Perang Dagang AS-Cina Merembet ke Google Vs Huawei, Ini Dampaknya

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana stand pameran yang meluncurkan smartphone terbaru Huawei Ascend P6 berbasis Android pada pameran CommunicAsia di Singapura (19/6). Smartphone tertipis di dunia ini tebalnya hanya 6,18 mm dengan bobot hanya 120 gram. REUTERS/Edgar Su

    Suasana stand pameran yang meluncurkan smartphone terbaru Huawei Ascend P6 berbasis Android pada pameran CommunicAsia di Singapura (19/6). Smartphone tertipis di dunia ini tebalnya hanya 6,18 mm dengan bobot hanya 120 gram. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta - Raksasa teknologi Amerika Serikat Google telah memutuskan akses ke teknologinya untuk Huawei. Sumber di Google mengatakan kepada Reuters, Senin, 20 Mei 2019, bahwa perusahaan induk Google, Alphabet Inc, mengakhiri akses Huawei ke produk hardware, software, dan layanan teknis.

    Baca juga: Cina Naikkan Tarif Impor dari Amerika, Retaliasi Perang Dagang

    Hal itu terjadi setelah pemerintah AS menganggap Huawei sebagai tangan kanan Partai Komunis Cina. Australia juga telah menyatakan kegelisahan serupa, dan melarang Huawei terlibat dalam jaringan 5G karena masalah keamanan nasional.

    Huawei menolak tudingan itu dan menganggap semua larangan memiliki motivasi politik. Cina sendiri telah mengajukan banding ke Organisasi Perdagangan Dunia. Mengutip laman 7news, langkah Google berarti Huawei akan segera kehilangan akses ke pembaruan untuk sistem operasi Google Android serta Play Store, Gmail dan YouTube.

    Ini juga berarti tidak ada lagi pembaruan keamanan untuk ponsel Android Huawei. Satu-satunya akses Android Huawei adalah melalui perangkat lunak sumber terbuka. Jika Cina membalas, bisa jadi produk Google dilarang di negeri itu.

    Dampak dari hubungan panas AS-Cina itu, bisa membuat pengguna Huawei tidak akan lagi memiliki akses ke berbagai aplikasi. Beberapa analis mengatakan itu akan menjadi hukuman mati bagi Huawei di pasar besar seperti Eropa dan India.

    Langkah itu juga bisa mengenai Google karena kehilangan ratusan juta pengguna produknya. Departemen Perdagangan AS pekan lalu mengumumkan bahwa Huawei dan afiliasinya telah ditambahkan ke daftar entitas yang dibatasi penjualan teknologinya di AS.

    Hal itu disambut baik oleh para legislator AS, termasuk anggota Partai Republik Marco Rubio, yang mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump pantas mendapat pujian besar.

    "Karena upayanya untuk secara komprehensif mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh Huawei. Dan perusahaan telekomunikasi yang dikendalikan oleh negara asing melalui upaya untuk melemahkan dan membahayakan sistem dan infrastruktur AS," kata Rubio.

    Departemen Perdagangan mengatakan Pemerintah AS memiliki dasar yang masuk akal untuk menyimpulkan bahwa Huawei terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan keamanan nasional AS atau kepentingan kebijakan luar negeri. Juga mengutip tuduhan Departemen Kehakiman AS, termasuk bahwa mereka telah melanggar sanksi terhadap Iran.

    Simak kabar terbaru tentang perang dagang AS dan Cina serta Google dan Huawei hanya di kanal Tekno Tempo.co

    REUTERS | 7NEWS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.