Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Banjir Grobogan: Ketinggian Air DAS Sungai Lusi 10,37 Meter, Masuk Level Awas

Reporter

Editor

Avit Hidayat

image-gnews
Warga mengayuh sepeda dan becak untuk menembus banjir yang merendam di ruas jalan GPIB Immanuel (Gereja Bleduk) kawasan Cagar Budaya Nasional Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Kamis 14 Maret 2024. Sejumlah ruas jalan di wisata cagar budaya nasional yang memiliki julukan 'Little Netherland' yang dibangun pada masa pemerintahan Kolonial Belanda pada abad ke-18 tersebut terendam banjir dengan ketinggian sekitar 30-70 cm akibat intensitas hujan tinggi sejak Selasa malam. ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Warga mengayuh sepeda dan becak untuk menembus banjir yang merendam di ruas jalan GPIB Immanuel (Gereja Bleduk) kawasan Cagar Budaya Nasional Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Kamis 14 Maret 2024. Sejumlah ruas jalan di wisata cagar budaya nasional yang memiliki julukan 'Little Netherland' yang dibangun pada masa pemerintahan Kolonial Belanda pada abad ke-18 tersebut terendam banjir dengan ketinggian sekitar 30-70 cm akibat intensitas hujan tinggi sejak Selasa malam. ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya peningkatan banjir dengan status awas yang terjadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Status level tertinggi itu didapatkan dari laporan pantauan elevasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Lusi dari Pos Menduran dengan ketinggian mencapai 10,37 meter. Pantauan terakhir dilakukan pada Sabtu dinihari, 16 Maret 2024.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan Endang Sulistyoningsih mencatat, banjir mulai melanda sejak Rabu, 13 Maret 2024. Terjadi akibat adanya banjir kiriman dari hulu Sungai Lusi di wilayah timur. “Banjir kali ini lebih besar jika dibandingkan dengan kejadian serupa di awal Februari lalu,” kata Endang dalam siaran persnya pada Sabtu.

Bahkan ketinggian muka air dalam titik pantau mencapai 10,37 meter atau terus mengalami peningkatan dan bertahan dalam durasi yang lama. Data ini meningkat hampir 2 meter bila dibandingkan dengan tinggi muka air pada 10 Februari 2024 yang hanya 8,2 meter. Saat itu, banjir mengakibatkan terendamnya sebagian wilayah Grobogan.

Adapun banjir kali ini semakin meluas lantaran kawasan hulu Sungai Lusi terus mengirimkan debit air. Ditambah intensitas hujan sedang dan lebat terus terjadi di Grobogan. Tak mengherankan jika itu merendam hampir seluruh wilayah kabupaten.

Secara topografi, wilayah Kabupaten Grobogan merupakan daerah dataran rendah. Berupa cekungan yang diapit oleh Pegunungan Kapur Utara dan Pegunungan Kendeng. Kondisi ini disebut menjadi faktor penyumbang banjir merendam Grobogan lebih dari dua hari.

Kabupaten Grobogan sejak awal tahun telah menjadi wilayah langganan banjir. Sejak 6 Februari lalu, kabupaten dengan penduduk 1,45 juta jiwa itu telah dilanda banjir dengan merendam 2.662 rumah. Sedikitnya 32 desa di 12 kecamatan dilaporkan diterjang banjir bandang dan direndam banjir selama beberapa hari. Kejadian serupa terus berulang hingga akhir Februari.

Banjir Merendam 68 Persen Wilayah Grobogan

Hasil kaji cepat yang dihimpun tim Pusat Pengendali dan Operasi BPBD Kabupaten Grobogan menemukan 113 desa di 13 kecamatan kebanjiran. Padahal jumlah kecamatan di kabupaten itu hanya 19 daerah, sehingga sedikitnya 68 persen wilayah terendam.

“Dengan kata lain, 68 persen wilayah Kabupaten Grobogan terdampak banjir yang dipicu cuaca ekstrem akibat adanya gangguan atmosfer,” tulis Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya. Banjir itu juga mengakibatkan 6.746 rumah tenggelam. Satu di antaranya rusak berat dan 8 sisanya rusak ringan.

Selain itu 65 fasilitas pendidikan terdampak, 4 tanggul sungai jebol, dan lahan pertanian seluas 5.352 hektare terendam dan terancam gagal panen. Banjir juga telah memaksa 667 jiwa mengungsi ke lokasi yang lebih aman setelah permukiman mereka terendam dengan tinggi muka air di antara 15-100 centimeter.

Adapun rincian data pengungsi dan lokasinya meliputi; Balai Desa Getasrejo 136 orang, rumah sekdes Getasrejo 40 orang, Pendopo (Setda Grobogan) 106 orang, gedung kantor PCNU 87 orang, musala belakang Polsek Kota Purwodadi 250 orang, masjid Baitul Makmur Kota Purwodadi 35 orang dan Hotel Catra 13 orang. “Pemerintah daerah telah mendirikan dapur umum di 43 titik.”

Sejauh ini, yang bisa dilakukan warga bersama TNI dan kepolisian adalah bergotong-royong melakukan penguatan tanggul sungai irigasi. Caranya dengan mengisi kantong berisi pasir dan tanah. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi agar debit air sungai jalur irigasi tidak meluap dan memicu kerusakan yang dapat memperparah banjir.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Grobogan Masrichan menjelaskan, banjir juga merembet ke wilayah Kota Purwodadi. Jalan protokol di pusat kota lumpuh dan belum dapat dilalui oleh beberapa jenis kendaraan tertentu. Titik terdalam genangan banjir di Kota Purwodadi berada di Perempatan Kencana, Tugu Patung Kuda, dan depan SMA Negeri 1 Purwodadi atau di Jalan R. Soeprapto.

“Terkait kondisi tersebut diimbau kepada masyarakat maupun pengguna jalan yang hendak melewati Kota Purwodadi dari arah Kota Solo maupun Kabupaten Blora dan Pati agar mengambil jalur alternatif lainnya.”

Cuaca Ekstrem Bakal Terus Mengintai

Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah pada pekan depan. Kondisi cuaca seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Grobogan dan sekitarnya.

BNPB mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. “Jika terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga lebih dari satu jam dengan jarak pandang kurang dari 100 meter, maka masyarakat yang tinggal di lereng tebing maupun bantaran tanggul atau sungai agar mengevakuasi diri sementara ke tempat yang lebih aman,” tulis Muhari menambahkan.

Masyarakat bersama pemerintah daerah setempat juga diharapkan dapat bersinergi dalam upaya mengurangi dampak risiko bencana. Diminta untuk selalu ikuti perkembangan prakiraan cuaca setiap waktu dari BMKG dan tingkatkan koordinasi antara masyarakat dan instansi yang berwenang di daerah maupun pusat.

Menurut Muhari, BNPB bersama BMKG, BRIN, Permerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah, TNI dan lembaga lainnya tengah berupaya mengurangi potensi bencana. Di antaranya mengupayakan pelaksanaan Teknologi Mofidikasi Cuaca (TMC) yang dimulai hari ini hingga Rabu, 20 Maret mendatang. Modifikasi cuaca akan fokus meredam intensitas hujan yang tinggi.

Baca Juga: Waspada Kondisi Hujan Berhari-hari di Jawa Sampai 18 Maret, Ini yang Terjadi


Judul dalam artikel ini diubah pada pukul 17.53 pada Sabtu, 16 Maret 2024, untuk kepentingan akurasi.

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Jembatan Cina Ambruk, 11 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Orang Hilang

1 hari lalu

Tangkapan layar kawasan banjir di Kota Meizhou, Guangdong, Tiongkok, 17 Juni 2024.  (File image: Video obtained by Reuters)
Jembatan Cina Ambruk, 11 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Orang Hilang

Sedikitnya sebelas orang tewas dan lebih dari 30 orang masih hilang setelah sebuah jembatan di Cina utara ambruk di tengah hujan lebat


SKK Migas Catat Lifting Minyak Semester I 2024 Capai 576 Ribu Barel per Hari

2 hari lalu

Ilustrasi proyek migas SKK Migas. Foto: dok SKK Migas
SKK Migas Catat Lifting Minyak Semester I 2024 Capai 576 Ribu Barel per Hari

SKK Migas memprediksi lifting minyak pada semester II atau hingga akhir 2024 sebesar 595 ribu BOPD.


Toronto Terendam Banjir

4 hari lalu

Ilustrasi banjir. ANTARA/Pey Hardi Subiantoro
Toronto Terendam Banjir

Banjir di Toronton Kanada menyebabkan listrik padam, gangguan lalu lintas dan sejumlah penerbangan terlambat atau bahkan dibatalkan.


BNPB: Longsor di Mimika, Tujuh Warga Meninggal

4 hari lalu

Ilustrasi tanah longsor. Tempo/Imam Hamdi
BNPB: Longsor di Mimika, Tujuh Warga Meninggal

Menurut BNPB, hujan lebat tiga hari menyebabkan tanah longsor di Mimika, Papua Tengah, 14 Juli 2024. Tujuh warga meninggal dunia.


Hujan Badai di Toronto, Rumah Mewah Drake Kebanjiran

4 hari lalu

Rapper Drake memperlihatkan kondisi dalam rumahnya yang tergenang air karena badai besar di Toronto. Foto: Instagram/@champagnepapi
Hujan Badai di Toronto, Rumah Mewah Drake Kebanjiran

Rapper Drake menunjukkan kondisi di dalam rumahnya yang terendam banjir akibat hujan badai melanda Toronto.


Banjir di Luwu Utara Akibat Luapan Empat Sungai, Jalan Trans Sulawesi Ikut Terdampak

4 hari lalu

Kondisi banjir di Kab Luwu Utara, Senin (15/7). Sumber video: BPBD Kab Luwu Utara
Banjir di Luwu Utara Akibat Luapan Empat Sungai, Jalan Trans Sulawesi Ikut Terdampak

Hujan deras sejak 15 Juli lalu membuat sejumlah sungai utama di Kabupaten Luwu Utara meluap dan melimpas ke pemukiman masyarakat.


Konsistensi Heru Menambah RTB Pengendali Banjir

6 hari lalu

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau Rumah Pompa Air Sentiong di Ancol, Jakarta Utara, Kamis, 29 Februari 2024. Dok. Pemprov DKI, beritajakarta.com
Konsistensi Heru Menambah RTB Pengendali Banjir

Selama 2024, ada delapan waduk/embung yang dibangun di Jakarta. Dua di antaranya adalah waduk baru.


BNPB: 7.000 Lebih Warga Mengungsi Imbas Banjir di Kota Gorontalo

6 hari lalu

Warga mengungsi dengan menggunakan perahu di Tilango, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat, 12 Juli 2024. Pemerintah setempat mendata 9.370 warga dari delapan desa di Kecamatan Tilango terkena dampak banjir luapan Danau Limboto, Sungai Tapodu dan Bulango. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
BNPB: 7.000 Lebih Warga Mengungsi Imbas Banjir di Kota Gorontalo

Banjir ini menjadi yang terparah di Gorontalo pada pertengahan tahun 2024


Mengenal Lebih Jauh Bencana Hidrometeorologi

7 hari lalu

Wilayah yang masih terdampak banjir di Kota Gorontalo, per Sabtu, 13 Juli 2024, pukul 11.00 WITA. Lembaga Salam Puan
Mengenal Lebih Jauh Bencana Hidrometeorologi

bencana hidrometeorologi merupakan fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan.


Viral #PrayforGorontalo di Medsos dan Hujan Tak Normal di Awal Juli

8 hari lalu

Foto aerial rumah yang terendam banjir di Tilango, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat, 12 Juli 2024. Pemerintah setempat mendata 9.370 warga dari delapan desa di Kecamatan Tilango terkena dampak banjir luapan Danau Limboto, Sungai Tapodu dan Bulango. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Viral #PrayforGorontalo di Medsos dan Hujan Tak Normal di Awal Juli

Hujan yang turun di Kota dan Kabupaten Gorontalo, serta Kabupaten Bone Bolango ibarat tak pernah jeda sepanjang awal Juli ini.