ITB Anugerahkan Doktor Honoris Causa untuk Jusuf Kalla

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla melambaikan tangan dari dalam mobil sebelum meninggalkan Istana Wakil Presiden pada hari terakhirnya bertugas di Jakarta, Sabtu, 19 Oktober 2019. ANTARA

    Wakil Presiden Jusuf Kalla melambaikan tangan dari dalam mobil sebelum meninggalkan Istana Wakil Presiden pada hari terakhirnya bertugas di Jakarta, Sabtu, 19 Oktober 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung - Institut Teknologi Bandung (ITB) menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan atau Honoris Causa kepada M. Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden, Senin pagi, 13 Januari 2020 di Aula Barat ITB.

    "Tim promotor berkesimpulan bahwa M. Jusuf Kalla sangat layak untuk mendapatkan gelar Doktor Kehormatan dari ITB dalam bidang produktivitas," kata Abdul Hakim Halim dari tim promotor.

    Tim promotor mengemukakan empat contoh nyata yang dilakukan M. Jusuf Kalla dalam inovasi untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dan di pemerintahan.

    Dimulai dari pendirian PT Bukaka Teknik Utama pada 25 Oktober 1978, salah satu karyanya yaitu produk garbarata, jembatan pengantar penumpang dari terminal ke pesawat. "PT Bukaka salah satu dari lima produsen garbarata di dunia," kata Abdul.

    Kedua, terkait kebijakan konversi minyak tanah ke LPG setelah subsidi minyak tanah mencapai 8 persen dari APBN 2006. Berlanjut kemudian Bantuan Langsung Tunai, kemudian pembangunan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

    "Sungguh suatu kehormatan bagi saya untuk menjadi penerima Doktor Honoris Causa dari institusi penting seperti ITB," kata Jusuf Kalla sebelum berpidato.

    Berjudul Mendorong Produktivitas Meningkatkan Kesejahteraan Bangsa, Kalla berbagi pengalaman selama 50 tahun lebih di dunia bisnis, politik, dan pemerintahan. Menurutnya kunci kemakmuran suatu negara adalah semangat dan produktivitas.

    Negara dengan produktivitas tinggi menurutnya akan mampu memproduksi barang dan jasa melebihi kebutuhannya. "Selisih antara apa yang diproduksi dan dikonsumsi memungkinkan mereka melakukan investasi yang pada gilirannya mendongkrak produktivitas dan kemakmuran ke taraf yang lebih tinggi," ujarnya.

    Menambahkan contoh karya dan kebijakannya, Kalla menyebut soal pembuatan panser produk Indonesia. Dia mengajak kolaborasi beberapa pihak untuk membangun industri panser seperti Anoa. Ide itu berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi perlengkapan militer negara pada awal 2000-an.

    Karya lain membangun pembangkit listrik tenaga air lewat perusahaannya, lalu menggelar Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Dari pantauan di lokasi, acara penganugerahan Doktor Kehormatan untuk Jusuf Kalla ikut dihadiri Sofyan Wanandi, Solihin GP, Susi Pudjiastuti, dan Ridwan Kamil.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.