Facebook Masih Terfavorit di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Papan logo yang terdiri dari jutaan foto pribadi terpasang di Pusat Data Facebook Inc. di Prineville, Oregon, Amerika (28/4). Pusat data ini memiliki teknologi efisien energi, termasuk di bidang pengelolaan air dan listrik.  Meg Roussos/Bloomberg via Getty Images

    Papan logo yang terdiri dari jutaan foto pribadi terpasang di Pusat Data Facebook Inc. di Prineville, Oregon, Amerika (28/4). Pusat data ini memiliki teknologi efisien energi, termasuk di bidang pengelolaan air dan listrik. Meg Roussos/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Facebook ternyata masih menjadi media sosial favorit di Indonesia. Menjamurnya aplikasi serupa tidak membuat jejaring pertemanan buatan Mark Zuckerberg ini ditinggalkan begitu saja.

    Laporan survei Taylor Nelson Sofres (TNS) bertajuk "TNS Insight Report" menyebutkan 98 persen pengguna platform online di Indonesia memilih Facebook sebagai media komunikasi. Adapun Google+ berada pada peringkat kedua dengan raihan 54 persen.

    Kemudian Twitter 44 persen, Yahoo! Messenger 42 persen, dan WhatsApp 21 persen. Selanjutnya adalah WeChat 16 persen, LINE 10 persen, KakaoTalk 6 persen, Instagram 5 persen, serta Skype 4 persen.

    “Facebook memiliki sejarah yang cukup panjang di media sosial, makanya orang masih menyukainya,” ujar Direktur Bisnis TNS Indonesia Astiti Suhirman di Jakarta, Senin, 22 September 2014.

    TNS melakukan survei ini pada Juli-Agustus 2013 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. Survei dilakukan terhadap 1.002 responden yang berusia 16 tahun ke atas.

    Alasan lain Facebook masih disukai adalah fungsinya yang tidak hanya sebagai jejaring pertemanan. Kini Facebook digunakan sebagai sarana berbagi informasi, berjualan, dan berbelanja. (Baca: Facebook Banyak Diakses Saat di Tempat Tidur)

    Astiti mengakui kompetitor media sosial tersebut semakin banyak dan gencar berinovasi. Meskipun demikian, belum ada yang menawarkan banyak fungsi seperti Facebook. “Twitter juga digunakan untuk berjualan, tetapi ada keterbatasan penulisan hanya sampai 140 karakter,” dia mencontohkan.

    Faktor lain adalah budaya masyarakat Indonesia yang senang berbagi hal kepada banyak orang. Misalnya saat berkunjung ke suatu tempat, orang bisa mengunggah foto, menulis status, dan membagi tautan dalam satu platform sekaligus.

    Astiti menyebutkan minat masyarakat Indonesia terhadap Facebook kemungkinan besar dapat berubah sejalan dengan kemunculan para kompetitornya. Ini juga bergantung pada tingkat kepercayaan masyarakat. Sebabnya, kejahatan dunia maya kerap terjadi melalui media sosial.

    Kini pengguna aktif Facebook di Indonesia per bulannya mencapai 69 juta. “Sebanyak 61 juta mengakses dari perangkat bergerak,” ujar Head of Facebook Indonesia Anand Tilak di tempat yang sama. Simak berita tekno lainnya di sini.

    SATWIKA MOVEMENTI

    Berita lain:
    Ditemukan Kerangka Sejoli Berusia 700 Tahun
    Jimat Firaun Ditemukan di Tambang Kuno Yordania 
    Wahana Luar Angkasa NASA Masuki Orbit Mars 
    Facebook Banyak Diakses Saat di Tempat Tidur 
    Leonardo DiCaprio Ikut Kampanye Perubahan Iklim  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.