Supermoon 19 Februari, Ini 8 Mitos di Balik Supermoon

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bulan purnama supermoon terbit di atas pegunungan Los Andes di Santiago, Chili, 30 Januari 2018. REUTERS/Pablo Sanhueza

    Bulan purnama supermoon terbit di atas pegunungan Los Andes di Santiago, Chili, 30 Januari 2018. REUTERS/Pablo Sanhueza

    TEMPO.CO, Jakarta - Gerhana bulan total atau Supermoon akan kembali terjadi pada 19 Februari 2019. Fenomena tersebut akan memunculkan kembali cerita mitos yang menjadi perbincangan masyarakat saat menyaksikannya.

    Baca: Supermoon 19 Februari Terbesar dan Paling Terang di 2019
    Baca: Supermoon Datang Lagi 19 Februari
    Baca: Ilmuwan Tangkap Gambar Meteorit Tabrak Bulan Saat Supermoon

    Supermoon merupakan istilah yang digunakan astrolog untuk menggambarkan keadaan Bulan penuh ketika berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi. Ketika fenomena itu terjadi, Bulan tampak lebih besar dan terang. Berikut beberapa mitos yang berkaitan dengan Supermoon, seperti dilansir laman Space dan Hystori beberapa waktu lalu:

    1. Supermoon Bikin Manusia Gila

    Sejak zaman kuno, kondisi Bulan penuh telah dikaitkan dengan perilaku aneh, termasuk sleepwalking (jalan sambil tidur), bunuh diri, kegiatan ilegal, kekerasan, hingga berubah menjadi manusia serigala. Selama ribuan tahun, dokter dan profesional kesehatan mental percaya pada hubungan yang kuat antara kegilaan dan Bulan.

    Hippocrates, yang dianggap sebagai bapak kedokteran modern, menulis pada abad kelima SM bahwa: "orang yang dihinggapi ketakutan dan kegilaan pada malam hari sedang dikunjungi oleh dewi bulan."

    2. Alien Penghuni Bulan

    Pada 1820-an, astronom Bavaria Franz von Paula Gruithuisen mengaku telah melihat kota di Bulan dengan teleskopnya. Dia menulis bahwa 'lunarians' (penghuni Bulan) yang tinggal di Bulan telah membangun bangunan canggih, jalan dan benteng.

    Sebagian besar rekan-rekannya mengejek pernyataan Paula Gruithuisen. Sir William Herschel, seorang astronom Inggris yang terkenal, juga berpikir alien tinggal di bulan dan melakukan pengamatan rutin tentang kemajuan proyek konstruksi mereka.

    3. Bulan Kendalikan Kesuburan

    Kaitan tersebut kemungkinan berawal dari siklus menstruasi dan bulan sama panjangnya, banyak peradaban awal percaya bahwa bulan menentukan kapan wanita bisa hamil. Hal tersebut bisa menjelaskan mengapa dewi bulan, dari dewi Cina Chang'e hingga Mama Quilla dari suku Inca, begitu menonjol dalam mitologi di seluruh dunia.

    Pada 1950, dokter asal Republik Ceko Eugene Jonas menemukan sebuah teks astrologi kuno Asiria yang menyatakan bahwa perempuan sedang subur selama fase-fase tertentu dari Bulan.

    4. Bulan Wahana Berongga

    Beberapa buku fiksi ilmiah dari awal abad 20, termasuk buku H.G. Wells 'The First Men in the Moon', menggambarkan bahwa Bulan berongga dan dihuni alien. Pada 1970 dua ilmuwan Soviet menyebutkan bahwa bulan sebenarnya adalah pesawat alien seperti cangkang yang dibangun oleh makhluk luar angkasa dengan teknologi dan kecerdasan tinggi.

    5. Manusia Tak Pernah Pergi ke Bulan

    Meskipun banyak bukti yang bertentangan, beberapa orang percaya bahwa pendaratan Apollo di bulan dipalsukan oleh NASA, yang menggunakan foto editan untuk menipu publik. Para pendukung klaim tipuan ini berpendapat bahwa teknologi saat itu tidak cukup canggih untuk membawa astronot ke bulan dan kembali pulang dengan selamat.

    Mereka juga menunjukkan tanda-tanda penipuan studio, termasuk fakta bahwa bendera Amerika yang ditanam oleh awak Apollo 11 di permukaan Bulan tampak bergetar di ruang vakum.

    6. Nazi Punya Markas di Bulan

    Setelah Perang Dunia II, rumor beredar bahwa astronot Jerman telah melakukan perjalanan ke Bulan dan mendirikan fasilitas rahasia di sana. Beberapa bahkan berspekulasi, Adolf Hitler telah memalsukan kematiannya, melarikan diri dan menghabiskan sisa harinya di sebuah tempat tersembunyi di bawah permukaan bulan.

    7. Kelinci Berdiam di Bulan

    Berbagai legenda dari berbagai tradisi di seluruh dunia, termasuk agama Buddha dan cerita penduduk asli Amerika, menceritakan kisah kelinci yang hidup di Bulan.

    8. Supermoon Awal dari Kiamat

    Gerhana supermoon tetrad, rangkaian empat gerhana bulan, sering dianggap sebagai tanda dari akhir zaman. Klaim tersebut dibuat dalam sebuah buku tentang empat 'blood moons'.

    Simak kabar terbaru tentang Supermoon hanya di kanal Tekno Tempo.co

    HISTORY | SPACE 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.