Sebagian Wilayah NTT Alami Kekeringan Ekstrem

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria mengisi air ke dalam jerigen di satu-satunya mata air di Desa Lolowano, Sumba Barat, NTT, 9 September 2017. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur menyatakan sembilan dari 22 kabupaten/kota di provinsi itu dilaporkan darurat kekeringan yakni sumber-sumber mata air mulai mengering akibat kemarau panjang. ANTARA FOTO

    Seorang pria mengisi air ke dalam jerigen di satu-satunya mata air di Desa Lolowano, Sumba Barat, NTT, 9 September 2017. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur menyatakan sembilan dari 22 kabupaten/kota di provinsi itu dilaporkan darurat kekeringan yakni sumber-sumber mata air mulai mengering akibat kemarau panjang. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini mengalami kekeringan ekstrem.

    Baca: NTT Akan Memiliki Dua Pelabuhan Marina untuk Kapal Pesiar

    "Wilayah-wilayah itu sekitar Wulandoni, Kabupaten Lembata, dan wilayah Temu Kanatang dan Malahar di Kabupaten Sumba Timur," kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang Apolinaris Geru di Kupang, Senin, terkait hasil monitoring Hari Tanpa Hujan di NTT.

    Berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan berturut-turut dasarian III Mei 2018, tercatat bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur pada umumnya mengalami kriteria Hari Tanpa Hujan dengan kategori sangat panjang (31-60) hari.

    "Tetapi ada beberapa wilayah juga mengalami hari tanpa hujan dengan kategori kekeringan ekstrem (lebih 60 hari)," katanya.

    Hasil analisis curah hujan dasarian III Mei 2018, pada umumnya wilayah Nusa Tenggara Timur mengalami curah hujan dengan kategori rendah (0-50 mm).

    Namun, di sebagian kecil Kabupaten Timor Tengah Utara dan sebagian Kabupaten Manggarai Timur mengalami curah hujan dengan kategori menengah (51-150 mm).

    Mengenai peluang dasarian I Juni 2018, dia mengatakan berdasarkan peta prakiraan peluang curah hujan dasarian I Juni 2018, diketahui bahwa pada umumnya wilayan NTT diprakirakan memiliki peluang curah hujan 0-20 mm.

    Sebagian besar wilayah Kabupaten Malaka, sebagian kecil Kabupaten Belu, dan sebagian Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, diprakirakan berpeluang hujan antara 21-50 mm sebesar 30-80 persen, demikian Apolinaris.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?