Gunung Merapi Catat Semburan Lava Pijar Paling Intens ke Arah Tenggara

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Desa Kalitengah, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu 30 Juni 2021. Gunung Merapi masih terus mengeluarkan lava pijar dan awan panas guguran dari kawah lama ke arah tenggara dan kawah baru ke arah barat daya, dan berstatus siaga (level III). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Desa Kalitengah, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu 30 Juni 2021. Gunung Merapi masih terus mengeluarkan lava pijar dan awan panas guguran dari kawah lama ke arah tenggara dan kawah baru ke arah barat daya, dan berstatus siaga (level III). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat dalam periode sepekan terakhir, 16-22 Juli 2021, Gunung Merapi lebih intens mengeluarkan material ke arah tenggara atau hulu Sungai Gendol.

    "Pada minggu ini guguran lava teramati sebanyak 62 kali ke arah tenggara dengan jarak luncur maksimal 1.200 meter," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Jumat, 23 Juli 2021.

    Aktivitas Merapi dengan luncuran material ke arah tenggara ini tercatat paling tinggi terjadi sejak gunung itu dinaikkan statusnya dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) pada 5 November 2020 silam.

    Luncuran material Merapi ke arah tenggara sempat intens pada periode 25 Juni-1 Juli 2021 lalu. Saat itu dari 39 luncuran awan panas, sebanyak 29 kali menuju arah tenggara dengan jarak luncur maksimal 3.000 meter.

    Selain makin masif menyemburkan lava pijar ke tenggara, sepekan ini BPPTKG juga mencatat Merapi 101 kali meluncurkan lava pijar ke barat daya dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter, dua kali ke barat dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter dan satu kali ke barat laut dengan jarak luncur 500 meter.

    "Guguran yang teramati pada sisi barat ini berasal dari material lama Lava 1992 dan Lava 1998, demikian juga guguran yang mengarah ke barat laut berasal dari material lama Lava 1948," kata Hanik.

    Dari analisis morfologi dari Stasiun Kamera Tunggularum menunjukkan volume kubah di sektor barat daya bertumbuh menjadi sebesar 1.880.000 meter kubik. Sedangkan analisis dari Stasiun Kamera Deles 3 menunjukkan volume kubah tengah sebesar bertumbuh menjadj 2.808.000 meter kubik.

    "Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi, namun minggu ini tidak terjadi hujan, lahar, maupun penambahan aliran di sungai–sungai yang berhulu di Gunung Merapi," kata Hanik.

    Dengan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif, status aktivitas tetap tak beruba, yakni Siaga.

    Baca:
    Banjir Cina Mencekam: Penumpang Terjebak di Gerbong Kereta yang Terendam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.