Kecerdasan Buatan Lebih Cepat Mendiagnosa Corona dengan Rontgen

Reporter

Editor

Erwin Prima

Tim Dokter menunjukan hasil foto Rontgen pasien suspect virus MERS-CoV yang di rawat di ruang Isolasi RSUD Gambiran, kota Kediri, Jawa Timur (12/5). RSUD Gambiran menerima pasien wanita E (44) yang mengalami gejala seperti terinfeksi virus Mers setelah pulang Umroh. Tim dokter masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan. ANTARA/Rudi Mulya

TEMPO.CO, Jakarta - Program kecerdasan buatan dapat digunakan untuk memprediksi lebih cepat hasil dari pasien virus corona dengan mempelajari rontgen dada mereka.

Pengembang di perusahaan visualisasi data yang berbasis di Oxford, Zegami, telah menciptakan model pembelajaran mesin yang dapat mendiagnosis virus corona dari hasil rontgen, sebagaimana dilaporkan Daily Mail, Senin, 6 April 2020.

Namun, tim mengatakan bahwa untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan lebih terperinci, AI mereka perlu dilatih dengan rentang gambar X-ray yang lebih luas dari pasien yang terinfeksi.

Tim percaya langkah itu bisa menghasilkan sistem kecerdasan buatan dalam hitungan minggu untuk mempelajari penyakit ini jika mendapat cukup gambar X-ray.

CEO Zegami, Roger Noble, telah menulis surat terbuka kepada Oxford Health NHS Foundation Trust untuk meminta lebih banyak gambar guna melatih model AI tersebut.

Menurut perusahaan, program baru ini tidak hanya dapat membantu mengidentifikasi dan mengidentifikasi kasus COVID-19 dengan lebih mudah dari kondisi paru-paru lainnya, tetapi juga dapat membantu memprediksi hasil potensial bagi pasien.

Sistem akan dapat melakukan hal ini dengan membandingkan sinar-X paru-paru COVID-19 dengan pasien lain sebelumnya dalam situasi yang sama.

Tim percaya penemuan mereka dapat membantu memberikan dokter ide yang lebih baik tentang bagaimana penyakit akan berkembang pada pasien. Hal ini pada gilirannya dapat mengarah pada pengembangan pengobatan yang lebih efektif untuk virus corona.

Zegami diluncurkan dari Universitas Oxford pada 2016 untuk memungkinkan para peneliti dan perusahaan mengeksplorasi kumpulan data gambar besar menggunakan model pembelajaran mesin.

“COVID-19 adalah tantangan besar, dan teknologi harus memainkan peran kunci dalam mengalahkannya,” ujar Noble.

Dalam mengembangkan platform barunya, Zegami menggunakan gambar X-ray COVID-19  yang tersedia untuk umum dari inisiatif data GitHub.

Inisiatif ini diluncurkan oleh Joseph Paul Cohen, seorang Postdoctoral Fellow dari Mila, University of Montreal, Kanada, untuk membantu menciptakan model AI.

Dia sedang mengembangkan koleksi gambar X-ray dan CT terbesar di dunia dari paru-paru yang terinfeksi COVID-19, untuk memungkinkan diagnosis otomatis lebih cepat dan lebih akurat.

Cohen mengatakan tujuan dari proyeknya adalah untuk menggunakan gambar sinar-X dalam mengembangkan pendekatan berbasis AI untuk memprediksi dan memahami infeksi corona.

Dia mengatakan suatu hari alat yang dikembangkan dari dataset dapat digunakan untuk membantu dokter melakukan triase dan merawat pasien jika ahli radiologi sakit.

Sampai saat ini, karena gambar yang digunakan oleh Zegami tidak memberikan rincian tentang apa yang terjadi pada pasien, AI hanya dapat membantu membedakan kasus-kasus COVID-19 lebih mudah dari kondisi paru-paru lainnya.

DAILY MAIL






Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Menunjukkan Prospek Cerah

2 jam lalu

Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Menunjukkan Prospek Cerah

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menunjukkan prospek cerah.


ChatGPT Berbayar Rp 300 Ribu Muncul, Apa Saja Kelebihannya?

17 jam lalu

ChatGPT Berbayar Rp 300 Ribu Muncul, Apa Saja Kelebihannya?

ChatGPT kini telah hadir dalam versi berbayar seharga Rp 300 ribu dengan nama ChatGPT Plus, apa saja kelebihannya?


MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

1 hari lalu

MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

Dirut MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan jumlah pengguna atau ridership pada 24 Maret 2019 - 31 Desember 2022 sebanyak 61.292.496 orang. Rinciannya, pada 2019 dengan target 65.000 penumpang, realisasinya 86.270 penumpang. Pada 2020 dengan target 26.065 penumpang, realisasinya 27.122 penumpang.


Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

1 hari lalu

Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

Kota New York tak lagi mewajibkan warganya untuk mendapatkan vaksin Covid-19.


BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

2 hari lalu

BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

BPS menyebut jumlah kunjungan wisawatan asing melonjak sebesar 384,12 persen secara yoy dan secara kumulatif meningkat 251,28 persen.


Google Gelar Acara Mendadak 8 Februari, Umumkan Pesaing ChatGPT?

3 hari lalu

Google Gelar Acara Mendadak 8 Februari, Umumkan Pesaing ChatGPT?

Google sebelumnya dilaporkan sedang menguji beberapa alat AI baru, termasuk chatbot yang disebut Apprentice Bard.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

4 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

5 hari lalu

Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

Pengamat tata kota Nirwono Joga menyatakan Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk kepentingan event olahraga internasional. Bisa untuk olimpiade.


Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

5 hari lalu

Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

Heru Budi mengatakan pengelolaan Wisma Atlet jadi kewenangan Pusat. DPRD DKI minta jangan dibiarkan kosong agar tak banyak kuntilanak.


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

6 hari lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.