Startup Yogyakarta Bikin Taksi Terbang, Begini Rupa Awalnya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Drone berpenumpang, Frogs, yang dikembangkan startup dari Yogyakarta ini akan mewakili Indonesia dalam Hannover Messe, 20-24 April 2020. Ditujukan sebagai taksi terbang, drone ini didesain mampu mengangkut dua penumpang dengan kapasitas maksimal 200 kilogram. FOTO/DOK UMG Idealab Indonesia

    Drone berpenumpang, Frogs, yang dikembangkan startup dari Yogyakarta ini akan mewakili Indonesia dalam Hannover Messe, 20-24 April 2020. Ditujukan sebagai taksi terbang, drone ini didesain mampu mengangkut dua penumpang dengan kapasitas maksimal 200 kilogram. FOTO/DOK UMG Idealab Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah berhasil menarik perhatian di antara acara ulang tahun sebuah partai politik pada bulan lalu, Frogs akan 'melompat' ke Hannover, Jerman. Sepanjang 20-24 April mendatang, Drone berpenumpang sebagai sebuah prototipe taksi terbang itu akan mewakili Indonesia bersama sejumlah produk startup teknologi 4.0 lainnya dalam Hannover Messe 2020.

    Jefry Pratama, Venture and Investment Partners di UMG Medialab Indonesia, menerangkan Frogs didesain oleh sebuah startup di Yogyakarta lebih untuk memenuhi kebutuhan transportasi di wilayah kepulauan di Indonesia. Membidik pangsa pasar jasa taksi udara, drone disebutnya bisa dimanfaatkan pula untuk angkutan barang atau kargo, kebutuhan militer, serta kepentingan darurat maupun pertolongan pertama di daerah bencana yang sulit diakses.

    “Untuk komersialisasinya tentu kami berharap secepatnya wahana ini bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia,” katanya saat ditemui di Jakarta, Jumat 31 Januari 2020. Saat itu dia menambahkan, “Kami masih tergantung dengan regulasi yang siap, khusus untuk mengatur operasi teknologi ini karena untuk saat ini peraturan tentang pesawat listrik berpenumpang setahu kami belum ada di Indonesia.”

    Saat ini, purwarupa atau prototipe Frogs disebutkannya telah siap untuk keseluruhan mainframe, motor, baling-baling, dan baterai sebagai sumber tenaganya. Jefri mengklaim seluruh komponen tersebut telah menjalani uji, termasuk uji terbang rendah tanpa kabin. Bagian yang terakhir itu dibuat dari serat karbon mirip kokpit helikopter mini dengan dua headlamp.

    Drone berpenumpang, Frogs, yang dikembangkan startup dari Yogyakarta di JIEXPO Kemayoran, 10-12 Januari 2020. Ditujukan sebagai taksi terbang, drone ini didesain mampu mengangkut dua penumpang dengan kapasitas maksimal 200 kilogram. FOTO/DOK UMG Idealab Indonesia

    “Hanya tinggal merevisi interior dalam hal ini posisi kursi dan pegangan untuk penumpang sebelum dibawa ke Hannover,” kata Jefri menambahkan.

    Mengembangkan dari desain drone quadcopter yang sudah banyak di pasaran dunia, Frogs dihasilkan dari riset dua tahun di sebuah bengkel startup di Yogyakarta. Total anggaran yang telah dikucurkan hingga capaiannya kini senilai kira-kira Rp 1 miliar.

    Berikut ini hasil pengembangan Frogs sampai dengan saat ini,

    - Kapasitas Angkut

    Mengangkut maksimal 2 penumpang dengan kapasitas maksimal 200 kilogram

    - Tenaga

    Dilengkapi baterai dengan 8 motor dengan 8 bilah baling-baling

    - Kemampuan Jelajah

    Mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer dengan satu kali pengisian penuh daya listrik

    - Maksimal Ketinggian Terbang

    Terbang hingga ketinggian 2.400 meter di atas muka laut dengan waktu terbang selama satu jam.

    - Fungsi Lain

    Bisa modifikasi drone untuk menyemprotkan pupuk pestisida ke lahan pertanian, surveillance untuk pemetaan pertanian, dan kargo untuk pengangkutan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.