Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ada Harimau Sumetera hingga Komodo, Inilah 5 Hewan Endemik Asal Indonesia

Editor

Nurhadi

image-gnews
Sejumlah komodo berkumpul dalam kunjungan di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Ahad, 14 Oktober 2018. Pulau Rinca yang merupakan zona inti Taman Nasional Komodo, dihuni lebih dari 1.500 ekor komodo. TEMPO/Tony Hartawan
Sejumlah komodo berkumpul dalam kunjungan di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Ahad, 14 Oktober 2018. Pulau Rinca yang merupakan zona inti Taman Nasional Komodo, dihuni lebih dari 1.500 ekor komodo. TEMPO/Tony Hartawan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia dikenal sebagai negara tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati. Berjajar pulau dari Sabang sampai Merauke terdapat banyak jenis flora dan fauna yang asli atau dikenal sebagai endemik.

Setidaknya ada 612 binatang endemik dari Indonesia dari berbagai jenis seperti mamalia, burung, reptil, dan amfibi. Namun, akibat perburuan liar, binatang endemik Indonesia banyak yang berstatus langka hingga terancam punah. Berikut lima hewan endemik asal Indonesia.

1. Harimau Sumatera

Dilansir dari laman , harimau Sumatera merupakan jenis harimau yang memiliki tubuh paling kecil di antara lainnya. Selain itu, juga memiliki corak loreng hitam yang lebih rapat, jika dilihat lebih dekat motifnya menyerupai sidik jari manusia. Namun, populasi harimau Sumatera kian mengkhawatirkan akibat dari perburuan liar. Diperkirakan jumlahnya tersisa 400 ekor di alam bebas.

Saat ini pemerintah telah membuat kawasan konservasi guna menjaga satwa ini dari kepunahan lewat di Taman Nasional Kerinci Seblat, Kawasan Ekosistem Ulu Masen dan Leuser di Aceh dan Sumatera Utara menjadi pusat konservasi harimau Sumatera.

2. Orangutan

Salah satu hewan endemik dan hanya ditemukan di Indonesia adalah orangutan. Orangutan sendiri tersebar di beberapa wilayah di antaranya, ada di sumatera (Pongo abelii), orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus), dan orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis).

Di setiap daerah orangutan memiliki ciri khas tersendiri. Populasi orangutan Sumatera dengan ciri fisik warna bulu coklat kemerahan saat ini dalam kondisi kritis menuju punah. Sedangkan orangutan kalimantan memiliki ciri seperti wajah besar, pelipis seperti bantal, dan tinggal di wilayah hutan tropis.

Satu lagi yang menarik temuan baru orangutan tapanuli yang menjadi spesies baru. Pertama kali ditemukan di ekosistem Batang Toru ini kondisinya paling memprihatinkan, karena menempati posisi sangat terancam punah.

3. Komodo

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Hewan endemik satu ini berasal dari Nusa Tenggara Timur, yaitu komodo. Komodo merupakan salah satu hewan buas purba bahkan sudah hidup sejak empat juta tahun yang lalu. Karakteristiknya dapat dijelaskan memiliki tubuh yang besar hingga mencapai 2-3 meter, mirip biawak tapi lebih besar lagi, dan perilakunya agresif. Fakta unik lain dari komodo adalah punya air liur yang mengandung bakteri berbahaya. Saat ini komodo hanya berada di wilayah konservasi Taman Komodo, Nusa Tenggara Timur. 

4. Badak Jawa

Badak Jawa atau badak bercula satu merupakan salah satu spesies terlangka dari Indonesia. Populasi badak Jawa diperkirakan hanya sebanyak 74 ekor. Perburuan liar dan sulit perkembang biakannya membuat spesies endemik ini menjadi sulit bertambah. Saat ini hewan eksotis ini telah ditetapkan sebagai hewan dilindungi dalam program konservasi intensif secara in-situ di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). 

5. Elang Jawa

Elang Jawa merupakan salah satu jenis burung predator yang dilindungi dan hidup tersebar di hutan-hutan di Pulau Jawa. Jadi, hewan ini akan berburu mamalia kecil seperti tikus, burung-burung kecil, kelinci, dan terkadang ikan.

Matanya dikenal sangat tajam yang membuatnya memiliki daya jelajah luas dan jangkauan terbang mencapai 400 hektar dari sarangnya. Sayangnya, elang Jawa hanya mampu bertelur sekali dalam setahun. Hal tersebut membuat satwa endemik ini menjadi langka.

 WONDERFULL INDONESIA | INTERNATIONAL ANIMAL RESCUE 

 Pilihan Editor: 10 Binatang Endemik Indonesia yang Terancam Punah

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Indonesia Kutuk Pengesahan 3 RUU Israel yang Cap UNRWA sebagai Organisasi Teroris

10 jam lalu

Anak laki-laki Palestina berdiri di dekat jendela rusak ruang kelas di sekolah UNRWA, setelah serangan udara terhadap rumah tetangga sekolah di Khan Younis, di selatan Jalur Gaza, 21 Juni 2024. REUTERS/Mohammed Salem
Indonesia Kutuk Pengesahan 3 RUU Israel yang Cap UNRWA sebagai Organisasi Teroris

Parlemen Israel atau Knesset mengesahkan tiga RUU yang akan menutup operasi UNRWA dan menetapkannya sebagai organisasi teroris.


India Siap Kerja Sama dengan Indonesia dalam Skema Makan Siang Gratis untuk Murid-murid Sekolah Negeri

3 hari lalu

Kantin sekolah. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
India Siap Kerja Sama dengan Indonesia dalam Skema Makan Siang Gratis untuk Murid-murid Sekolah Negeri

India membuka pintu kerja sama dengan Indonesia untuk membuat pilot project makan siang gratis bagi murid-murid di sekolah negeri.


Orang Indonesia Dirikan Warkop di Swiss, Obati Rindu Kopi dari Tanah Air

3 hari lalu

Alista Ponti, pemilik kedai kopi Omnia Coffee di Zurich, Swiss. Foto: Krisna Akassa
Orang Indonesia Dirikan Warkop di Swiss, Obati Rindu Kopi dari Tanah Air

Kopi Indonesia diusung oleh pasangan suami istri asal Swiss di kedai kopi Omnia Coffee. Mengobati rindu akan kopi di tanah air.


Indonesia Sambut Fatwa Hukum ICJ tentang Pendudukan Israel di Palestina

4 hari lalu

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengenakan syel keffiyeh khas Palestina saat akan membacakan opini hukum di Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag, Belanda, pada Jumat 23 Februari 2024. Istimewa
Indonesia Sambut Fatwa Hukum ICJ tentang Pendudukan Israel di Palestina

Indonesia mendukung pandangan ICJ agar semua negara dan PBB tidak mengakui situasi yang ditimbulkan dari keberadaan ilegal Israel di Palestina


Alasan di Balik Wacana Penutupan Sementara Taman Nasional Komodo pada 2025

6 hari lalu

Taman Nasional Komodo. Shutterstock
Alasan di Balik Wacana Penutupan Sementara Taman Nasional Komodo pada 2025

Penutupan sementara itu juga dinilai akan berdampak positif pada penyebaran wisatawan ke destinasi di luar kawasan Taman Nasional Komodo.


BKSDA dan Perusahaan Tambang Gelar Pertemuan Pasca-video Viral Anoa, Ini yang Disepakati

7 hari lalu

Anoa terekam memasuki kawasan tambang di wilayah Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. (Antara)
BKSDA dan Perusahaan Tambang Gelar Pertemuan Pasca-video Viral Anoa, Ini yang Disepakati

Sudah tiga kali pertemuan dilakukan antara BKSDA Sulawesi Tenggara dan PT Sulawesi Cahaya Mineral sejak video kemunculan anoa viral di medsos.


Digelar 19 Juli-4 Agustus, Inilah 2 Hal yang Baru dari Piala Presiden 2024

7 hari lalu

Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kiri) dan Ketua Steering Committee Piala Presiden Maruara Sirait (kanan) dalam sesi jumpa pers Piala Presiden 2024 di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 15 Juli 2024. TEMPO/Randy
Digelar 19 Juli-4 Agustus, Inilah 2 Hal yang Baru dari Piala Presiden 2024

Piala Presiden 2024 resmi akan bergulir pada 19 Juli 2024 dengan beberapa hal baru. Apa saja?


Ini Makna Logo HUT ke-79 RI

8 hari lalu

Ini Makna Logo HUT ke-79 RI

Pemerintah telah mengumumkan logo dan tema untuk peringatan HUT ke-79 RI. Berikut maknanya.


Indonesia Tingkatkan Kontribusi ke UNRWA

9 hari lalu

Presiden Joko Widodo memberikan pena kepada Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) RI untuk Republik Perancis merangkap Kepangeranan Andorra Keharyapatihan Monaco dan UNESCO Arrmanatha Nasir ketika pelantikan di Istana Negara Jakarta, Senin 7 Januari 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Indonesia Tingkatkan Kontribusi ke UNRWA

Indonesia meningkatkan kontribusi sukarela reguler ke UNRWA sebesar US$1,2 juta per tahun mulai 2024 dan hibah sebesar US$2 juta.


DJP Resmikan Pusat Pajak Indonesia di Australia, INTACT Australia

11 hari lalu

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Kamis, 4 Maret 2021. TEMPO/Subekti.
DJP Resmikan Pusat Pajak Indonesia di Australia, INTACT Australia

INTACT Australia adalah satu-satunya pusat pajak Indonesia di Australia dan salah satu dari dua pusat internasional di dunia