Tips Teknologi: Hati-hati Bahaya WiFi Publik Saat Berlibur

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wi-fi 802.11ax. (wifinowevents.com)

    Wi-fi 802.11ax. (wifinowevents.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Layanan WiFi publik kini hampir dapat ditemukan di berbagai tempat. Termasuk saat tengah berlibur, layanan WiFi publik juga kian menjamur di tempat wisata, hotel, sampai ke restoran dan kedai kopi.

    Baca: Wujud Sinyal Wifi Berhasil Ditangkap, Ini Fotonya

    Kenyamanan koneksi ini tidak dapat disangkal memudahkan kita untuk menikmati konektivitas Internet saat berada di luar rumah.

    WiFi publik, biasa juga disebut sebagai WiFi gratis, tentu saja sangat disukai oleh siapa pun. Tetapi sesuatu yang gratis belum tentu dapat menjamin keamanan, malah cenderung bisa merugikan.

    Pengguna sering mendapat ancaman dari eksploitasi WiFi publik, yang paling umum adalah serangan Man in the Middle (MitM), yaitu seorang peretas mencegat komunikasi antara dua pihak, kemudian mencuri informasi pribadi korban yang dapat disalahgunakan peretas untuk keuntungan mereka.

    “Jenis hotspot WiFi berbahaya dapat ditemukan di banyak tempat umum. Pencegahan sangat penting untuk memastikan para penjahat siber tidak mencuri data, kata sandi, memata-matai untuk berbagai skenario jahat lainnya,” ujar IT Security Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh, Senin 17 Juni 2019.

    Yudhi pun berbagi beberapa tips keamanan siber yang dapat digunakan semua orang untuk terhindar menjadi korban akibat diretas melalui eksploitasi WiFi dan tetap aman berbelanja online. Berikut tipsnya:

    1. Untuk masyarakat yang termasuk gemar belanja online, diimbau menghindari penyimpanan informasi pembayaran di portal pengecer, untuk mencegah kemungkinan hilangnya data melalui pelanggaran data.

    2. Pastikan bahwa transaksi dilakukan pada jaringan aman dan bukan pada jaringan publik.

    3. Pembeli online juga harus selalu memastikan bahwa situs web tempat mereka melakukan transaksi aman, dan bahwa mereka ada di situs web resmi pengecer.

    4. Tautan dari banner iklan berpotensi menyebabkan pembeli online ke situs imitasi pengecer, yang dilakukan dalam upaya mencuri data pribadi dan keuangan.

    5. Untuk terhubung ke internet saat bepergian atau di tempat umum gunakan fitur hotspot ponsel pengguna.

    6. Jika Anda benar-benar harus terhubung ke jaringan WiFi publik, pastikan untuk terhubung ke yang sah. Terkadang peretas akan membuat jaringan imitasi (kembaran berbahaya atau spoof) untuk menipu pengguna agar masuk ke jaringan dengan nama yang sama. Tidak ada salahnya untuk memverifikasi dengan fasilitas yang tepat untuk terhubung.

    7. Cobalah untuk menghindari masuk ke layanan sensitif seperti aplikasi perbankan, email atau transaksi online.

    8. Pertimbangkan untuk menggunakan layanan seluler ponsel cerdas pengguna, yang selalu lebih aman daripada WiFi umum.

    9. Gunakan layanan keamanan dasar seperti antivirus dan pertimbangkan VPN.

    ESET sendiri sejauh ini juga telah memiliki perangkat pelindung seperti ESET Smart Security Premium untuk melindungi perangkat Windows dan Mac Anda dari ancaman dunia maya, dan meningkatkan peluang pemulihan jika perangkat pengguna hilang atau dicuri.

    Simak artikel lainnya tentang WiFi di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.