Supermoon Malam Ini Terlihat di Beberapa Benua, Ini Waktunya

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bulan purnama supermoon terbenam di atas teleskop radio RT-70 di desa Molochnoye, Krimea, 2 Januari 2018. Menurut NASA, saat supermoon bulan tampak 30 persen lebih terang dan 14 persen lebih besar dari biasanya. REUTERS/Pavel Rebrov

    Bulan purnama supermoon terbenam di atas teleskop radio RT-70 di desa Molochnoye, Krimea, 2 Januari 2018. Menurut NASA, saat supermoon bulan tampak 30 persen lebih terang dan 14 persen lebih besar dari biasanya. REUTERS/Pavel Rebrov

    TEMPO.CO, Jakarta - Fenomena Supermoon akan terjadi kembali, malam ini, Selasa, 19 Februari 2019. Momen tersebut bisa disaksikan di beberapa benua seperti Amerika, Eropa, Asia, Afrika dan Australia, seperti dilansir laman Forbes, Ahad, 17 Februari 2019.

    Baca: Supermoon Malam Ini Terbesar dan Tercerah Hingga 2026
    Baca: Supermoon 19 Februari, Ini 8 Mitos di Balik Supermoon

    Di Amerika, momen tersebut akan datang sebelum fajar Selasa pagi. Untuk Eropa, Asia, Afrika dan Australia, pemandangan terbaik akan terjadi setelah matahari terbenam, pada Selasa malam. Fenomena tersebut menjadi momen terbaik dan terjadi di tahun ini, bahkan sampai tujuh tahun ke depan.

    Secara umum, Supermoon terbesar akan terjadi ketika perigee Bulan dan fase Bulan purnama paling dekat. Pada 19 Februari, fase akan jatuh dalam 6 jam, yang kebetulan sangat dekat, dan diperkirakan bagi yang melihatnya adalah orang yang begitu beruntung, karena untuk melihatnya lagi butuh waktu bertahun-tahun.

    Supermoon tahun ini, diklaim menjadi fenomena Supermoon yang terbesar dan tercerah hingga nanti muncul kembali pada 2026. Alasannya karena setiap 29,53 hari, siklus Bulan melalui beberapa fase, mulai dari Bulan baru ke Bulan sabit ke seperempat untuk membentuk Bulan hampir penuh hingga penuh, kemudian kembali ke hampir penuh, ke seperempat, menjadi Bulan sabit, hingga ke Bulan baru.

    Pada 2020, Supermoon terjadi di April yang akan memiliki perigee dan fase penuh hilang 8 jam. Pada 2022, Supermoon Juli akan melihat perigee dan fase penuh hilang 9 jam. Sementara, pada 2023, akan ada bulan perigee yang lebih dekat, tapi itu akan bertepatan dengan fase baru dan bukan fase penuh; itu tidak akan terlihat dari Bumi.

    Sementara pada 2025, Supermoon akan datang lagi di bulan November: perigee dan fase penuh akan hilang hanya dalam 9 jam. Dan akhirnya, pada 2026, Supermoon akan datang lagi bertepatan Natal pada 24 Desember, di mana bulan perigee membawa Bulan dalam jarak 356.649 km dari Bumi, sedikit lebih dekat dari 356.761 km yang akan kita capai pada hari Selasa, tanggal 19 Februari.

    FORBES | LIVESCIENCE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.