Gempa M 5,2 di Malang Akibat Sesar Naik

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Bandung - Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali diguncang gempa. Lindu pada Ahad, 10 Maret 2019 mengguncang pada pukul 16.21.45 WIB. Bermagnitudo 5,2 gempa itu tidak berpotensi tsunami.

    Kepala Bidang informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono mengatakan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,64 LS dan 112,63 BT. "Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 166 kilometer arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang," katanya lewat keterangan tertulis,  Ahad, 10 Maret 2019.

    19 Februari Lalu Juga Terjadi Gempa di Malang

    Kedalaman sumber gempa 64 kilometer. Berdasarkan titik pusat sumber dan kedalamannya, gempa tergolong dangkal. "Gempa ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempang Eurasia," kata Daryono.

    Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme sesar naik (thsrust fault).

    Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Malang, Lumajang dan sekitarnya dengan kekuatan II MMI.

    Skala II MMI berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

    Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?