Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Cara BRIN Meneliti Jejak Harimau Jawa di Sukabumi, Spesies yang Dikategorikan Punah Selama 40 Tahun

image-gnews
Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) beraktivitas di kandangnya di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau Solo Zoo, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 3 Juni 2020. Kredit: ANTARA FOTO/Maulana Surya
Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) beraktivitas di kandangnya di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau Solo Zoo, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 3 Juni 2020. Kredit: ANTARA FOTO/Maulana Surya
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Temuan sehelai rambut hewan di pagar pembatas kebun rakyat dan jalan setapak Desa Cipeundeuy di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendatangkan harapan mengenai adanya Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) yang masih hidup di muka bumi. Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengategorikan spesies tersebut sudah punah sejak era 1980. Penampakan terakhir Harimau Jawa bahkan terkonfirmasi pada 1976 silam di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur.

Setelahnya, ada Harimau Bali (Panthera tigris balica) yang juga punah pada 2008. Saat ini, hanya spesies Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang masih tersisa di Indonesia.

Setelah 43 tahun, harapan baru muncul. Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wirdateti, menyebut analisis DNA menunjukkan pontensi bahwa sampel rambut harimau di Sukabumi itu datang dari Harimau Jawa. Spesimen itu masuk dalam kelompok Harimau Jawa yang ada dalam koleksi Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) pada 1930.

“Hasil perbandingan antara sampel rambut Harimau Sukabumi menunjukkan kemiripan sebesar 97,06 persen dengan Harimau Sumatera, dan 96,87 persen dengan Harimau Benggala. Sedangkan spesimen Harimau Jawa koleksi MZB memiliki 98,23 persen kemiripan dengan Harimau Sumatera,” kata Teti, sapaan akrab Wirdateti, melalui keterangan tertulis pada Senin, 25 Maret 2024.

Rambut harimau yang menyangkut di pagar Desa Cipeundeuy itu ditemukan oleh Kalih Reksasewu, berdasarkan laporan Ripi Yanuar Fajar yang berpapasan dengan hewan mirip Harimau Jawa pada malam hari, 19 Agustus 2019. Ripi adalah penduduk lokal Desa Cipeundeuy.

Keyakinan soal sisa spesies Harimau Jawa diperkuat oleh prosedur ilmiah lainnya. Tak hanya rambut, bekas cakaran mirip harimau di sekitar pagar desa semakin menguatkan niat para peneliti untuk menggelar observasi lanjutan.

Sebagai identifikasi awal, para peneliti membandingkan sampel rambut harimau dengan spesimen koleksi MZB. Rambut itu juga dicocokkan dengan subspesies sampel harimau lain, yaitu Harimau Bengal, Amur, Harimau Sumatera, serta Macan Tutul Jawa. Hasil studi pohon filogenetik menunjukkan sampel rambut Harimau Sukabumi dan spesimen harimau koleksi MZB berada dalam kelompok yang sama, namun terpisah dari kelompok subspesies harimau lain.

Untuk memperkuat observas, Teti dan timnya mewawancarai Ripi Yanuar Fajar yang mengaku melihat harimau tersebut. Wawancara dilakukan di sela survei sampel pada 15-19 Juni 2022 di lokasi temuan sampel rambut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut Teti, analisis genetik DNA memiliki tingkat sensitifitas yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan konservasi dan mengklarifikasi ketidakpastian taksonomi. Peneliti masih harus merekonstruksi filogeografi dan demografi untuk menyelidiki nenek moyang genetik subspesies.

Sebagai informasi, ekstraksi DNA total dari rambut tersebut menggunakan perangkat khusus, Dneasy Blood and Tissue Kit. Pemakaiannya sesuai protokol yang telah dimodifikasi dengan menambahkan proteinase, karena tingginya kandungan protein pada rambut.

“Amplifikasi PCR seluruh sitokrom b mtDNA dilakukan dengan primer khusus untuk harimau. Selanjutnya, seluruh hasil sekuens nukleotida disimpan menggunakan BioEdit dan diserahkan ke GenBank,” tutur Teti. “Urutan komplemen antara primer forward dan reverse diedit menggunakan Chromas Pro.”

Semua urutan nukelotida dugaan Harimau Jawa, dia meneruskan, dibandingkan dengan data sekuen Genbank National Center for Biotechnology Information (NCBI). Kemudian penyelarasan DNA dilakukan menggunakan Clustal X dan data dianalisis menggunakan MEGA—perangkat lunak untuk memeriksa hasil pohon filogenik suatu biota.

Harimau Jawa merupakan hewan endemik Pulau Jawa yang tersebar di hutan dataran rendah, semak belukar, dan perkebunan. Sayangnya, dulu hewan ini diburu karena dianggap sebagai pengganggu. Habitat Harimau Jawa diubah menjadi lahan pertanian dan infrastruktur.

Saat ditanyai ihwal kemungkinkan masih ada Harimau Jawa yang hidup di alam liar, Teti belum bisa menjawab secara pasti. “Masih perlu dikonfirmasi dengan studi genetik dan studi lapangan lebh lanjut,” ujarnya.

Pilihan Editor: Penyebab Harimau Sumatera Masuk Kampung dan Timbulkan Konflik Manusia dan Satwa Liar

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


BRIN Olah Kelapa Tak Layak Jual Jadi Bioavtur, Pabriknya Dibangun di Banyuasin

22 jam lalu

Ilustrasi minyak kelapa untuk  Bioavtur. antaranews.com
BRIN Olah Kelapa Tak Layak Jual Jadi Bioavtur, Pabriknya Dibangun di Banyuasin

BRIN menggandeng perusahaan asal Jepang untuk pemanfaatan minyak kelapa menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau bioavtur.


Fakta-fakta Kasus Manipulasi Rapor di Depok, Nilai Dinaikkan hingga 20 Persen

2 hari lalu

Plh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi bicara terkait cuci rapor di Depok, Selasa, 16 Juli 2024. Foto : Dokumentasi Pribadi
Fakta-fakta Kasus Manipulasi Rapor di Depok, Nilai Dinaikkan hingga 20 Persen

Sejumlah fakta dalam kasus manipulasi rapor di Depok, nilai dinaikkan 20 persen dan guru diberi sanksi.


Jawa Barat Dominasi Judi Online, PPATK Soroti Modus Pengepul Rekening di Kampung-kampung

3 hari lalu

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana memberi laporan dalam acara Peringatan 22 Tahun Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) di Istana Negara, Jakarta, Rabu 17 April 2024. Indonesia telah dinyatakan secara aklamasi diterima sebagai Anggota Financial Action Task Force on Money Laundering and Terrorism Financing (full membership). Keberhasilan tersebut diperoleh dalam FATF Plenary Meeting di Paris, Perancis yang dipimpin oleh Presiden FATF, MR. T. Raja Kumar pada Rabu, 25 Oktober 2023. TEMPO/Subekti.
Jawa Barat Dominasi Judi Online, PPATK Soroti Modus Pengepul Rekening di Kampung-kampung

PPATK mengungkapkan modus pengepul rekening judi online yang memanfaatkan demografi Jawa Barat.


Skandal Cuci Nilai Rapor di SMPN Depok: Kronologi hingga 51 Calon Peserta Didik Dianulir

4 hari lalu

Plh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi bicara terkait cuci rapor di Depok, Selasa, 16 Juli 2024. Foto : Dokumentasi Pribadi
Skandal Cuci Nilai Rapor di SMPN Depok: Kronologi hingga 51 Calon Peserta Didik Dianulir

Disdik mengatakan tidak bisa melanjutkan 51 calon peserta didik yang dianulir lantaran cuci nilai rapor ke SMA Negeri Depok.


Hasil Riset BRIN Kerek Produksi Minyak Kayu Putih di Papua

4 hari lalu

Ilustrasi daun kayu putih. Pixabay.com/abeldomi
Hasil Riset BRIN Kerek Produksi Minyak Kayu Putih di Papua

BRIN sebut produktivitas dari industri minyak kayu putih perlu ditingkatkan dengan metode ilmiah supaya mutu genetik yang dihasilkan menjadi unggul.


51 Calon Siswa Dianulir Usai Kasus Katrol Nilai Rapor di Depok, Siapa yang Berhak Mengisi Kursi Kosong?

4 hari lalu

Plh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi bicara terkait cuci rapor di Depok, Selasa, 16 Juli 2024. Foto : Dokumentasi Pribadi
51 Calon Siswa Dianulir Usai Kasus Katrol Nilai Rapor di Depok, Siapa yang Berhak Mengisi Kursi Kosong?

Dinas Pendidikan Jawa Barat menyebut tidak bisa melanjutkan 51 calon peserta didik (CPD) yang dianulir lantaran cuci nilai rapor ke SMA Negeri Depok.


BRIN dan Petani Papua Garap Hilirisasi Kayu Putih, Awal Panen 5 Hektare Kini 49 Hektare

4 hari lalu

Hasil produksi minyak kayu putih di Kampung Rimba Jaya, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Dok: BRIN
BRIN dan Petani Papua Garap Hilirisasi Kayu Putih, Awal Panen 5 Hektare Kini 49 Hektare

BRIN ikut mengembangkan industri hilirisasi kayu putih di Biak Numfor, Papua. Industri ini diklaim memberikan manfaat ekonomi.


Soal Manipulasi Nilai Rapor di Depok, Disdik Sebut Sudah Lapor ke Pj Gubernur Jabar

4 hari lalu

Plh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi bicara terkait cuci rapor di Depok, Selasa, 16 Juli 2024. Foto : Dokumentasi Pribadi
Soal Manipulasi Nilai Rapor di Depok, Disdik Sebut Sudah Lapor ke Pj Gubernur Jabar

Mochamad Ade Afriandi mengatakan telah melaporkan kasus manipulasi nilai rapor di Depok ke Pj. Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin.


Dinas Pendidikan Jabar Buka Suara soal Guru Honorer Tergeser oleh PPPK

5 hari lalu

Sejumlah guru honorer dari Kabupaten Bekasi melakukan aksi jalan kaki menuju Istana Negara saat melintas di Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 12 Oktober 2023. Aksi yang diikuti 40 guru Honorer direncanakan berlangsung selama tiga hari. ANTARA/Fakhri Hermansyah
Dinas Pendidikan Jabar Buka Suara soal Guru Honorer Tergeser oleh PPPK

P2G mencatat sedikitnya 466 guru honorer di Jawa Barat diusir dari sekolah akibat kehadiran guru PPPK.


Alasan BRIN Sebut Kebun Raya Itera Cocok jadi Percontohan untuk Kampus dan IKN

5 hari lalu

Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, mengunjungi Kebun Raya Institut Teknologi Sumatera (Itera), Kamis, 11 Juli 2024. Kebun Raya Itera digadang-gadang sebagai leading sector bagi perguruan tinggi di indonesia serta pendukung pendirian Kebun Raya Nasional di IKN. (Humas Itera)
Alasan BRIN Sebut Kebun Raya Itera Cocok jadi Percontohan untuk Kampus dan IKN

Kebun Raya Itera baru berusia dua tahun, namun pengembangan dan pengelolaannya dinilai sudah lebih dari cukup.