Gelar Konferensi, Penganut Teori Bumi Datar Tuntut Ini

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peta bumi datar yang dipercayai oleh kaum flatearth. (flatearthfetch.co.uk)

    Peta bumi datar yang dipercayai oleh kaum flatearth. (flatearthfetch.co.uk)

    TEMPO.CO, North Carolina - Penganut Teori Bumi Datar menggelar konferensi Flat Earth International Conference (FEIC) di Amerika Serikat, 9-10 November lalu. Peserta yang hadir tercatat 400 orang dari berbagai belahan dunia.

    Jumlah tersebut menandakan konferensi tersebut diminati, padahal tiket untuk masuk dijual seharga US$ 249 (atau sekitar Rp 3,5 juta). Konferensi ini membicarakan hal-hal seperti kebohongan NASA. Ada juga tanya jawab dalam panel yang digelar dua hari ini.

    Baca: Penganut Teori Bumi Datar Ini Jadi Bulan-Bulanan Astronot NASA

    Dalam konferensi ini, panel menuntu untuk teori bumi datar agak dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. "Sains kini berada di titik kritis," ujar Sarget, salah satu pembicara, seperti dikutip dari laman IFL Sciences, Ahad, 20 November 2017. "Sains arus utama tidak bisa menghindari kita selamanya."

    Panel juga mempertanyakan ide-ide bos Space X, Elon Musk. "Secara resmi saya bilang, bahwa semua yang dikatakan Musk adalah kebohongan," kata Sargent. "Musk selama ini hanya mengeluarkan omong kosong dari pantatnya."

    Baca: Ini 7 Bukti Bahwa Teori Bumi Datar Salah

    Simak artikel menarik lainnya tentang penganut Teori Bumi Datar hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    IFL SCIENCE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.