Cina Dominasi Aplikasi Paten 6G

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi 6G. Kredit: Lifewire

    Ilustrasi 6G. Kredit: Lifewire

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina mulai mengembangkan jaringan komunikasi generasi berikutnya yang dikenal 6G yang diharapkan hadir secara komersial akhir dekade ini. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nikkei Asia dan perusahaan riset asal Tokyo, Cyber Creative Institute, mengungkap bahwa negara tersebut mendominasi dalam hal aplikasi paten.

    Cina berada di puncak daftar dengan 40,3 persen pengajuan paten 6G, diikuti oleh Amerika Serikat 35,2 persen. Jepang peringkat ketiga 9,9 persen, diikuti Eropa dengan 8,9 persen dan Korea Selatan 4,2 persen,” tertulis dalam laporan, seperti dikutip Gizmochina, Kamis, 16 September 2021. 

    Sekitar 20.000 aplikasi paten untuk sembilan teknologi inti 6G disurvei dalam penelitian ini, termasuk bidang komunikasi, teknologi kuantum, stasiun pangkalan, dan kecerdasan buatan. Negara dengan jumlah pengajuan paten banyak cenderung lebih maju dalam hal teknologi dan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap standar industri. 

    Perkembangan 6G Cina diperkirakan akan lambat karena sanksi yang dikenakan oleh pemerintah Amerika pada 2019 terhadap Huawei Technologies. Tetapi, negara Asia itu telah mempertahankan daya saingnya dengan memobilisasi perusahaan dan universitas yang dikelola negara. 

    Aplikasi paten 6G oleh Cina sebagian besar terkait dengan teknologi infrastruktur seluler. Ini masuk akal mengingat jangkauan udara seperti satelit, dikombinasikan dengan stasiun pangkalan darat untuk pita radio yang lebih luas, akan dibutuhkan di era 6G. 

    Sejumlah besar paten (12 persen) telah diajukan tidak lain oleh Huawei yang menguasai 30 persen BTS dunia pada tahun 2020. Pemegang paten terkemuka lainnya termasuk perusahaan milik negara seperti State Grid Corporation of Cina dan Cina Aerospace Science and Technology. 

    Teknologi 6G diharapkan 10 kali lebih cepat dari 5G dan akan memungkinkan mengemudi sepenuhnya otonom, realitas virtual HD, dan internet di seluruh dunia, bahkan di wilayah paling terpencil. 

    Di sisi lain, Amerika memiliki kecakapan teknis yang tinggi dalam perangkat lunak dan terminal, berkat memiliki banyak perusahaan smartphone dan internet. Qualcomm dan Intel telah memperoleh banyak paten untuk chip yang digunakan di smartphone dan peralatan IT lainnya. 

    Jepang, yang menempati urutan ketiga dalam jumlah paten, memiliki Nippon Telegraph & Telephone. Perusahaan itu telah mengajukan banyak paten yang melibatkan komunikasi optik dan jaringan infrastruktur seluler di daerah perkotaan, termasuk teknologi mengurangi kemacetan dan penundaan data. 

    GIZMOCHINA | ASIA NIKKEI

    Baca:
    Huawei Bakal Luncurkan Satelit Uji untuk Verifikasi Teknologi 6G pada Juli


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.