Unsyiah Banda Aceh Kukuhkan Dua Guru Besar Teknik dan Kedokteran

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Sumber foto  : fsd.unsyiah.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    Gedung Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Sumber foto : fsd.unsyiah.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Banda Aceh mengukuhkan dua guru besar dari Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran, Rabu 19 Agustus 2020. Pengukuhan dilakukan dalam sidang senat terbuka yang digelar secara terbatas dan menerapkan protokol Covid-19. 

    “Pembatasan ini dilakukan untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 yang semakin luas termasuk di lingkungan kampus,” kata Rektor Unsyiah, Samsul Rizal, di Gedung AAC Dayan Dawood

    Ada pun mereka yang dikukuhkan tersebut yakni Izarul Machdar dari Fakultas Teknik dan Dessy Rakhmawati Emril dari Fakultas Kedokteran. Keduanya menjadikan jumlah profesor di Unsyiah menjadi 79 orang yang tersebar di hampir seluruh fakultas.

    Fakultas Teknik tercatat memiliki profesor terbanyak 22 orang, Fakultas Pertanian 12 profesor. “Gelar profesor merupakan pengakuan kepakaran dan profesionalisme. Gelar ini adalah level tertinggi dalam karier seorang dosen di perguruan tinggi,” kata Samsul.

    Baca juga:
    4 Tahap Setelah Pengumuman SIMAK UI: Registrasi, Bayar, ...

    Izarul Machdar dinilai konsisten meneliti dan berkontribusi menyelesaikan persoalan limbah di Indonesia, terutama limbah cair. Izarul menyampaikan orasi ilmiah berjudul, “Status, Tantangan, dan Solusi Inovatif Pengolahan Limbah Cair Domestik di Indonesia”

    Sedang Dessy dipuji karena berjuang menyelesaikan permasalahan rasa nyeri yang diderita manusia. Kepakaran yang dimilikinya dianggap sangat krusial untuk penatalaksanaan nyeri di Indonesia, bahkan dunia. Judul orasi ilmiah yang disampaikannya, “Paradigma Baru Tata Laksana Nyeri di Indonesia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.