Empat Mahasiswi SAR Unpad Ikut Cari Pendaki Hilang di Gunung Guntur

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan saat bersiap melakukan pencarian remaja yang hilang dari antara rombongan pendakian di Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat 24 September 2021. Remaja itu akhirnya berhasil ditemukan pada hari keenam. (ANTARA/HO-Basarnas)

    Petugas gabungan saat bersiap melakukan pencarian remaja yang hilang dari antara rombongan pendakian di Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat 24 September 2021. Remaja itu akhirnya berhasil ditemukan pada hari keenam. (ANTARA/HO-Basarnas)

    TEMPO.CO, Bandung - Unit Search and Rescue (SAR) Universitas Padjadjaran mengerahkan empat orang mahasiswi anggotanya dalam pencarian pendaki hilang di Gunung Guntur, Kabupaten Garut. Mereka berangkat  Rabu, 22 September 2021 atau ikut membantu pada hari ketiga pencarian.

    Mereka mahasiswi dari berbagai fakultas, yaitu Helsya Natasya, Nadin Azani, Daryl Sarah Agustin, dan Shifa Fatina Hasim. Di lokasi mereka bergabung bersama sekitar 150 orang relawan lain. Tujuannya mencari seorang pendaki remaja bernama Muhammad Gibran Arrasyid, usia 14 tahun.

    “Kami bersama tim lain mencari di sekitar pos 1, 2, dan 3, hingga puncak, lalu menyisir hutan di sekitarnya,” kata Shifa di laman Unpad, Ahad, 26 September 2021. Selain menyusuri punggungan gunung, rekan lainnya membantu di dapur umum untuk menyiapkan logistik bagi relawan yang bertugas.

    Menurutnya, operasi pencarian sempat terkendala oleh cuaca. Kondisi itu kerap membuat relawan harus turun kembali sebelum mencapai puncak. Kondisi trek pendakian yang didominasi batuan licin dan pasir, juga sering membuat relawan tergelincir. “Semua relawan yang melakukan pendakian tetap memastikan kondisi dan keselamatannya bersama,” kata Shifa.

    Pada hari kelima setelah pendaki dinyatakan hilang, korban berhasil ditemukan oleh warga sekitar yang membantu pencarian. Lokasi temuannya di area Curug Cikoneng, atau tidak jauh dari pos 2, sekitar pukul empat sore. “Survivor ditemukan selamat dan sehat meskipun agak lemas,” katanya.

    Shifa mengaku sempat melewati lokasi temuan itu, namun tidak melihat keberadaan korban. Motivasinya menjadi relawan karena ingin membantu sesama. Unit SAR Unpad sendiri dibentuk 4 April 1989.

    Selain operasi SAR, tim terlibat dalam kegiatan siaga dan tanggap bencana dan melakukan kegiatan rutin berupa latihan yang diadakan secara berkelanjutan. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan, fisik dan mental anggota.

    Baca:
    Pendaki yang Hilang di Gunung Guntur Garut Ternyata Berada Tak Jauh dari Kemah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.