti Gunakan Cara Curang

Aliansi Akademisi Indonesia Peduli Integritas Akademik meminta pemerintah segera mencabut gelar guru besar yang terbukti menggunakan cara curang.


Jadi Guru Besar Lewat Jalur Instan, Pengamat Pendidikan: Ingin Dapat Privilage, tapi Karya Tidak Jelas

2 hari lalu

Para politikus dan dosen berlomba mendapatkan guru besar dan profesor. Mereka melakukannya dengan cara culas: memakai jurnal predator dan bersekongkol dengan para asesor di Kementerian Pendidikan.
Jadi Guru Besar Lewat Jalur Instan, Pengamat Pendidikan: Ingin Dapat Privilage, tapi Karya Tidak Jelas

Banyak kampus merestui pengangkatan gelar guru besar, meski tidak sesuai prosedur.


Kemendikbudristek Bilang Tim Investigasi Sedang Selidiki Gelar Guru Besar Abal-Abal di ULM

2 hari lalu

Para politikus dan dosen berlomba mendapatkan guru besar dan profesor. Mereka melakukannya dengan cara culas: memakai jurnal predator dan bersekongkol dengan para asesor di Kementerian Pendidikan.
Kemendikbudristek Bilang Tim Investigasi Sedang Selidiki Gelar Guru Besar Abal-Abal di ULM

Kemendikbudristek telah turun untuk investigasi dugaan rekayasa persyaratan menjadi guru besar oleh sebelas dosen ULM.


Riuh Skandal Guru Besar, Aliansi Akademisi Indonesia Duga Ada Konspirasi

2 hari lalu

Ilustrasi wisuda. shutterstock.com
Riuh Skandal Guru Besar, Aliansi Akademisi Indonesia Duga Ada Konspirasi

Aliansi menilai semakin banyak pejabat dan politikus yang diduga berhasil memperoleh guru besar dengan cara tidak benar.


AIPI Sebut Perolehan Jabatan Profesor yang Tak Sesuai Prosedur Ciderai Keluhuran Akademik

3 hari lalu

Ilustrasi perguruan tinggi. shutterstock.com
AIPI Sebut Perolehan Jabatan Profesor yang Tak Sesuai Prosedur Ciderai Keluhuran Akademik

AIPI menyayangkan keterlibatan individu di lembaga tinggi negara yang memperoleh jabatan profesor dengan melanggar aturan.


Unair Banyuwangi Buka Prodi Kedokteran, 50 Kuota Mahasiswa Baru Tersedia via Seleksi Mandiri

4 hari lalu

Universitas Airlangga buka pendaftaran jurusan kedokteran di Kampus Unair Banyuwangi. Foto: Diskominfo Banyuwangi
Unair Banyuwangi Buka Prodi Kedokteran, 50 Kuota Mahasiswa Baru Tersedia via Seleksi Mandiri

FIKKIA Unair kini menyediakan prodi kedokteran, sudah disokong dengan laboratorium lengkap dan ilmu medis unggulan.


Rektor Unair Jelaskan Pemberhentian dan Pengangkatan Kembali Prof Bus sebagai Dekan FK

4 hari lalu

Rektor Unair, Prof Nasih (kanan) kembali angkat Prof Bus (kiri) menjadi Dekan Unair, Rabu 9 Juli 2024. Foto: HANAA SEPTIANA/TEMPO
Rektor Unair Jelaskan Pemberhentian dan Pengangkatan Kembali Prof Bus sebagai Dekan FK

Prof Bus sebelumnya diberhentikan sebagai dekan FK Unair setelah menyatakan penolakan terhadap rencana pemerintah yang akan mendatangkan dokter asing