Kepala BNPB: Indonesia Harus Punya Sistem IT Bencana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPB Willem Rampangilei memberikan sambutan pada Asian Committe on Disaster Management di Hotel Gumaya, Semarang, 26 April 2016. Perhelatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat dan meningkatkan penanggulangan bencana di dunia, khususnya di kawasan Asia Tenggara. TEMPO/Budi Purwanto

    Kepala BNPB Willem Rampangilei memberikan sambutan pada Asian Committe on Disaster Management di Hotel Gumaya, Semarang, 26 April 2016. Perhelatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat dan meningkatkan penanggulangan bencana di dunia, khususnya di kawasan Asia Tenggara. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Depok - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, Indonesia perlu investasi pengembangan teknologi informasi kebencanaan. Sebab, menurut dia, saban tahun bencana di negeri ini terus meningkat. Imbasnya, ribuan jiwa jadi korban.

    "Indonesia negeri bencana. Kita butuh teknologi untuk menimalisir jumlah korban," kata Willem di Balairung Universitas Indonesia, kemarin.

    Baca: BNPB: Bencana Meningkat Tiap Tahun Akibat Perubahan Iklim

    Terkait dengan itu, Willem menjelaskan, BNPB sedang mengembangkan drone (pesawat nirawak) yang mampu menjangkau radius 500 kilometer. Menurut dia, drone ini bisa beroperasi untuk memantau titik kebakaran hutan. "Kita butuh drone ini. Malah, harus," ujarnya. Drone ini, kata Willem, dibeli dari luar negeri lalu dinaikkan kemampuannya di dalam negeri.

    Teknologi, menurut Willem, sangat dibutuhkan di semua lini kebencanaan. Sistem informasi dan peringatan dini, misalnya. "Pengembangan informasi teknologi oleh anak muda perlu kita dukung agar bisa dipakai di dalam negeri," kata dia.

    Baca: BNPB: 1.087 Bencana Terjadi Sepanjang 2017, 166 Orang Tewas

    Selain itu, pengembangan sistem informasi dan teknologi juga diperlukan dalam penanggulangan bencana. Bahkan, sistem peringatan dini bencana tidak lepas dari teknologi. "Pengembangan IT anak muda perlu dibudayakan," ucapnya. "Teknologi akan sangat membantu penanggulangan bencana, bahkan dalam kehidupan sehari-hari mebutuhkan teknologi."

    Saat ini, Willem menjelaskan, Indonesia harus mengembangkan sistem informasi terpadu dalam peringatan dini bencana alam. Sistem itu, kata dia, nantinya harus terintegrasi beberapa lembaga, termasuk BNPB.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.