Begini Elon Musk Merancang Starship untuk Menjajah Mars

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Tesla Roadster milik Elon Musk yang dikirim ke antariksa dengan roket Falcon Heavy sedang menuju orbit mengitari Mars. Kredit: SpaceX/YouTube

    Mobil Tesla Roadster milik Elon Musk yang dikirim ke antariksa dengan roket Falcon Heavy sedang menuju orbit mengitari Mars. Kredit: SpaceX/YouTube

    TEMPO.CO, Jakarta - CEO SpaceX Elon Musk fokus pada pengembangan Starship di SpaceX Space Launch Facility, Boca Chica, Texas, Amerika Serikat. Musk menjelaskan tentang Starship untuk mencapai tujuan menjadikan koloni manusia bisa sampai di Mars pada 2050 mendatang itu.

    Pebisnis asal Amerika itu berbagi foto pekerjaan yang dilakukan pada prototipe Starship melalui akun Twitter resminya @elonmusk. “Starship perlu beroperasi dengan jadwal yang cepat, membawa banyak megaton kargo per tahun ke Planet Merah untuk membangun dan mempertahankan keberadaan manusia di sana,” bunyi unggahan Musk seperti dikutip dari Tech Crunch, baru-baru ini.

    Unggahan Musk menerima banyak pertanyaan seputar kendaraan yang akan melakukan penerbangan perdana dua atau tiga bulan lagi itu. Salah satunya mengenai bagaimana cara kerja Starship dan membuatnya terbang menuju Mars, termasuk teknis pengisian bahan bakarnya.

    Musk yang juga pendiri Tesla memberikan klarifikasi mengenai pertanyaan tersebut. Menurut rencananya, setiap 26 bulan sekali, sekitar 1.000 kapal akan berangkat selama 30 hari untuk transit di Mars. Sementara Starship membutuhkan bahan bakar di orbit untuk melakukan perjalanan ke Mars.

    “Karena berapa banyak dorongan yang diperlukan untuk keluar dari atmosfer Bumi. Hal yang sama tidak berlaku untuk perjalanan kembali ke Bumi,” tulis Musk.

    Dia juga menegaskan bahwa setiap langkah pengembangan SpaceX kuncinya adalah penggunaan kembali sistem Starship. Setiap Starship, menurutnya, akan memiliki target masa manfaat ekonomis sekitar 20 hingga 30 tahun—mirip dengan pesawat komersial hari ini.

    Musk yang saat ini berusia 48 tahun mengatakan, pesawat ruang angkasa sedang dirancang dengan rencana untuk rata-rata tiga penerbangan per hari, masing-masing membawa lebih dari 100 ton per penerbangan, dengan total lebih dari 1.000 penerbangan per tahun, per kendaraan.

    Pria keturunan Afrika Selatan itu juga berharap bisa mencapai tingkat konstruksi 100 Starship yang diproduksi per tahun. Tujuannya akan tersedia 1.000 starship dalam dekade berikutnya yang dapat mengangkut sebanyak 100 megaton kargo per tahun atau sekitar 100 ribu orang per sinkronisasi orbit Bumi-Mars.

    “Tujuan SpaceX adalah untuk akhirnya mengirim satu juta orang ke Mars pada 2050,” kata Musk dalam Twitter-nya. “Selain itu, untuk menjadikannya cukup umum dan terjangkau sehingga siapa pun bisa pergi jika mereka mau, dengan pinjaman tersedia bagi mereka yang tidak memiliki uang."

    TECH CRUNCH | SPACE.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.