Aplikasi Alquran Digital dari Bandung Bermodal Rp1 Miliar

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Barokah Inovasi Teknologi di Bandung meluncurkan aplikasi Alquran digital bernama Quran Best Indonesia secara gratis di bulan Ramadan 2019 ini. (Dok.Pemkot Bandung)

    PT Barokah Inovasi Teknologi di Bandung meluncurkan aplikasi Alquran digital bernama Quran Best Indonesia secara gratis di bulan Ramadan 2019 ini. (Dok.Pemkot Bandung)

    TEMPO.CO, Bandung- Start-up di Bandung mengembangkan Alquran digital yang dikembangkan dari versi cetak. Mereka menawarkan cara membaca Alquran yang biasa dilakukan orang Indonesia seperti mushaf dan tajwid yang selama ini kerap mengacu ke standard Madinah.

    Baca juga: AlQuran Digital Best Indonesia Gaet 100-an Ribu Pengunduh

    “Biaya modalnya Rp1 miliar, modal untuk operasional gaji yang bikin source Alquran, itu yang paling mahal,” ujar Marketing Executive Officer Idham Fitriadhi.

    Basis Alquran digital ini adalah Alquran cetak yang pernah mereka buat. Dari pengalaman itu mereka membuatnya dengan beragam fitur.

    Pertama di Indonesia, kata Idham, aplikasi Alquran digital ini dirancang senyaman membaca Alquran cetak. “Inovasi terbarunya fitur dengan deteksi jumlah tilawah Alquran dan target harian bacaan,” katanya kepada Tempo, Kamis, 23 Mei 2019.

    Meskipun biaya pembuatannya mahal, aplikasi Alquran Best Indonesia gratis dipakai dan tanpa iklan. “Kami monetizing dari aplikasi yang free ini,” ujar dia.

    Pihaknya menyiapkan aplikasi berbayar seperti untuk kursus bahasa Arab atau belajar membaca Alquran. “Harganya berkisar Rp50-100 ribu,” ujar Idham.

    Bernaung di PT Barokah Inovasi Teknologi di Bandung, pengembang Alquran digital ini ingin karyanya dipakai jutaan muslimin di Indonesia. “Asal jangan bacanya di kamar mandi,” katanya.

    Dari sekitar 3.500 hingga 15 ribu pengunduh saat versi beta, aplikasi yang diluncurkan bersama Walikota Bandung Oded M. Danial pada 8 Mei lalu itu kini telah menjaring 100 ribuan pengunduh.

    Aplikasi berbasis sitem operasi Android dan iOS itu dirancang dengan desain berornamen khas Islami dan tampilan antarmuka yang mudah digunakan. Pengguna bisa membaca Alquran dengan mode layar landscape atau portrait. Tersedia pula mode terang maupun gelap.

    Menurut Idham, aplikasi Alquran digital ini akan terus menambah fitur baru. Sekarang misalnya akan dibuka akses pengguna untuk infaq dan sodakoh ke lembaga pengelolanya. “Kerja sama dengan lembaga zakat itu supaya bisa sosialisasikan Alquran digital ini juga,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.