Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

PPDB 2024: Penjelasan Soal Jalur Zonasi, Jalur Prestasi, dan Jalur Afirmasi

image-gnews
Petugas melayani orang tua murid yang berkonsultasi terkait pendaftaran daring Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 untuk zonasi tingkat sekolah dasar (SD) di Posko Pelayanan PPDB Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 14 Juni 2022. Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan menutup pendaftaran daring PPDB jalur zonasi tingkat SD pada 15 Juni 2022 pukul 14.00 WIB. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Petugas melayani orang tua murid yang berkonsultasi terkait pendaftaran daring Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 untuk zonasi tingkat sekolah dasar (SD) di Posko Pelayanan PPDB Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 14 Juni 2022. Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan menutup pendaftaran daring PPDB jalur zonasi tingkat SD pada 15 Juni 2022 pukul 14.00 WIB. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan salah satu tahap krusial dalam sistem pendidikan Indonesia. Dalam PPDB, terdapat sejumlah jalur masuk yang tersedia, di antaranya adalah jalur zonasi, jalur prestasi, dan jalur afirmasi. Meskipun memiliki tujuan dan mekanisme yang berbeda, ketiganya memiliki fokus utama untuk memastikan kesetaraan dan keadilan dalam akses pendidikan.

PPDB untuk tahun ajaran 2024/2025 akan segera dimulai pada bulan Juni-Juli mendatang. Berbagai sistem penerimaan siswa baru diterapkan oleh sekolah-sekolah, baik tingkat SD, SMP, maupun SMA. Dalam konteks ini, penting untuk memahami setiap sistem yang masih digunakan saat ini:

Jalur Zonasi
Dalam PPDB 2024/2025, jalur zonasi mengalami perubahan signifikan yang merujuk pada Keputusan Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ristek RI Nomor: 47/M/2023 tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021. Perubahan kebijakan tersebut menetapkan ketentuan baru dalam penentuan zona, yang kini didasarkan pada wilayah kelurahan/desa, bukan lagi wilayah kabupaten/kota seperti sebelumnya. Proses penetapan wilayah zonasi dilakukan dengan mempertimbangkan sebaran sekolah, data domisili calon peserta didik, dan kuota daya tampung sekolah oleh Pemerintah Daerah (Pemda). 

Adapun kuota jalur zonasi dalam PPDB 2024/2025 ditetapkan minimal 70 persen untuk SD, dan minimal 50 persen untuk SMP dan SMA dari total daya tampung sekolah. Calon siswa yang berhak mengikuti jalur zonasi adalah mereka yang berdomisili sesuai dengan zona yang ditetapkan oleh pemda, yang dapat dibuktikan melalui Kartu Keluarga (KK) atau surat keterangan domisili. Pentingnya adalah bahwa satu calon siswa hanya dapat memilih satu jalur pendaftaran dalam satu wilayah zonasi, dan kuota siswa untuk jalur zonasi telah ditetapkan sesuai dengan persentase yang telah ditetapkan.

Jalur Afirmasi
Jalur afirmasi dalam PPDB ditujukan bagi calon pelajar dari latar belakang ekonomi yang tidak mampu dan penyandang disabilitas. Mereka dapat berasal dari dalam atau luar wilayah zonasi yang dituju. Calon siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu harus menyertakan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah serta surat pernyataan dari orang tua/wali murid. Kuota afirmasi minimal 15 persen dari total daya tampung sekolah. Jika pendaftar melebihi kuota, prioritas diberikan kepada siswa dengan jarak tempat tinggal terdekat dengan sekolah.

Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua
Jalur perpindahan tugas orang tua/wali dalam PPDB merupakan opsi bagi siswa yang harus pindah domisili karena orang tua mereka mendapat mutasi kerja. Pindah tugas orang tua harus didukung dengan surat penugasan dari instansi atau perusahaan yang bersangkutan. Prioritas diberikan kepada siswa yang domisilinya terdekat dengan sekolah yang dituju. Kuota untuk jalur ini maksimal 5 persen dari total daya tampung sekolah. Jika terdapat sisa kuota, dapat dialokasikan untuk siswa di sekolah tempat orang tua/wali mengajar.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jalur Prestasi
Jalur prestasi dalam PPDB diperuntukkan bagi siswa yang telah meraih prestasi baik dalam bidang akademik maupun non-akademik seperti olahraga, seni, dan lainnya. Jika masih terdapat kuota yang tersisa setelah jalur-jalur pendaftaran lainnya, Pemerintah Daerah (Pemda) dapat membuka jalur prestasi. Kriteria jalur prestasi meliputi nilai rapor dari lima semester terakhir yang dilampirkan dengan surat keterangan peringkat nilai rapor dari sekolah asal, serta bukti prestasi akademik maupun non-akademik yang diterbitkan dalam rentang waktu enam bulan hingga tiga tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB.

SHARISYA KUSUMA RAHMANDA I NI MADE SUKMASARI I  MELYNDA DWI PUSPITA 

Pilihan Editor:

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Tuai Polemik, Kemendikbudristek Hapus Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA

1 jam lalu

Ilustrasi siswa SMA. ANTARA
Tuai Polemik, Kemendikbudristek Hapus Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA

Kemendikbudristek menghapus jurusan IPA, IPS, dan Bahasan yang akan diterapkan mulai tahun ajaran 2024/2025.


Pelajaran Siswa di SMA Setelah Jurusan Bahasa, IPS, dan IPA Dihapus

2 jam lalu

Ilustrasi siswa SMA. ANTARA
Pelajaran Siswa di SMA Setelah Jurusan Bahasa, IPS, dan IPA Dihapus

Penghapusan jurusan di SMA mulai diterapkan pada tahun ajaran 2024/2025. Siswa bisa memilih mata pelajaran yang diinginkan.


Penghapusan Jurusan di SMA Dianggap Bisa Bikin Siswa Sulit Tentukan Prodi Kuliah

4 jam lalu

Ilustrasi suasana belajar mahasiswa di kampus. Pixabay
Penghapusan Jurusan di SMA Dianggap Bisa Bikin Siswa Sulit Tentukan Prodi Kuliah

Di sisi lain, Tantri tak mengelak bahwa kebijakan ini dapat menghilangkan stigma atau label tentang siswa cerdas ada di jurusan IPA.


Psikolog Pendidikan Sebut Penghapusan Jurusan di SMA Pengaruhi Jumlah Kebutuhan Guru

15 jam lalu

Ilustrasi guru madrsah. Foto : Kemendag
Psikolog Pendidikan Sebut Penghapusan Jurusan di SMA Pengaruhi Jumlah Kebutuhan Guru

Kemendikbudristek akan menerapkan penghapusan jurusan di jenjang SMA mulai tahun ajaran 2024/2025. Pengaruhi kebutuhan guru.


Cerita Dosen yang Terlambat Dapat SK Pengangkatan CPNS: Viral Dulu Baru Ditindaklanjuti Kemendikbud

20 jam lalu

Penjelasan tentang persyaratan minimal pendidikan bagi pelamar CPNS dalam jabatan Dokter, Dokter gigi, Dokter pendididkan klinis, Dosen, Peneliti, dan Perekayasa.
Cerita Dosen yang Terlambat Dapat SK Pengangkatan CPNS: Viral Dulu Baru Ditindaklanjuti Kemendikbud

Pendistribusian Surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS dosen seleksi tahun 2023 terlambat. Ribuan dosen tidak mendapat kejelasan.


Ombudsman Banten Temukan 4.700 Siswa Siluman Pasca-PPDB SMA Tahun Lalu, Terbanyak di Tangerang Raya

1 hari lalu

Ilustrasi PPDB bermasalah. ANTARA
Ombudsman Banten Temukan 4.700 Siswa Siluman Pasca-PPDB SMA Tahun Lalu, Terbanyak di Tangerang Raya

Jumlah siswa siluman adalah selisih antara daya tampung yang diumumkan saat PPDB dengan realisasi di Dapodik 2023/2024.


Legislator Gerindra Desak Pelaku Katrol Nilai Rapor di Depok Dipidana

2 hari lalu

Anggota Komisi X DPR RI Nuroji saat Rapat Kerja dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (13/3/2024). Foto : Farhan/Andri
Legislator Gerindra Desak Pelaku Katrol Nilai Rapor di Depok Dipidana

Anggota DPR dari Gerindra meminta semua pelaku katrol nilai rapor di Depok dipidana. Hasil evaluasi Komisi X, PPDB hanya bermasalah di kota-kota besar


P2G Khawatir Penghapusan Jurusan di Jenjang SMA Membuat Guru Kehilangan Jam Mengajar

2 hari lalu

Ilustrasi pendidikan di sekolah.
P2G Khawatir Penghapusan Jurusan di Jenjang SMA Membuat Guru Kehilangan Jam Mengajar

Kebijakan penghapusan jurusan bisa membuat guru akan kekurangan jam mengajar. Sebabnya, siswa cenderung memilih mata pelajaran sesuai minatnya.


Buntut Kisruh Nilai Rapor 51 Siswa Calon Siswa Dianulir, Disdik Jabar: Diprioritaskan untuk Keluarga Tak Mampu

3 hari lalu

Pendemo yang mengatasnamakan Forum Pemerhati Pendidikan Jawa Barat menggeruduk Balai Kota Depok, Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas, Kamis, 18 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Buntut Kisruh Nilai Rapor 51 Siswa Calon Siswa Dianulir, Disdik Jabar: Diprioritaskan untuk Keluarga Tak Mampu

Ade berpendapat manipulasi nilai rapor tidak perlu dilakukan dikarenakan dengan menggunakan nilai asli saja memiliki peluang untuk diterima.


Alasan Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA Dihapus Kemendikbud

3 hari lalu

Ilustrasi siswa SMA. ANTARA
Alasan Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA Dihapus Kemendikbud

jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA dihapus agar siswa fokus mempelajari mata pelajaran yang sesuai