Top 3 Tekno Berita Hari Ini: 3 Dosa Sistem Pendidikan, YouTuber, Ponsel Lipat

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Ristek Nadiem Makarim memberikan sambutan dalam peluncuran buku penguatan moderasi beragama yang diselenggarakan Kementerian Agama, Rabu 22 September 2021. (ANTARA/Asep Firmansyah/Youtube-Pendis Channel)

    Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Ristek Nadiem Makarim memberikan sambutan dalam peluncuran buku penguatan moderasi beragama yang diselenggarakan Kementerian Agama, Rabu 22 September 2021. (ANTARA/Asep Firmansyah/Youtube-Pendis Channel)

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Hari Ini dimulai dari topik tentang Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menegaskan janjinya akan membasmi tiga dosa dalam sistem pendidikan nasional. Dia menyebut ketiganya adalah intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual.

    Berita terpopuler selanjutnya tentang salah satu kreator YouTube Indonesia, pemilik akun bernama MAN ANTO, mengungkap adanya perubahan kebijakan pembayaran adsense. Menurut youtuber ini, sejak awal tahun ini, Google memotong pendapatannya dengan pajak seperti yang berlaku di Amerika Serikat sebesar 10 persen, untuk kreator di luar Amerika.

    Selain itu, penjualan smartphone layar lipat ternyata cukup diminati masyarakat penggemar gadget. Terbukti dari banyaknya respons hangat saat peluncuran Galaxy Z Fold 3 dan Galaxy Z Flip 3 belum lama ini. Samsung bahkan melaporkan, rating pre order meningkat 8 kali lipat dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno.

    1. Nadiem Sebut 3 Dosa di Sistem Pendidikan Nasional Indonesia: Intoleransi, ...

    Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menegaskan janjinya akan membasmi tiga dosa dalam sistem pendidikan nasional. Dia menyebut ketiganya adalah intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual.

    "Ini adalah tiga hal yang akan kami basmi dari sistem pendidikan kita," ujar Nadiem dalam peluncuran buku penguatan moderasi beragama yang diikuti secara virtual dari Jakarta, Rabu 22 September 2021.

    Eks bos Gojek yang juga lulusan Sekolah Bisnis Harvard, Amerika Serikat, itu mengatakan upaya penghapusan intoleransi, perundungan dan kekerasan seksual akan dilakukan melalui program Merdeka Belajar. Dalam program Merdeka Belajar itu, Nadiem menambahkan, salah satunya akan mengarusutamakan pendidikan karakter.

    Untuk menuju tujuan tersebut, Kemendikbudristek di bawah kepemimpinannya sampai mengubah sistem pemetaan mutu pendidikan nasional untuk bisa mengukur nilai-nilai Pancasila. Jika dahulu pemetaan mutu pendidikan lewat Ujian Nasional saat ini diubah lewat Asesmen Nasional.

    2. Cerita YouTuber Indonesia: Pendapatan Kini Dipotong Pajak Amerika

    Salah satu kreator YouTube Indonesia, pemilik akun bernama MAN ANTO, mengungkap adanya perubahan kebijakan pembayaran adsense. Menurut youtuber ini, sejak awal tahun ini, Google memotong pendapatannya dengan pajak seperti yang berlaku di Amerika Serikat sebesar 10 persen, untuk kreator di luar Amerika.

    “Dulu, dari YouTube, Google adsense hanya sebagai financial funding. Hanya itu, enggak ada pajak Amerika. Potongannya pun hanya 2 persen,” ujar dia melalui pesan WhatsApp, Rabu, 22 September 2021.

    Pemilik akun yang menolak identitasnya dikutip itu membandingkan, sekarang berapapun nilai pendapatannya di Google Adsense, semua terkena pajak 10 persen. Bahkan, dia mencontohkan, hal itu berlaku terhadap kreator yang mendapatkan US$ 1 (Rp 14 ribu).

    Selain itu, kreator yang berada di luar Amerika juga diharuskan melaporkan pembayaran pajaknya. Jika tidak, akan ada peringatan, dan ditahan terlebih dahulu pendapatannya, tidak bisa dicairkan, dan bisa kena potongan sebesar 24 persen jika tidak melaporkan hingga Mei 2021. Dia menyebut itu sebagai aturan terbaru dari Google.

    3. 4 Ponsel Layar Lipat yang Bisa Jadi Pilihan

    Penjualan smartphone layar lipat ternyata cukup diminati masyarakat penggemar gadget. Terbukti dari banyaknya respons hangat saat peluncuran Galaxy Z Fold 3 dan Galaxy Z Flip 3 belum lama ini. Samsung bahkan melaporkan, rating pre order meningkat 8 kali lipat dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

    Selain Samsung, ternyata beberapa vendor smartphone juga mengembangkan ponsel layar lipat mereka, seperti Huawei, Motorola dan juga Xiaomi.

    Meski tak sebanyak ponsel konvensional, ternyata pasar ponsel layar lipat juga mulai dilirik vendor-vendor raksasa tersebut. Mereka berlomba-lomba membuktikan diri menghadirkan inovasi lewat ponsel layar lipat. Persaingan ini bisa jadi faktor utama mengapa Samsung menekan harga lebih murah pada seri Z yang dirilis belum lama ini. Simak Top 3 Tekno Berita Hari Ini lainnya di Tempo.co.

    Baca:
    Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Guru dan Siswa Positif Covid-19 Selama PTM, iOS 15


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.