Tanggapi Vaksin AstraZeneca, Kepala WHO: Ada Harapan Nyata untuk Akhiri Covid-19

Reporter

Editor

Erwin Prima

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers yang diselenggarakan oleh Asosiasi Koresponden Persatuan Bangsa-Bangsa Jenewa (ACANU) di tengah wabah Covid-19, yang disebabkan oleh virus corona baru, di markas besar WHO di Jenewa Swiss 3 Juli, 2020. [Fabrice Coffrini / Pool melalui REUTERS]

TEMPO.CO, Jenewa - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin, 23 November 2020, mengatakan kini ada harapan nyata bahwa vaksin, digabungkan dengan berbagai kebijakan kesehatan masyarakat lainnya yang sudah diuji coba dan dites, akan membantu mengakhiri pandemi Covid-19.

Pernyataan kepala WHO itu disampaikan usai produsen obat AstraZeneca pada Senin mengatakan vaksin Covid-19 buatannya, yang dikembangkan bersama Universitas Oxford, efektif hingga 90 persen. AstraZeneca pun menjadi perusahaan obat besar ketiga setelah Pfizer dan Moderna yang melaporkan data tahap akhir untuk sebuah kandidat vaksin Covid-19.

"Signifikansi dari pencapaian ilmiah ini tidak dilebih-lebihkan. Dalam sejarah, tidak ada vaksin yang dikembangkan secepat vaksin-vaksin ini. Komunitas ilmiah telah menetapkan standar baru dalam pengembangan vaksin," imbuh Dr. Tedros.

Dia menyebutkan bahwa saat ini masyarakat internasional harus membuat standar baru terkait akses, mengingat "tingkat urgensi dalam pengembangan vaksin-vaksin ini harus diimbangi dengan urgensi yang setara dalam mendistribusikannya secara adil."

Khawatir negara-negara paling miskin dan rentan tergusur dalam antrean untuk memperoleh vaksin, WHO membentuk inisiatif Access to Covid-19 Tools Accelerator untuk mendukung upaya global dalam mengembangkan vaksin, metode diagnostik dan terapeutik.

Selain itu WHO sejauh ini telah mengumpulkan 187 negara di COVAX Facility untuk berkolaborasi dalam hal pengadaan dan distribusi vaksin, guna menjamin keterjangkauan harga, volume, dan penetapan waktu bagi semua negara.

Menurut Dr. Tedros, sekitar US$ 4,3 miliar (Rp 60,9 triliun) dana dibutuhkan segera untuk mendukung pengadaan dan penyaluran vaksin, serta pengujian dan pengobatan secara massal. Sementara itu tambahan 23,8 miliar dolar AS dibutuhkan tahun depan.

"Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan bahwa jika solusi medis dapat tersedia lebih cepat dan lebih luas, hal itu dapat menyebabkan peningkatan kumulatif dalam pendapatan global sebesar hampir US$ 9 triliun pada akhir 2025," katanya.

ANTARA | XINHUA






Diperingati Setiap 6 Februari, Begini Asal Usul Hari Anti Sunat Perempuan

7 jam lalu

Diperingati Setiap 6 Februari, Begini Asal Usul Hari Anti Sunat Perempuan

Sunat perempuan disebut bukan tindakan medis. Praktik ini ditolak di banyak negara.


Ancaman Resesi Global 2023, Rhenald Kasali Sentil Sri Mulyani: Pemerintah Jangan Jumawa

1 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Rhenald Kasali Sentil Sri Mulyani: Pemerintah Jangan Jumawa

Rhenald Kasali Rhenald juga menyentil Menteri Keuangan Sri Mulyani yang terlalu pede bahwa Indonesia jauh dari resesi pada tahun 2023 ini.


Laporan WHO tentang Darurat Kesehatan Ukraina Picu Pertengkaran AS dan Rusia

1 hari lalu

Laporan WHO tentang Darurat Kesehatan Ukraina Picu Pertengkaran AS dan Rusia

Menurut WHO, situasi di Ukraina adalah salah satu dari delapan darurat kesehatan global akut.


4 Februari Hari Kanker Sedunia, Close the Care Gap Menjadi Temanya

2 hari lalu

4 Februari Hari Kanker Sedunia, Close the Care Gap Menjadi Temanya

Hari Kanker Sedunia 4 Februari. Tujuan cegah jutaan kematian akibat kanker setiap tahun melalui peningkatan kesadaran masyarakat tentang kanker.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menginfeksi Antar Manusia, Apa Itu Virus H5N1?

2 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menginfeksi Antar Manusia, Apa Itu Virus H5N1?

Kini virus H5N1 atau flu burung tidak hanya mematikan unggas, tetapi juga mulai menginfeksi hewan mamalia. Simak penjelasan lebih lanjut seputar virus H5N1 ini.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

2 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Polusi Udara Bangkok Memburuk, Warga Diminta Berdiam di Rumah

3 hari lalu

Polusi Udara Bangkok Memburuk, Warga Diminta Berdiam di Rumah

Konsentrasi partikel kecil dan berbahaya di udara, atau PM2.5, di Bangkok mencapai 14 kali lipat dari tingkat yang direkomendasikan WHO


Terpopuler: Jokowi Tegur Luhut Tiga Kali Soal F1 Powerboat, PayPal Akan PHK 2.000 Karyawan

3 hari lalu

Terpopuler: Jokowi Tegur Luhut Tiga Kali Soal F1 Powerboat, PayPal Akan PHK 2.000 Karyawan

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Kamis, 2 Februari 2023 dimulai dari teguran Presiden Jokowi ke Luhut soal Event F1 Powerboat.


IMF Sebut 2023 Ekonomi Dunia Gelap Gulita, Sri Mulyani: Pemulihan Ekonomi RI Meningkat Pesat

4 hari lalu

IMF Sebut 2023 Ekonomi Dunia Gelap Gulita, Sri Mulyani: Pemulihan Ekonomi RI Meningkat Pesat

Sri Mulyani merepons pernyataan Presiden Jokowi soal peringatan IMF bahwa dunia akan gelap gulita pada 2023. Indonesia malah sedang meningkat pesat.


Sri Mulyani Ungkap Tantangan Global Setelah Pandemi Covid-19 Ditangani, Apa Saja?

4 hari lalu

Sri Mulyani Ungkap Tantangan Global Setelah Pandemi Covid-19 Ditangani, Apa Saja?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap tantangan global yang terjadi saat ini tidak berhenti pada pandemi Covid-19 yang masih terjadi. Setelah pandemin pun, begitu bisa ditangani terjadi komplikasi yang baru.