Nelayan Hilang Dihantam Ombak Perairan Wakatobi

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim pencarian dan pertolongan Pos SAR Wakatobi saat mencari seorang nelayan yang dilaporkan hilang akibat dihantam ombat di perairan Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sultra, Minggu, 14 Februari 2021. Kredit: ANTARA/HO-Humas Basarnas Kendari

    Tim pencarian dan pertolongan Pos SAR Wakatobi saat mencari seorang nelayan yang dilaporkan hilang akibat dihantam ombat di perairan Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sultra, Minggu, 14 Februari 2021. Kredit: ANTARA/HO-Humas Basarnas Kendari

    TEMPO.CO, Kendari - Tim pencarian dan pertolongan Basarnas Kendari mencari Jawalia (58), nelayan yang dilaporkan hilang akibat dihantam ombak saat melaut di perairan Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

    Baca:
    Unair Tawarkan Golden Ticket di SNMPTN 2021, Ini Syarat dan Ketentuannya

    Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi di Kendari, Minggu malam, 14 Februari 2021, mengatakan pihaknya menerima laporan dari keluarga korban pada pukul 19.40 Wita bahwa korban hilang saat melaut di perairan tersebut.

    "Pada pukul 19.40 Wita kami menerima informasi dari Bapak Wengki, salah seorang keluarga korban yang melaporkan bahwa pada pukul 10.00 Wita pagi tadi telah terjadi kondisi membahayakan manusia yaitu satu orang nelayan hilang di perairan Pulau Kaledupa," kata dia melalui rilis Humas Basarnas Kendari.

    Ia menyampaikan pihak keluarga bersama nelayan setempat telah berupaya melakukan pencarian terhadap korban, namun hasilnya nihil sehingga pihak keluarga korban bergegas melapor kepada Pos SAR Wakatobi.

    "Berdasarkan laporan tersebut, pada pukul 20.00 Wita tim penyelamat POS SAR Wakatobi diberangkatkan menuju lokasi kejadian kecelakaan dengan menggunakan RIB (sejenis perahu karet) untuk memberikan bantuan SAR," kata dia.

    Ia mengatakan jarak tempuh antara lokasi kecelakaan dengan Pos SAR Wakatobi sekitar 35 nautical mile (NM), sedangkan kondisi cuaca mendung saat operasi SAR dan tinggi gelombang mencapai 1,5-3 meter.

    "Korban ini keluar melaut sejak 13 Februari 2021, pukul 20.00 Wita dengan menggunakan 'longboat' di sekitar perairan Kaledupa, lalu pada Minggu, pukul 04.00 Wita korban dihantam badai akibat angin kencang dan gelombang tinggi," kata Aris Sofingi.

    Hingga berita ini dikirim, Tim SAR Wakatobi belum menemukan korban.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.